Kualitas Udara Jakarta Paling Buruk di Dunia

News | Selasa, 30 Juli 2019 14:00
Kualitas Udara Jakarta Paling Buruk di Dunia

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Jakarta menempati posisi teratas kota berpolusi di seluruh dunia.

Dream - Jakarta memiliki kualitas udara terburuk di dunia dalam dua hari terakhir. Penilaian itu didasarkan pada Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) AirVisual yang disusun pada Juni-Juli 2019.

Pelaksana Harian Deputi Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Nasrullah, mengatakan, pemeringkatan AQI AirVisual itu dilakukan setiap jam.

" Pada pagi hari biasanya KU Jakarta memang menurun drastis dan sering menembus peringkat satu. Akan tetapi hal tersebut tidak permanen dan berubah seiring waktu ketika menuju siang hingga malam," ujar Nasurullah dalam keterangan tertulisnya, Selasa 30 Juli 2019.

Di Jakarta, alat pengukuran kualitas udara terdapat di delapan lokasi, dengan konsentrasi PM2.5 (debu polutan berukuran ~2.5 mikron). Dari delapan lokasi itu, ada tiga alat pengukur instrumen berstandar internasional, yakni satu unit milik BMKG di Kemayoran dan dua unit lainnya milik Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Sementara, alat pengukur kualitas udara lainnya dimiliki oleh Greenpeace dan perseorangan. Alat tersebut menggunakan instrumen low-cost sensor.

2 dari 6 halaman

Jarak Pandang Hanya 5-7 Kilometer

Dengan kualitas udara di Jakarta yang buruk, BMKG mencatat pada Senin, 29 Juli 2019 jarak pandang terjauh tercatat sekitar 5-7 kilometer saja. Sementara kelembaban relative (RH) berkisar 70-85 persen.

BMKG mencatat jumlah polutan akan meningkat secara drastis pada pagi hari ketika masyarakat mulai beraktivitas. Polutan itu dihasilkan dari asap kendaraan bermotor.

Selain itu, meningkatnya jumlah polutan dibarengi dengan berbagai aktivitas proyek seperti pembangunan trotoar di beberapa titik di Jakarta serta pembangunan Light Rail Transit (LRT).

BMKG berharap pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama membersihkan udara. Dari sisi pemerintah, bisa memperbanyak ruang terbuka hijau dan menanam pohon yang dapat menghisap polutan.

Untuk masyarakat diharapkan mau berpindah ke moda transportasi umum. Selain itu juga mau melakukan penghijauan di lingkungannya.

3 dari 6 halaman

Jokowi Minta BMKG Blak-blakan Soal Kawasan Rawan Bencana

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tegas melarang pembangunan di sejumlah infrastruktur zona merah.

" Ini rawan gempa, lokasi ini rawan banjir. Jangan dibangun bandara, jangan dibangun bendungan, jangan dibangun perumahan," ucap Jokowi, dilaporkan Liputan6.com, Selasa, 23 Juli 2019.

Menurut Jokowi, BMKG harus menyampaikan setiap informasi yang dimiliki apa adanya. Informasi tersebut dibutuhkan agar setiap pembangunan dilakukan mengacu pada laporan BMKG.

" Kalau daerah-daerah rawan bencana ya tolong diberitahukan sampai ke daerah," ujarnya.

BMKG, lanjut presiden, harus tegas menyampaikan kerawanan suatu lokasi. Cara itu dibuat agar kesalahan jelang pembangunan dapat dikurangi.

" Tegas sampaikan. jangan sampai kita mengulang sebuah kesalahan yang jelas-jelas di situ jelas garisnya lempengan tektonik, kok dibangun perumahan besar," kata dia.

Jokowi juga meminta BMKG mengedukasi masyarakat secara instentif.

Selain itu, Jokowi juga meminta masyarakat tak mencuri atau merusak perlengkapan deteksi bencana milik BMKG.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)

4 dari 6 halaman

Kisah Sutopo Berjuang Kabarkan Bencana Saat Kanker Menyerang

Dream - Meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho menyisakan duka mendalam bagi rakyat Indonesia. Pria asal Boyolali, Jawa Tengah itu menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan akibat kanker paru-paru di Guangzhou, Tiongkok, pada Minggu, 7 Juli 2019 pukul 02.00 waktu setempat atau 01.00 WIB.

