Ambon Digoyang Lebih dari Seribu Gempa Susulan

News | Senin, 7 Oktober 2019 12:00
Ambon Digoyang Lebih dari Seribu Gempa Susulan

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Kepala Pusdatin BPNB, Agus Wibowo, mengatakan gempa masih terjadi hingga dini hari tadi.

Dream - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi lebih dari seribu kali gempa susulan usai lindu besar dengan magnitudo 6,5 yang melanda Ambon pada Kamis, 26 September, lalu.

" Hingga pukul 03.00 WIT, 7 Oktober 2019, lebih dari seribu gempa susulan terjadi," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Agus, berdasarkan catatan BMKG, total ada 1.149 gempa susulan terjadi. Sebanyak 112 di antaranya dapat dirasakan masyarakat.

" Dini hari tadi, pukul 02.15 WIB, gempa M 3,4 dengan kedalaman 10 km masih terjadi dan dirasakan warga," kata dia.

Akibat gempa 26 September itu, total ada 37 orang meninggal dunia. Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku mencatat ada 6.344 rumah mengalami kerusakan.

Saat ini, tambah Agus, kebutuhan tenaga medis seperti dokter umum, bidan, perawat, apoteker, dan tenaga psikososial, masih sangat dibutuhkan.

" Di sektor kesehatan tidak hanya memberikan pelayanan medis tetapi juga memastikan gizi terpenuhi pada kelompok rentan, kesehatan reproduksi, distribusi obat dan pencegahan serta pengendalian penyakit," ucap dia.

2 dari 6 halaman

Gempa, Wali Kota Ambon Tetapkan Satus Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Dream - Pasca gempa bumi yang terjadi di wilayah Ambon, Maluku dengan magnitudo 6,5 pada Kamis, 26 September 2019 lalu, Wali Kota Ambon menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.

" Status tanggap darurat terhitung sejak 26 September hingga 9 Oktober 2019," ujar Plt. Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Minggu 29 September 2019.

Agus mengatakan, hingga kini jumlah korban meninggal dunia akibat gempa sebanyak 30 orang dan korban luka-luka sebanyak 156. Rata-rata, korban meninggal dunia dan luka karena tertimpa reruntuhan bangunan.

Selain menimbulkan korban manusia, gempa juga merusak ratusan bangunan yang ada di wilayah Ambon dan sekitarnya.

" Upaya pendataan di lapangan masih terus dilakukan oleh tim reaksi cepat BPBD Provinsi Maluku," ungkapnya. (mut)

3 dari 6 halaman

Korban Jiwa Gempa Ambon Bertambah Jadi 30 Orang

Dream - Pada Kamis 26 September 2019 lalu,  Ambon diguncang gempa pada pukul 06.46 WIT. Gempa itu tercatat bermagnitudo 6,8 dengan kedalaman 10 kilometer.

Plt. Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan, berdasarkan laporan BPBD Provinsi Maluku per 29 September 2019 pukul 07.00 WIT korban meninggal dunia bertambah menjadi 30 orang.

 Rumah terdampak gempa Ambon© Istimewa

" Untuk korban luka-luka 165 orang," ujar Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Minggu 29 September 2019.

Berikut 30 Identitas korban meninggal dunia.

Kota Ambon, 10 Meninggal dunia, Luka-luka 31 orang.

1. JN (balita)

2. Mateis Pieter Frans

3. HI. Kebo

4. Narti Rumain

5. Frans Massi

6. Messy Lethora

7. AM (balita)

8. Jahia

9. M Zulkarnaen Holle

10. F (balita)

4 dari 6 halaman

Kawasan Seram Bagian Barat

 Rumah terdampak gempa Ambon© Istimewa

Untuk Kabupaten Seram Bagian Barat, ada 17 orang yang terluka. Sementara, 6 orang meninggal dunia. Berikut nama-namanya.

1. Samsia

2. Johan Pelana

3. Neles Kainama

4. Petronela Sahetapy

5. Karel Muster

6. Tuniasu

5 dari 6 halaman

Maluku Tengah

Untuk kawasan Kabupaten Maluku Tengah, ada 108 korban luka. Lalu korban meninggal dunia 14 orang, berikut identitasnya.

1. Hamid Waitawa

2. Aisa Maruapey

3. La Nai

4. Tine Tuasela

5. Minggus Souhoka

6. Sami Kadidu

7. Halima Samuel

8. Wa Ona

9. Hasam Laisow

10. Hamid Laisow

11. La Ode Ana Gani

12. Mansur Marasabessy

13. Nabir Bugis

14. Salbia Olong

(mut)

6 dari 6 halaman

Gempa 6,8 Magnitudo Guncang Ambon, Universitas Pattimura Rusak

Dream - Warga Ambon dikejutkan dengan gempa yang terjadi sekitar pukul 06.46 WITA, Kamis 26 September 2019. Gempa itu tercatat bermagnitudo 6,8 dengan kedalaman 10 kilometer.

" Hasil analisis http://realtime.inasafe.org menunjukkan bahwa gempa ini terjadi di darat dengan intensitas maksimum VII-VI MMI," ujar Plt Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, dalam keterangan tertulis, Kamis 26 September 2019.

 Dampak gempa di Univeristas Cendrawasih© Instimewa

Dampak gempa di Univeristas Pattimura

Dengan intensitas tersebut, kata Agus, membuat kerusakan pada sejumlah bangunan karena kuatnya goncangan. Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan yakni University Pattimura.

" Laporan kerusakan terkini dari Pusdalops BNPB, 1 jembatan retak (rusak ringan) di Ambon, 1 bangunan Universitas Pattimura rusak ringan," kata dia.

Nilai ini menunjukkan goncangan kuat dan kemungkinan membuat kerusakan untuk bangunan yang tidak tahan gempa.

Terkait
Join Dream.co.id