Kontroversi, Ustaz Malaysia Singgung Musibah Band Seventeen

News | Minggu, 30 Desember 2018 10:03
Kontroversi, Ustaz Malaysia Singgung Musibah Band Seventeen

Reporter : Maulana Kautsar

Para pengikut mengkritik sang ustaz.

Dream - Seorang pendakwah asal Malaysia, Ustaz Ahmad Dusuki, membuat kontroversi di salah satu unggahannya sehari setelah terjadinya tsunami Selat Sunda di Pantai Carita, Banten.

Dalam unggahan di Instagram miliknya @ustazahmaddusuki, dia menulis mengenai kondisi musibah saat gelaran acara family gathering terjadi.

"Bayangkan kematian menyentap saat sedang begini? Inilah yang terjadi kepada kumpulan rock Seventeen yang sedang membuat penampilan saat tsunami terjadi," tulis Dusuki, Jumat, 28 Desember 2018.

Setelah kalimat itu, Dusuki menyebut korban jiwa yang terus bertambah pada musibah itu. Dia kemudian menasihati pengikutnya untuk tak berbuat maksiat.

"Usahlah melakukan maksiat!!! Karena maksiat itu menarik azab," ujar dia.

Dusuki kemudian menambahkan rekening sejumlah bank untuk berdonasi.

 
 
 
View this post on Instagram

Bayangkan kematian menyentap saat sedang begini?.. inilah yang terjadi kepada kumpulan rock seventeen yang sedang membuat persembahan pada malam tsunami menyentap!!.. angka kematian bencana tsunami di pantai selat sunda (di antara kepulauan sumatera dan jawa) hgga kini meningkat kpd 150 org serta mencederakan 600 orang. Usahlah melakukan maksiat!!! kerana maksiat itu menarik azab... Bagi yang ingin menyumbang untuk tsunami di Palu bagi pembinaan masjid bolehlah di bank inkan ke akaun MATAN untuk di salurkan ke sana. CIMB MATAN CENTRE 8602618497 MAYBANK MATAN CENTRE 562106669048 BIMB MATAN CENTRE- 12038010119044 (MATAN :Maahad Tahfiz An Nabawi) https://www.billplz.com/MATAN2019

A post shared by Ustaz Ahmad Dusuki (@ustazahmaddusuki) on

Beberapa warganet mengkritik unggahan Dusuki tersebut. Akun @keyn89 misalnya, meminta Dusuki menghapus unggahan itu karena bertendensi mempermalukan korban.

"Kamu seharusnya bisa berbuat lebih baik atau jangan-jangan karena sudah merasa menjadi ustaz kamu sudah masuk surga. Jadi kamu yang tentukan siapa yang khusnul khotimah ataupun tidak? Berhentilah bekerja layaknya Tuhan," tulis @keyn89.

Sementara itu, akun @mel_kamelia berharap Dusuki tak mengucapkan kalimat itu. "Ustaz jaga perasaan keluarga. Bukankah Nabi Muhammad SAW juga melakukan serupa," ujar @mel_kamelia.

"Kamu tak punya hak untuk berkomentar. Bukan karena kau seorang ustaz terus dapat mempermalukan yang meninggal. Tugasmu adalah mengajarkan tentang Islam, bukan membuat orang merasa malu," tulis @fuurubasuto.

2 dari 6 halaman
Tunangan, Jessica Iskandar Siap Nikah April 2020?
Join Dream.co.id