Korban Banjir NTT Dapat Rp500 Ribu untuk Sewa Hunian

News | Kamis, 8 April 2021 10:00
Korban Banjir NTT Dapat Rp500 Ribu untuk Sewa Hunian

Reporter : Ahmad Baiquni

Para korban tidak perlu tinggal di posko pengungsian sehingga potensi penyebaran Covid-19 bisa dicegah.

Dream - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengupayakan para korban banjir bandang di Nusa Tenggara Timur tidak berada di posko pengungsian untuk mencegah potensi terjadinya penularan Covid-19.

Sebagai solusinya, kata Doni, disediakan dana bantuan hunian sebesar Rp500 ribu perbulan untuk tiap keluarga untuk menyewa rumah.

" Penting bagi kita untuk memperhatikan kondisi tenda pengungsi yang sempit sehingga menjadi potensi penularan Covid-19. Untuk itu BNPB dan Pemerintah Provinsi NTT akan memberikan ini," ujar Doni, di laman BNPB.

Doni berharap masyarakat dapat tinggal di hunian milik keluarga yang tidak terdampak Covid-19. Dengan begitu, potensi kerumunan di pengungsian bisa dicegah.

2 dari 2 halaman

Didata Dulu

Warga dengan rumah rusak akibat bencana, kata Doni, akan didata terlebih dulu oleh pemerintah daerah setempat. Setelah itu, data diajukan kepada BNPB.

" Warga yang rumahnya rusak dan tidak bisa dihuni akan didata terlebih dahulu oleh pemerintah daerah setempat, seperti pengumpulan nama, KTP, dan persyaratan lainnya," kata dia.

Setelah terkumpul dan terverifikasi, BNPB segera menyalurkan bantuan dana tersebut kepada penerima. Dengan begitu, korban banjir bisa segera mencari hunian sementara.

" Hal ini semata dilakukan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, kerumunan warga yang ada dalam tenda pengungsian harus dihindari," ucap Doni.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id