6 Penggali Terowongan Peninggalan Belanda di Bawah Stasiun Bogor Mendadak Sakit

News | Jumat, 3 September 2021 17:00

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto membenarkan jika enam petugas penggali terowongan jatuh sakit.

Dream - Pemerintah Kota Bogor menghentikan sementara penggalian terowongan peninggalan era Belanda di Jalan Nyi Raja Permas, Kelurahan Prabaton, Kecamatan Bogor Tengah.

Penggalian dihentikan karena enam petugas yang sempat masuk ke dalam terowongan dikabarkan mendadak sakit. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, membenarkan kabar tentang enam petugas tersebut jatuh sakit tersebut.

" Iya enam petugas itu sakit usai menggali terowongan itu," kata Wali Kota Bima Arya Sugiarto, dikutip dari merdeka.com, Jumat 3 September 2021.

Selain menghentikan sementara penggalian, Bima pun sudah meminta dokter untuk memeriksa kondisi keenam petugas yang sakit.

6 Penggali Terowongan Peninggalan Belanda di Bawah Stasiun Bogor Mendadak Sakit
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto Penemuan Terowongan Misterius Di Bogor (Foto: Merdeka.com)
2 dari 6 halaman

Libatkan Bantuan Profesional

Tak hanya itu, Pemkot Bogor meminta bantuan orang-orang profesional untuk melakukan penggalian terowongan yang diduga peninggalan Belanda itu. Pasalnya, kondisi terowongan minim oksigen.

" Kami juga sedang mencari orang-orang expert di bidang ini. Saya sudah minta kepada beberapa pihak untuk menyelidiki terowongan kuno era Belanda ini, termasuk Universitas Pakuan dan IPB University," katanya.

Bima menyebutkan, pihaknya juga melibatkan sejarawan dan pakar-pakar lainnya di bidang ini.

3 dari 6 halaman

Penemuan Terowongan Misterius oleh Dinas PUPR Kota Bogor

Sebelumnya, tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, menemukan bungker berdimensi panjang 8,5 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1,4 meter dalam terwongan tersebut.

" Kita masuk, mengeruk sampah, mengukur dan mencari jalan untuk menarik sampah yang menumpuk dari terowongan. Di dalam oksigen tipis, sehingga tim sulit bernapas," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Rutin Jalan Dinas PUPR Kota Bogor Dian Setiawan, Kamis 2 September 2021.

Dinas PUPR menerjunkan 16 orang untuk mengeruk sedimen dan menelusuri terowongan itu. Mereka rencananya akan membuat bak kontrol saluran udara di area Dipo PT KAI, tepat di atas temuan bungker.

" Jadi bak kontrol ini selain untuk saluran udara juga untuk jalur membuang sampah agar lebih cepat," jelasnya.

Lebih lanjut, pihak Dinas PUPR sendiri mengaku belum mengetahui kemana arah terowongan tersebut. Hingga kini pihaknya masih melakukan pengerukkan sampah dengan volume besar dan ruang terowongan yang juga terbatas.

" Dalam satu hari sedikit sampah yang bisa diangkut, karena ruang gerak terbatas," katanya.

4 dari 6 halaman

Misteri Bunker Kuno Peninggalan Era Kolonial Ditemukan di Bawah Stasiun Bogor

Dream - Sebuah bunker kuno ditemukan di bawah tanah, tepatnya di bawah Stasiun Bogor Kota. Bunker tersebut diperkirakan dibangun di era kolonial Belanda.

" Ditemukan semacam bunker ternyata, ukurannya nyaris bisa berdiri orang di situ," ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Bunker tersebut ditemukan di tengah penelusuran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terhadap terowongan kuno yang ditemukan sebelumnya. Posisi terowongan tepatnya di Kecamatan Bogor Tengah.

Terkait bunker, Bima tidak memberikan keterangan rinci mengenai luas dan bentuknya. Pihaknya akan terus melakukan penggalian untuk meneliti peninggalan pemerintah kolonial tersebut.

" Kita akan gali terus dengan melibatkan orang profesional, yang sudah biasa menggali terowongan atau go9a, bukan penggali biasa," kata Bima.

5 dari 6 halaman

6 Petugas Dinas PUPR Sakit

Ada kejadian aneh ketika proses penggalian terowongan tersebut. Menurut Bima, enam orang petugas PUPR tiba-tiba sakit ketika membersihkan dan menggali terowongan kuno itu.

" Saya sudah minta cek ke dokter karena apa, apakah kurang oksigen atau ada hal lain," kata dia.

Proses eskavasi akan segera dijalankan oleh Pemkot Bogor. Untuk tahap ini, Bima melibatkan tim peneliti cagar budaya serta sejarawan.

" Saya sudah minta kerja sama karena di dalam itu ada semacam bunker. Kita akan fokus dulu ke situ," ucap dia.

6 dari 6 halaman

Berawal dari Temuan Terowongan Kuno

Proses penemuan bunker ini diawali dengan temuan terowongan kuno pada Jumat, 27 Agustus 2021. Terowongan tersebut berbentuk lorong yang diduga menjadi saluran air.

Dari sketsa sementara, terowongan tersebut membentang di antara Jalan Nyi Raja Permas hingga Jalan Mayor Oking. Susunan bangunan membentuk huruf U yang mengelilingi Stasiun Bogor Kota.

Sedangkan posisi terowongan tersebut terletak di kedalaman 3 meter dari permukaan tanah. Bima meyakini terowongan tersebut adalah saluran air.

" Cuma saluran itu enggak ada air karena di atasnya ada saluran air yang kita bangun. Cuma memang banyak sedimen, kalau sedimen dibersihkan bisa berdiri tegak," kata dia, dikutip dari Liputan6.com.

Join Dream.co.id