Kursus Bahasa Indonesia Makin Diminati Warga Asing di Saudi

News | Kamis, 6 Februari 2020 11:02
Kursus Bahasa Indonesia Makin Diminati Warga Asing di Saudi

Reporter : Ahmad Baiquni

Jumlah pendaftar semakin bertambah dari tahun ke tahun.

Dream - Program Kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang digagas Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah, Arab Saudi semakin diminati. Selama 13 tahun berjalan, program tersebut telah meluluskan puluhan peserta dari berbagai negara, khususnya warga Saudi.

Pelaksana Fungsi Pensosbud-1 KJRI Jeddah, Agus Muktamar, mengatakan minat peserta mengikuti kursus juga terus bertambah dari tahun ke tahun.

Untuk 2020 saja yang masih dibuka tahap pendaftaran, sudah ada 120 warga negara asing ingin mengikuti program tersebut.

" Namun karena keterbatasan ruang kelas, panitia penyelenggara hanya menerima 59 peserta yang terdiri dari 40 peserta laki-laki dan 19 orang perempuan," ujar Agus, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Kamis 6 Februari 2019.

Konsul Jenderal RI Jeddah, Eko Hartono, berharap BIPA dapat menjadi program yang semakin mengeratkan hubungan antara Indonesia dengan Saudi di segala bidang. Khususnya dalam bidang kebudayaan.

 Konsul RI Jeddah Eko Hartono© Khidr Al-Zahrani

" Ini suatu forum pembelajaran yang baik, tidak hanya Bahasa Indonesia tapi juga culture (budaya). Ini adalah tempat untuk menimba ilmu tentang Indonesia," kata Eko.

 

2 dari 6 halaman

Penguat Hubungan Indonesia-Saudi

Eko mengaku senang karena BIPA dapat menambah jaringan persahabatan antara KJRI dengan masyarakat Jeddah dan kota-kota lainnya.

Selain itu, BIPA juga menjadi sarana untuk mengenalkan budaya, kuliner, dan keindahan alam Indonesia kepada masyarakat Saudi.

" Dengan pemahaman yang lebih baik tentang Indonesia, tentang bahasa, tentang budaya Indonesia, insya Allah kita semakin dekat, semakin saling menghormati," ucap dia.

 Pembukaan kursus BIPA© istimewa

Selanjutnya, Eko mengatakan banyaknya WNI yang berkunjung ke Saudi baik untuk haji, umroh, belajar, maupun bekerja mendorong peningkatan interaksi antara masyarakat dua negara.

Tak hanya itu, jumlah kunjungan warga Saudi ke Indonesia untuk expo maupun wisata juga mengalami peningkatan.

" Intensitas interaksi ini perlu diperkuat dengan pemahaman tentang bahasa dan budaya masing-masing, agar sikap saling memahami terbangun dengan baik dan persepsi negatif terhadap satu sama lain bisa dihindari," terang Eko.

3 dari 6 halaman

KJRI Jeddah Baru Serahkan Surat Kepercayaan ke Kemenlu Saudi

Dream - Jabatan Konsul Jenderal Republik Indonesia Jeddah, Arab Saudi kini dipercayakan kepada Eko Hartono. Eko menggantikan Mohamad Hery Saripudin yang menjabat sebagai Konjen sejak 23 Agustus 2016.

Mengawali tugas, Eko menyerahkan Surat Tauliah atau Surat Kepercayaan kepada Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Arab Saudi cabang Provinsi Makkah Al Mukarramah, Jamal Bakr Balkhoyor. Prosesi penyerahan dijalankan pada Rabu, 15 Januari 2020.

Saat penyerahan, Eko didampingi Pelaksana Fungsi (PF) Konsuler-1 sekaligus Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga, Safaat Gofur, PF Konsuler-6, Kun Rizki, dan Penerjemah KJRI Jeddah, Amat Fajri.

Rombongan Konjen disambut Balkhoyor bersama Direktur Protokol Kemlu Saudi cabang Provinsi Makkah Al Mukarramah, Hani Abdullah Mohammad Kashif.

 KJRI Jeddah© istimewa

Eko memanfaatkan momen kunjungan pertama ini untuk memperkenalkan diri kepada Dirjen Kemlu Saudi. Juga menyampaikan terima kasih atas penerimaan dan dukungan Kemlu Saudi kepada KJRI Jeddah dalam melaksanakan tugas.

