Kontrak Layanan Transportasi Jemaah Haji Indonesia Sudah Beres

News | Selasa, 7 Mei 2019 19:00
Kontrak Layanan Transportasi Jemaah Haji Indonesia Sudah Beres

Reporter : Maulana Kautsar

Kemenag meminta sopir dari Indonesia.

Dream - Proses penyediaan layanan transportasi untuk jemaah haji Indonesia di Arab Saudi telah sampai fase akhir. Sebanyak delapan perusahaan akan melayani angkutan antar kota dan bus sholawat.

Ada beberapa rute perjalanan antar kota perhajian, yaitu, Madinah ke Mekah, Jeddah ke Mekah, Mekah ke Madinah, dan Mekah ke Jeddah.

Sementara itu, ada enam perusahaan bus yang akan dioperasikan untuk melayani jemaah haji Indonesia dalam perjalanan antar kota perhajian, yaitu: Hafil, Rawahil Al Mashaer Co, Abu Sarhad, Durrat Al Munawwarah Transport Co, Al Massa Al Mutamayezh Transport, Rabitat Makkah Co. 

Adapaun bus sholawat adalah layanan bus pergi pulang dari hotel ke Masjidil Haram, Mekah. Bus ini akan disiapkan oleh dua perusahaan bus yaitu, Saptco dan Rawahil Armada. Sebanyak 448 bus disiapkan per harinya.

Konsul Haji, Endang Jumali mengingatkan perwakilan perusahaan transportasi agar menyediakan pengemudi bis yang ramah dan juga pelayanan yang baik.

“ Apabila ada kesulitan dan memerlukan bantuan dari kami silakan (hubungi kami, red). Kami ada kantor di Mekah dan Madinah sehingga kami bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah yang anda hadapi,” kata Endang, melalui keterangan tertulisnya, Senin, 6 Mei 2019.

Endang menegaskan, seluruh bus yang digunakan untuk melayani jemaah haji Indonesia dalam kondisi terbaik.

2 dari 2 halaman

Sopir Jangan Minta Uang Tip

Meski demikian, Endang melarang awak perusahaan transportasi memungut uang kepada jemaah.

“ Kami melarang pungutan dalam bentuk apapun dan kami juga tidak memungut uang. Dan kami tidak mengharapkan apapun dari kalian (gratifikasi) dan ini yang kami larang keras,” ucap dia.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis, mengatakan, perusahaan juga menyediakan pengemudi yang berasal dari Indonesia. Permintaan ini demi memudahkan jemaah untuk berkomunikasi.

“ Kami minta supir orang Indonesia sehingga bisa mudah berkomunikasi dengan Jemaah. Dan juga anda larang supir bis minta uang tip kepada Jemaah,” ucap Sri Ilham Lubis.

Terkait
Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting
Join Dream.co.id