Sehari 1.429 Pasien Baru Corona, Menkes Turki: `Tidak Ada Kejutan`

News | Jumat, 19 Juni 2020 08:12
Sehari 1.429 Pasien Baru Corona, Menkes Turki: `Tidak Ada Kejutan`

Reporter : Ahmad Baiquni

Menkes Turki, Fahrettin Koca, mengatakan tambahan kasus harian masih ada usai pelonggaran namun masih terkontrol.

Dream - Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, melaporkan terjadi lonjakan kasus baru Covid-19 menyusul diberlakukannya pelonggaran pembatasan. Namun angka lonjakan yang ada diklaim masih dalam batas 'sesuai harapan' dan menyeru masyarakat untuk tidak melanggar aturan jaga jarak.

Pada Rabu, Koca melaporkan 1.429 infeksi baru dalam 24 jam terakhir dengan 19 kematian baru. Total total kasus positif Covid-19 di Turki menjadi 182.727 dan akumulasi pasien meninggal sebanyak 4.861 orang.

" Tidak ada kejutan, kami berada dalam batas yang diharapkan," kata Koca, dikutip dari ABC News.

Koca mengingatkan masyarakat untuk tidak melanggar batasan protokol kesehatan agar lonjakan tetap berada di angka yang diharapkan.

" Tidak melebihi batas ini ada di tangan Anda. Itu ada di tangan mereka yang tidak keluar tanpa masker dan melakukan yang terbaik untuk menjaga jarak," ucap dia.

2 dari 6 halaman

Langkah Pencegahan Efektif

Turki telah memberlakukan langkah-langkah kecil untuk menekan penyebaran virus, termasuk memberlakukan jam malam akhir pekan dan melarang warga Lanjut Usia (Lansia) dan anak di bawah umur meninggalkan rumah. Opsi lockdown tidak diterapkan karena dikhawatirkan akan membahayakan perekonomian.

Pasukan pelacak kontak bekerja cukup agresif. Juga banyak pengujian dan isolasi telah membantu negara mengurangi tingkat infeksi.

Sementara itu, Koca mengatakan hasil awal dari pengujian skala besar untuk antibodi virus corona menunjukkan tidak ada kekebalan massal di negara itu.

Turki mulai menguji lebih dari 150 ribu orang di 81 provinsi pekan ini untuk melihat sejauh mana penyebaran virus. Dengan sekitar setengah dari populasi sampel diuji, survei menunjukkan kurang dari 1,5 persen populasi telah terinfeksi oleh virus.

3 dari 6 halaman

Tak Ada Rencana Perpanjang Perintah Tetap di Rumah

Turki tidak pula berencana untuk kembali memberlakukan perintah tetap di rumah guna mengendalikan angka penambahan kasus baru. Namun tengah mempertimbangkan untuk memperluas areaa wajib pakai masker.

Saat ini, kewajiban memakai masker berlaku di 18 provinsi di Turki. Ke depan akan diperluas ke sejumlah daerah lain.

Turki mencatat adanya peningkatan kasus infeksi sejak 12 Juni setelah restoran, kafe, pusat kebugaran, taman, pantai, kolam renang, dan museum diizinkan kembali buka. Sementara larangan perjalanan antar-kota telah dicabut dan keharusan tetap di rumah untuk lanjut usia dan anak-anak sudah tidak lagi berlaku sejak 1 Juni.

Angka kematian, pasien dalam perawatan intensid, dan orang yang menjalani isolasi sedikit meningkat sejak pembatasan dilonggarkan. Kebijakan tersebut ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sempat jatuh akibat pandemi.

4 dari 6 halaman

Presiden Erdogan: Ekonomi Islam Selamatkan Dunia dari Krisis Akibat Covid-19

Dream - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengajak semua negara untuk beralih kepada ekonomi Islam. Dia menyatakan perangkat dalam Islam menjadi 'kunci' untuk bisa keluar dari kesengsaraan ekonomi yang kini tengah dihadapi dunia.

" Pendanaan berlebihan telah menciptakan model ekonomi membengkak, yang hanya peduli pada pendapatan yang diterima tanpa mementingkan modal kemanusiaan dan sosial," ujar Erdogan saat menjadi narasumber pada Konferensi Internasional ke-12 tentang Ekonomi dan Keuangan Islam, dikutip dari Anadolu Agency.

Erdogan melihat saat ini perekonomian dunia tengah jatuh dalam krisis akibat pandemi Covid-19. Dia juga menyoroti janji-janji kesejahteraan yang ditawarkan sistem ekonomi global, yang justru menimbulkan kesenjangan.

" Bertentangan dengan apa yang dijanjikan, distribusi pendapatan dan kekayaan secara bertahap memburuk di seluruh dunia, dan kesenjangan antara negara-negara melebar," kata dia.

" Setiap krisis yang bermula dari sektor finansial dengan cepat menyebar ke sektor riil dan menciptakan pasukan pengangguran baru," ucap Erdogan.

 

5 dari 6 halaman

Sektor Produksi, Perdagangan, dan Pariwisata Mulai Bangkit

Awal tahun ini, lembaga pemeringkat Moody memprediksi aset perbankan Islam Turki meningkat dua kali lipat dalam satu dekade ke depan. Ini akibat inisiatif pemerintah dalam mendorong pertumbuhan di sektor ini.

Turki telah menempatkan diri untuk menjadi pusat partisipasi perbankan dan keuangan Islam dunia. Juga telah memberikan bantuan medis kepada 125 negara.

Erdogan mengatakan Turki telah menjadi salah satu negara yang melewati periode pandemi dengan kerusakan ekonomi paling kecil. Kebutuhan dalam negeri berhasil dipenuhi secara mandiri.

6 dari 6 halaman

Pada kuartal pertama 2020, Turki mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 persen. Erdogan menyatakan pertumbuhan tersebut menjadi pembeda Turki dengan negara-negara lain tidak hanya di sektor kesehatan melainkan juga ekonomi.

" Dengan terwujudnya kalender normalisasi, sektor produksi, perdagangan, dan pariwisata mulai bangkit," kata dia.

Pada Sabtu pekan lalu, Turki mengonfirmasi hampir 176.700 kasus positif Covid-19, dengan angka kesembuhan sebanyak 150 ribu pasien. Covid-19 telah menewaskan 4.800 orang di negara tersebut.

Join Dream.co.id