" KJRI Jeddah merupakan salah satu Perwakilan RI di luar negeri yang terbesar, dengan pertimbangan jumlah WNI yang besar dan potensi kerja sama yang luar biasa yang bisa terus dikembangkan ke depan, khususnya di bidang ekonomi dan pelayanan haji dan umroh," ujar Eko, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Kamis 16 Januari 2020.

Eko juga menyampaikan kekaguman atas kemajuan pesat yang dialami Saudi. Salah satunya terlihat dari pembangunan pusat-pusat ekonomi baru.

 KJRI Jeddah© istimewa

Lebih lanjut, Eko memohon dukungan penuh dari Kemlu Saudi untuk kemudahan koordinasi. Secara khusus, Eko juga memonta bantuan percepatan proses administrasi dan persidangan WNI yang terjerat pidana di Saudi.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Balkhoyor mengatakan tanggung jawab yang dipikul Eko sebagai Konjen sangat besar. Pihaknya siap memberikan dukungan penuh kepada KJRI Jeddah agar dapat bertugas tanpa kendala.

4 dari 6 halaman

Upaya Tak Kenal Lelah KJRI Jeddah Bantu Pemakaman Janin 7 Bulan Calon Anak WNI

Dream - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah turut mengupayakan pemakaman warga Indonesia yang masih berupa janin berusia 7 bulan. Janin tersebut meninggal dalam rahim ibu yang merupakan Warga Negara Indonesia yang tidak memiliki iqamah (izin tinggal resmi) di Arab Saudi.

Upaya tersebut sempat menghadapi kendala kelengkapan dokumen. KJRI Jeddah lalu mengutus Staf Fungsi Konsuler, Abdullah Mochtar, untuk mendampingi ayah si janin, HA mengurus surat rekomendari dari kepolisian setempat.

Surat tersebut digunakan sebagai rujukan ke rumah sakit untuk penyimpanan jenazah. Juga untuk otopsi janin agar dapat dipastikan penyebab kematiannya.

Selama di kantor polisi, HA diminta memberikan keterangan yang dicatat dalam Berita Acara Pemeriksaan seperti kronologi meninggalnya janin, juga olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah surat rekomendasi keluar, jenazah janin itu segera dibawa ke Rumah Sakit King Fahd untuk diletakkan di ruang penyimpanan.

Sayangnya, pihak RS menolak dengan alasan tidak menerima jenazah janin. Kemudian, jenazah coba dibawa ke rumah sakit forensik Tibb Syar'i, lagi-lagi ditolak karena tidak ada fasilitas penyimpanan jenazah.

HS didampinig Abdullah lalu pergi kr RS King Abdulaziz di Distrik Al Mahjar. Pihak rumah sakit mau menerima jenazah janin namun dengan syarat surat rekomendasi kepolisian untuk RS King Fahd direvisi.

 KJRI Jeddah© istimewa

Staf Fungsi Konsuler KJRI Jeddah, Abdullah Mochtar (Kiri) mendampingi HA saat proses pemakaman janinnya (KJRI Jeddah)

Jadilah HA bersama Abdullah menaiki ambulans datang ke kantor polisi untuk memohon revisi surat. Polisi membuat revisi surat itu lalu jenazah janin tersebut akhirnya bisa disimpan di RS King Abdulaziz.

" Lebih dari dua harian dan ekstra effort untuk mencari-cari data dukung, dan sempat ditolak oleh beberapa rumah sakit," ujar Koordinator Tim Pelayanan dan Perlindungan WNI (Yanlin) KJRI Jeddah, Safaat Ghofur.

Mengingat rumitnya proses pemakaman janin di Saudi, Konsul Jenderal RI Jeddah, Muhammad Hery Saripudin, mengajak WNI di Saudi untuk tidak menyepelekan masalah pernikahan. Apalagi sampai menikah dengan pasangan yang tidak memiliki status tinggal resmi di negeri orang.

" Tinggal tidak resmi, menikah tidak resmi, apalagi sampai punya anak dan meninggal, ribet mengurus pemakamannya. Jadi mohon jangan berpikir enaknya saja, pikirkan juga risikonya," kata Hery.

Setelah memakan waktu hingga dua hari untuk kelengkapan dokumen, akhirnya janin tersebut bisa ditetapkan meninggal secara wajar. Setelah itu, janin bisa dimakamkan di hari berikutnya.

