Lansia di Jepang Meninggal Usai Divaksin Covid-19

News | Kamis, 4 Maret 2021 10:01
Lansia di Jepang Meninggal Usai Divaksin Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni

Lansia itu disebutkan mengalami pendarahan subarachnoid.

Dream - Seorang wanita lanjut usia di Jepang dilaporkan meninggal dunia sehari setelah mendapat suntikan vaksin Pfizer. Tetapi, menurut Kementerian Kesehatan Jepang, belum ditemukan adanya hubungan antara kematian dengan proses inokulasi.

Wanita tersebut dilaporkan meninggal beberapa hari setelah vaksinasi. Ini menjadi kasus kematian pertama yang dilaporkan terjadi usai Jepang mulai menjalankan program vaksinasi nasional Covid-19 pada 17 Februari lalu.

Wanita berusia 60 tahun tersebut tidak mengalami gejala apapun setelah divaksinasi. Kemenkes meyakini dia meninggal akibat pendarahan subarachnoid yang terjadi antara otak dengan selaput pembungkus.

Kementerian juga belum menetapkan apakah wanita itu meninggal akibat vaksin. Juga tidak mengungkapkan informasi detail mengenai asal wanita tersebut.

2 dari 2 halaman

Tomohiro Morio dari panel kerja vaksin di bawah Kementerian mengatakan berdasarkan kasus inokulasi di luar negeri, tampaknya tidak ada hubungan antara vaksinasi Covid-19 dan perdarahan subarachnoid.

Kementerian mengatakan wanita itu menerima vaksin pada hari Jumat. Setelah itu tidak menderita gejaa alergi apa pun.

Jepang memulai vaksinasi Covid-19 pada 17 Februari untuk kelompok awal yang terdiri dari 40 ribu petugas kesehatan di 100 rumah sakit di seluruh negeri.

Warga lanjut usia diharapkan mendapatkan suntikan mulai 12 April, diikuti oleh mereka yang memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya, seperti diabetes, dan pekerja di fasilitas perawatan lansia, dan terakhir populasi umum.

Sumber: Kyodo News

Join Dream.co.id