Mendikbud Nadiem Keluarkan Kurikulum Darurat Dalam Kondisi Khusus

News | Jumat, 7 Agustus 2020 19:41
Mendikbud Nadiem Keluarkan Kurikulum Darurat Dalam Kondisi Khusus

Reporter : Ahmad Baiquni

Sekolah diberikan fleksibilitas menentukan kurikulum yang diperlukan siswa.

Dream - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan kurikulum darurat selama masa pandemi Covid-19. Kurikulum ini ditujukan bagi sekolah dengan kondisi khusus untuk memenuhi kebutuhan peserta didik.

" Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam konferensi pers virtual.

Kebijakan baru ini bertujuan memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.

Nantinya satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat tetap mengacu pada Kurikulum Nasional baik, menggunakan kurikulum darurat, atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

" Semua jenjang pendidikan pada kondisi khusus dapat memilih dari tiga opsi kurikulum tersebut," kata Nadiem.

Kurikulum darurat merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional. Pada kurikulum ini, Kemendikbud melakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

2 dari 4 halaman

Ada juga Modusl Pembelajaran Buat PAUD

Kemendikbud juga menyediakan modul-modul pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) yang diharapkan dapat membantu proses belajar dari rumah dengan mencakup uraian pembelajaran berbasis aktivitas untuk guru, orang tua, dan peserta didik.

" Dari opsi kurikulum yang dipilih, catatannya adalah siswa tidak dibebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan, dan pelaksanaan kurikulum berlaku sampai akhir tahun ajaran," ucap Nadiem.

Modul belajar PAUD dijalankan dengan prinsip " Bermain adalah Belajar" . Proses pembelajaran terjadi saat anak bermain serta melakukan kegiatan sehari-hari.

Untuk jenjang pendidikan SD modul belajar mencakup rencana pembelajaran yang mudah dilakukan secara mandiri oleh pendamping baik orang tua maupun wali.

" Modul tersebut diharapkan akan mempermudah guru untuk memfasilitasi dan memantau pembelajaran siswa di rumah dan membantu orang tua dalam mendapatkan tips dan strategi dalam mendampingi anak belajar dari rumah," terang Nadiem.

 

3 dari 4 halaman

Untuk membantu siswa terdampak pandemi dan berpotensi tertinggal, Nadiem mengimbau guru perlu melakukan asesmen diagnostik. Ini dilakukan di semua kelas secara berkala untuk mendiagnosis kondisi kognitif dan non-kognitif siswa sebagai dampak pembelajaran jarak jauh.

Asesmen non-kognitif ditujukan untuk mengukur aspek psikologis dan kondisi emosional siswa. Seperti kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa, kesenangan siswa selama belajar dari rumah, serta kondisi keluarga siswa.

Asesmen kognitif ditujukan untuk menguji kemampuan dan capaian pembelajaran siswa. Hasil asesmen digunakan sebagai dasar pemilihan strategi pembelajaran dan pemberian remedial atau pelajaran tambahan untuk peserta didik yang paling tertinggal.

 

4 dari 4 halaman

Relaksasi Buat Para Guru

Pemerintah juga melakukan relaksasi peraturan untuk guru dalam mendukung kesuksesan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

" Guru tidak lagi diharuskan untuk memenuhi beban kerja 24 jam tatap muka dalam satu minggu sehingga guru dapat fokus memberikan pelajaran interaktif kepada siswa tanpa perlu mengejar pemenuhan jam," kata Nadiem.

Lebih lanjut, Nadiem berharap kerja sama semua pihak dapat terus dilakukan. Orang tua diharapkan dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan proses belajar mengajar di rumah, guru dapat terus meningkatkan kapasitas untuk melakukan pembelajaran interaktif, dan sekolah dapat memfasilitasi kegiatan belajar mengajar dengan metode yang paling tepat.

" Kerja sama secara menyeluruh dari semua pihak sangat diperlukan untuk menyukseskan pembelajaran di masa pandemi Covid-19," terang Nadiem.

Join Dream.co.id