5 dari 6 halaman

Habib Syech Isi Tausiyah Maulid Nabi di KJRI Jeddah, WNI Membludak

Dream - Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Gelaran yang dilaksanakan dengan menggandeng Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) mengundang ulama kenamaan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf sebagai penceramah.

Antusiasme Warga Negara Indonesia (WNI) mengikuti acara ini sangat besar. Itu terlihat dari membludaknya pengunjung melebihi kapasitas Balai Nusantara, Wisma Konjen RI Jeddah yang hanya mampu menampung 500 orang.

Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, mengajak hadirin untuk mencontoh perilaku Rasulullah Muhammad SAW. Terutama dalam hal mengubah pola pikir dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

 Shalawatan di Jeddah© istimewa

" Nabi Muhammad SAW membawa perubahan pola pikir, sikap dan mental, dari era jahiliah menuju zaman kemuliaan. Kesuksesan perubahan spektakuler yang dilakukan oleh Baginda Nabi dimulai dari perubahan akhlak dan karakter manusia," ujar Hery, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Senin 18 November 2019.

Sebelum menyampaikan tausiyah, Habib Syech menyampaikan terima kasih atas undangan dari Konjen RI Jeddah. Dia mengatakan cita-citanya melantunkan shalawat di Saudi terwujud lewat undangan tersebut.

" Baru kali ini saya bisa bershalawat di Arab Saudi, dan ini adalah cita-cita saya, ingin menebarkan shalawat ke seluruh dunia," kata Habib Syech.

 Shalawatan di Jeddah© istimewa

Habib Syech juga berpesan kepada WNI agar menjadi warga terbaik di manapun tinggal. Dia pun mengajak semua hadirin untuk selalu melantunkan shalawat.

" Jadilah kita sebagai orang-orang terbaik dan marilah kita memperbanyak membaca shalawat, karena kata Nabi, 'Orang yang banyak membaca shalawat kepadaku di hari kiamat nanti akan bersamaku'," ucap Habib Syech.

Lebih lanjut, Habib Syech mengimbau para WNI di Saudi untuk menjadi pribadi yang mengajak kepada kebaikan. Bahkan menjadi pelopor untuk menebar kebaikan.

" Perantau harus bisa menjadikan dirinya sebagai pelopor kebaikan, satu sama lain harus saling membantu dan menolong, bekerja sama yang baik, memberikan informasi yang benar dan bukan hoaks, dan jadilah orang yang baik di dunia yaitu orang yang selalu membuat orang lain bahagia," tutur Habib Syech.

6 dari 6 halaman

KJRI Jeddah Kenalkan Budaya Indonesia ke Anak Muda Saudi

Dream - Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi terjalin dengan begitu erat. Tidak hanya antarpemerintah namun juga masyarakat di kedua negara.

Untuk memperkuat hubungan tersebut, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah menggelar pameran budaya Wonderful Indonesia Week 2019. Acara ini terselenggara berkat kerja sama KJRI Jeddah dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Konjen RI, Mohammad Hery Saripudin, berharap event ini bisa memperkenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda Saudi.

 Pameran Budaya Indonesia di Saudi© istimewa

" Kalau kalangan pemuda Saudi semakin memahami kebudayaan Indonesia dan sebaliknya, hal itu akan meningkatkan pemahaman satu sama lain yang pada gilirannya akan semakin mempererat hubungan masyarakat kedua negara," ujar Hery melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Pameran budaya ini dibuka pada Kamis, 14 November 2019 ditandai dengan pemukulan gong. Hadir dalam pembukaan pameran ini Konjen Afghanistan, Konjen Jordan, Perwakilan Konsulat Maroko, Iraq, Algeria, Bangladesh dan India, Direktur Hubungan Kebudayaan Internasional, Kementerian Penerangan Arab Saudi, pengusaha dan media setempat.

 Pameran Budaya Indonesia di Saudi© istimewa

Pameran ini menyediakan sejumlah stan yang diisi oleh perwakilan tiap-tiap provinsi di Indonesia. Masing-masing provinsi menawarkan produk unggulannya mulai dari komoditas pangan hingga pariwisata.

Acara juga diisi dengan atraksi budaya. Di antaranya rampak kendang dari Jawa Barat.

Terdapat pula beberapa stan yang menawarkan kopi nusantara. Salah satu kopi yang disajikan yaitu Gayo.

Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna
Join Dream.co.id