Korban Terdampak Gempa Butuh Perlengkapan Tidur

News | Sabtu, 3 Agustus 2019 10:51
Korban Terdampak Gempa Butuh Perlengkapan Tidur

Reporter : Maulana Kautsar

Warga masih banyak yang mengungsi.

Dream - Gempa Banten dengan kekuatan 6,9 magnitudo membuat kamar depan rumah milik Nurhayati rusak. Rumah warga Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten itu nyaris roboh.

" Ini saja kamar depan hancur. Kamar ini (kamar keduanya) retak-retak itu alasnya," kata Nurhayati, dilaporkan Liputan6.com, Sabtu, 3 Agustus 2019.

Nurhayati mengatakan, saat malam kejadian, dia bersama keluarganya berada di ruang tengah. Keluarga itu sedang asyik menonton televisi.

Tiba-tiba gempa Banten terasa kuat mengguncang. Dia dan keluarganya berlari ke luar rumah.

" Awalnya pelan, terus langsung kenceng. Kaget, makanya keluar rumah," ucap dia.

Rumah milik Rusmiyati juga mengalami kondisi yang sama. Rumah bagian depan hancur. Batu bata dan tiang cor hancur. Reruntuhan menutupi kasur dan lemari plastik.

Hingga saat ini Rusmiyati belum mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang. Barang yang mendesaak saat ini yaitu perlengkapan tidur.

" Semua butuh sih yah. Tapi kalau bisa kasur dulu," ujar dia.

 

2 dari 6 halaman

Bantuan Logistik Belum Tiba

Anggota Polsek Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Bripda Catur Andi Prajoko mengatakan, saat ini belum ada posko pengungsian dan dapur umum di lokasi terdampak gempa Banten.

" Sampai semalam bantuan logistik belum ada. Paling dibutuhkan (perbaikan) tempat tinggal, tempat tidur, kebanyakan kamar juga kena, kasurnya enggak bisa dipakai lagi," kata Catur.

Catur mengatakan, banyak warga mengungsi ke rumah saudara atau tetangga yang rumahnya tak rusak.


Sumber: Liputan6.com/Yandhi Deslatama

3 dari 6 halaman

Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Banten, Potensi Tsunami Maksimal Capai 3 Meter

Dream - Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang sejumlah wilayah di Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Lampung. Gempa tektonik tersebut berpusat di Samudera Hindia Selatan Jawa.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, menjelaskan gempa tersebut terletak pada koordinat 7.54 LS dan 104.58 BT tepatnya di laut pada kedalaman 10 kilometer.

Rahmat mengatakan, potensi gempa ini memiliki status ancaman siaga di Pandeglang Bagian Selatan. Ketinggian maksimal tsunami diperkirakan 3,0 meter.

Pandeglang Pulau Panaitan dengan status ancaman siaga. Ketinggian maksimal tsunami 3,0 meter. " Lampung-Barat Pesisir-Selatan dengan status ancaman siaga, ketinggian maksimal 3,0 meter," ujar dia.

Pandeglang Bagian Utara dengan status ancaman waspada. Potensi ketinggian maksimal tsunami mencapai 0,5 meter.

 

4 dari 6 halaman

Video Kepanikan Warga Saat Gempa Magnitudo 7,4

Dream - Gempa Magnitudo 7,4 melanda perairan Banten, Jumat 2 Agustus 2019. Getaran terasa hingga sejumlah daerah di sebagian Pulau Jawa dan Sumatera.

Kepanikan terjadi di sejumlah tempat. Banyak masyarakat berhamburan, berusaha keluar gedung.

Seperti yang terjadi di Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Para pengunjung dan staf bandara berlari, berusaha keluar menuju ruang terbuka.

Demikian pula yang terjadi di pusat perbelanjaan Mall Cipinang Indah. Para pengunjung segera turun lewat eskalator untuk mengindari kemungkinan buruk yang terjadi.

Sementara di Pantai Anyer, gelombang laut mulai naik ke daratan. Warga pun berusaha mengungsi ke tempat lebih tinggi.

5 dari 6 halaman

BMKG Tunggu Tsunami Banten Sampai Pukul 21.35 WIB

Dream - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyebut belum menghentikan status ancaman tsunami.

Untuk itu, Dwikorita mengimbau masyarakat agar menjauh dari pantai. " Dan menuju ke tempat yang lebih tinggi," kata Dwikorita, Jumat, 2 Agustus 2019.

Dwikorita mengatakan, dalam pantauan BMKG, tsunami diperkirakan tiba pukul 19.35 WIB. Tetapi, meski saat ini belum ada laporan mengenai tsunami, BMKG masih menunggu.

Dwikorita mengatakan, akan terus menunggu kedatangan tsunami. 

" Masih mungkin terjadi fenomena yang tidak terduga. Sesuai SOP, kami menetapkan potensi tsunami dua jam pada kedatangan terakhir 19.35," kata dia. Artinya, BMKG menunggi sampai sekitar pukul 21.35 WIB. 

 

6 dari 6 halaman

Gempa Banten 7,4 Tak Pengaruhi Aktivitas Pelabuhan Merak

Dream - Gempa bumi kembali melanda Indonesia. BMKG mencatat adanya gempa magnitudo 7,4 pukul 19.03 WIB di perairan Banten dengan kedalaman 10 Kilometer.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Imelda Alini, mengatakan gempa tidak berdampak pada Pelabuhan Merak. Hingga saat ini, operasional pelabuhan tetap berjalan.

" Operasional Pelabuhan dan kapal tetap berjalan normal," ujar Imelda melalui keterangan tertulis.

Imelda mengatakan pasca gempa pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah lembaga. Seperti BMKG, Basarnas, BPTD, KSOP, KSKP, Pol Air, Lanal Banten.

" Kami terus berkoordinasi dan tetap memonitor serta terus mengamati kondisi pasang surut air secara langsung dan sebagainya untuk memastikan kondisi tetap aman untuk aktivitas penyeberangan," kata Imelda.

5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin
Join Dream.co.id