Kota Bogor Kembali Berlakukan Ganjil Genap untuk Tekan Lonjakan Covid-19

News | Kamis, 17 Juni 2021 16:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Sistem ganjil genap diberlakukan akhir pekan nanti.

Dream - Kasus Covid-19 di Kota Bogor kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pemicunya antara lain mulai abainya masyarakat Kota Bogor dalam menerapkan protokol kesehatan,

Untuk menekan agar kasus Covid-19 tidak semakin meninggi, Kota Bogor akan kembali menerapkan sistem pengaturan lalu lintas ganjil genap. Sistem ini berlaku pada akhir pekan nanti.

" Kami akan melaksanakan ganjil genap kembali mulai hari Sabtu dan Minggu besok," ujar Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro.

Susatyo mengatakan akan ada lima check point kendaraan yang akan masuk Kota Bogor. Kelima check point tersebut berlokasi di pertigaan Baranangsiang, Jalan Pajajaran depan Restoran Bumi Aki, Air Mancur, Jembatan Merah, dan di Jalan Empang.

" Khusus untuk di Jalan Empang ini akan sekaligus dilakukan rekayasa lalu lintas, di mana akan diberlakukan satu arah dari Jalan Juanda menuju Empang," terang Susatyo.

Kota Bogor Kembali Berlakukan Ganjil Genap untuk Tekan Lonjakan Covid-19
Ilustrasi Ganjil Genap (Liputan6.com)
2 dari 6 halaman

Sanksi Putar Balik

Terkait sanksi, Susatyo menerangkan bentuknya akan sama dengan sistem ganjil genap sebelumnya. Kendaraan dengan pelat nomor tidak sesuai tanggal akan diputar balik.

Selanjutnya, Susatyo mengatakan sistem ganjil genap ini diberlakukan dengan tujuan mengurangi mobilitas warga dalam dan luar Kota Bogor. Diharapkan laju penyebaran Covid-19 yang kembali meninggi dapat ditekan.

Selain ganjil genap, Kota Bogor juga memperketat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di tingkat RT dan RW. Dua cara ini dijalankan bersamaan agar kasus Covid-19 bisa dikendalikan.

" Kami berharap pembatasan mikro dan makro bisa berjalan dengan baik," ucap dia, dikutip dari Liputan6.com.

3 dari 6 halaman

Kota Bogor Alami Lonjakan Covid-19, Simulasi Belajar Tatap Muka Dihentikan

Dream - Pemerintah Kota Bogor kembali memperketat PPKM mikro. Keputusan ini diambil menyusul terjadinya peningkatan jumlah kasus Covid-19 harian.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, mengatakan PPKM akan diberlakukan lebih ketat. Sedangkan tindakan terhadap pelanggaran juga akan dilakukan secara lebih tegas.

" Kita lihat warga sudah mulai merasa kondisi sudah seperti biasa sehingga banyak yang melanggar di atas jam operasional," ujar Bima.

Bima mengatakan sejumlah langkah akan diterapkan akibat adanya kenaikan kasus Covid-19. Apalagi, kata dia, Gubernur Ridwan Kamil sudah menetapkan Jawa Barat berstatus Siaga 1 Covid-19.

Salah satu langkah tersebut yaitu menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Sejak awal Juni, sejumlah sekolah di Kota Bogor sudah menggelar simulasi PTM.

Bima mengatakan sebenarnya simulasi PTM sejauh ini berjalan lancar. Tidak juga muncul keluhan maupun laporan mengenai terjadinya penularan Covid-19 dari kegiatan PTM terbatas.

" Tapi kondisinya sedang tidak biasa, makanya kami memutuskan untuk menghentikan dulu simulasi PTM," kata dia.

 

4 dari 6 halaman

Tambah Kapasitas Rumah Sakit

Kemudian, kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 ditambah seperti pada RSUD Kota Bogor dengan 100 tempat tidur khusus isolasi. Selain itu, kata Bima, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor juga akan menyiapkan sejumlah gedung milik institusi negara untuk dimanfaatkan sebagai pusat isolasi.

Kita menjajaki juga tempat isolasi tambahan selain di BPKP Ciawi. Jadi, ada satu lokasi yang sedang kita siapkan kalau terjadi lonjakan, pasien bisa dialokasikan ke tempat itu," kata dia.

Tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di Kota Bogor saat ini sudah mencapai 49 persen. Angka ini melonjak dari pekan sebelumnya yang hanya 20 persen.

" Sedikit lagi lewati ambang batas WHO (60 persen), tapi masih cukup rendah dibanding kota-kota lain di Jawa Barat," kata Bima.

Selain itu, vaksinasi juga agak digenjot sehingga bisa menjangkau lebih banyak warga. Khususnya kelompok lanjut usia yang saat ini tergolong masih rendah dari tingkat partisipasi vaksinasi.

" Stoknya (vaksin) masih ada tapi terbatas, saya akan minta ke Menkes untuk ditambahkan vaksin lagi," kata dia, dikutip dari Liputan6.com.

5 dari 6 halaman

Bandung Raya Status Siaga Satu Covid-19, Wisatawan Diminta Tak Berkunjung Dulu

Dream - Gubernur Jawa Barat menetapkan wilayah Bandung Raya dalam status Siaga 1 penyebaran Covid-19. Ini menyusul terjadinya lonjakan pada sejumlah parameter penanganan Covid-19.

" Wilayah Bandung Raya kami nyatakan sedang Siaga 1 Covid-19," ujar Ridwan, dikutip dari Liputan6.com.

Ridwan mengatakan sejumlah parameter mengalami kenaikan dalam beberapa hari belakangan seperti tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupation Rate/BOR) di ruang isolasi yang sudah menyentuh level 84,19 persen di Kota Bandung. Angka ini sudah melampaui ketetapan WHO maksimal 60-70 persen.

" Minggu ini dua wilayah besarnya yaitu KBB dan Kabupaten Bandung zona merah," kata Ridwan.

Untuk menekan agar penyebaran tidak meluas, Ridwan menginstruksikan diterapkannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro secara ketat. Praktik Work From Home harus dijalankan dengan porsi 75 persen dan 25 persen sisanya hadir di tempat kerja.

" Sekolah tatap muka juga ditunda dulu, ini sesuai instruksi dari Mendagri," kata dia.

6 dari 6 halaman

Wisatawan Tak Boleh Masuk Bandung Raya

Selain itu, Ridwan juga melarang wisatawan masuk ke Bandung Raya untuk sementara waktu. Minimal tujuh hari ke depan hingga terdapat pengumuman selanjutnya.

" Wisatawan yang mayoritas dari Jabodetabek kami minta untuk tidak datang selama tujuh hari ke depan ke Bandung Raya, khususnya pariwisata yang memang selalu ramai ada di KBB dan Kabupaten Bandung. Kami imbau destinasi wisata untuk ditutup sementara," kata dia.

Ridwan juga menyatakan saat ini pihaknya sedang menarik rem darurat untuk mengendalikan situasi. Ini dipicu meningkatnya kasus Covid-19 di Jawa Barat khususnya Bandung Raya usai lebaran 2021.

" Kondisi Siaga 1 ini mohon dipahami secara jelas, kami sedang menarik rem darurat untuk mengendalikan situasi yang memang terbukti oleh mudik libur panjang yang menghasilkan lonjakan kasus," kata dia.

Join Dream.co.id