Kiprah Sutopo di dunia kebencanaan tidak bisa dianggap remeh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menjadi pusat informasi bencana yang di Indonesia bagi jurnalis hingga lembaga-lembaga dunia.

Divonis kanker stadium 4 pada Desember 2017 lalu tidak menyurutkan tekad Sutopo mengabarkan situasi bencana ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Dia terus memberikan perkembangan data bencana hingga dampak dan kondisi terkini dari para korban meski dalam fisik yang terus melemah.

Di waktu bersamaan, Sutopo juga mengazamkan diri untuk melawan segala bentuk hoaks atau kabar bohong seputar kebencanaan. Dia begitu sigap memberikan klarifikasi hingga membuat banyak unggahan media sosial untuk menangkal hoaks.

Semangat Sutopo muncul tidak lain dari motivasi ingin memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat. Dia amat mencintai pekerjaan dan berjuang dengan penuh ketekunan menjalankan amanah yang diemban.

5 dari 6 halaman

Innalillahi, Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia

Dream - Kabar duka kembali datang dari kalangan tokoh nasional. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, meninggal dunia di Guangzhou, Tiongkok, Minggu, 7 Juli 2019 dini hari.

Kabar ini disampaikan Direktorat Pengurangan Risiko Bencana (PRB) BNPB lewat Twitter.

" Telah meninggal dunia Bapak @Sutopo_PN, Minggu, 07 July 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/pukul 01.00 WIB. Mohon doanya untuk beliau," demikian tulis Direktorat PRB.

Sebelumnya, Sutopo divonis mengidap kanker paru-paru pada Desember 2017. Sejak itu, dia sering keluar masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan dan kemoterapi.

Namun demikian, Sutopo tidak pernah absen dari tugas. Meski tengah dirawat, pria asal Boyolali itu terus memberikan informasi mengenai bencana dan perkembangan proses penanganannya.

Pada Sabtu, 15 Juni 2019, Sutopo terbang ke Guangzhou untuk menjalani perawatan. Saat itu, sel kanker telah menyebar ke tulang dan organ tubuh lainnnya.

6 dari 6 halaman

Sutopo BNPB Berobat ke China: Mohon Dimaafkan Kesalahan dan Dosa Saya

Dream - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, pamit ke warganet. Melalui Instagram pribadinya, Sutopo mengatakan ingin menjalani pengobatan di Guangzhou, China.

"Hari ini saya ke Guangzhou untuk berobat kanker paru yang telah menyebar di banyak tulang dan organ tubuh," tulis Sutopo, Sabtu 15 Juni 2019.

Sutopo mengatakan, kanker paru-paru yang telah menyebar itu terasa sangat menyakitkan. Pada unggahan itu, dia juga meminta doa restu kepada warganet.

"Jika ada kesalahan mohon dimaafkan. Sekaligus saya dimaafkan atas kesalahan dan dosa," ucap dia.

      View this post on Instagram

Hari ini saya ke Guangzho untuk berobat dari kanker paru yang telah menyebar di bsnyak tulang dan organ tubuh lali. Kondisinya sangat menyakitkan sekali. . Saya mohon doa restu kepada kepada semua netizen dan lainnyanny. Jika ada kesalahan mohon dimaafkan. Sekaligus saya dimaafkan atas kesalahan dan dosa,. . Saya di Guangzho selama 1 bulan. Maaf jik tidak bisa menyampaikan info bencana dengan cepat. Mohon maaf ya

A post shared by Sutopo Purwo Nugroho (@sutopopurwo) on 

Sutopo akan menjalani pengobatan di Ghuangzhou selama satu bulan. Dia juga meminta maaf seandainya tidak bisa menyampaikan info bencana dengan cepat.

Warganet pun mendoakan agar pengobatan Sutopo berlangsung lancar dan segera sembuh. "Semangat pak. Tante saya sembuh 99% pulang dari sana. Yakin dan percaya itu adalah salah satu kuncinya," tulis akun @yohannestobing.

Akun @riniwulandarijatmiko berpesan, "Hati² ya mas.... Smg perjalanan lancar selamat sampai tujuan dan sgr mendaparkan kesembuhan."

"Semoga Allah memberi kemudahan dan mengangkat penyakit Bapak Aamiin Yaa Allah, selalu semangaat ya pak," doa akun @ifa3k_hidi.

Sementara, akun @wayan_ami berharap, "Semoga lekas sembuh pak. Dan tetap bersemangat."

Semoga cepat sembuh Pak Topo.

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id