Aksi Menyentuh Kondektur Kereta Api Gendong Nenek Seberangi Rel

News | Sabtu, 18 Januari 2020 17:00
Aksi Menyentuh Kondektur Kereta Api Gendong Nenek Seberangi Rel

Reporter : Maulana Kautsar

Aksi heroik ini mendapat pujian dari warganet.

Dream - Pekerja transportasi umum kerap tak mendapat perhatian lebih. Umumnya, orang hanya bertanya mengenai tujuan dan posisi bus atau kereta yang ingin ditumpangi.

Tapi, aksi para petugas kereta di Bangkok, Thailand, ini membuat warganet punya pandangan lain mengenai pekerja transportasi publik.

Dilaporkan World of Buzz, seorang kondektur kereta menggendong nenek yang ingin menyeberangi rel kereta. Dilaporkan, sang nenek berangkat dari Hat Yai ke Ratchaburi.

Kondektur kereta awalnya hanya memperhatikan sang nenek itu kesulitan turun dari kereta. Tapi, karena mulai khawatir keselamatan perempuan tua itu, sang kondektur mengambil langkah cepat.

 Kondektur menolong nenek saat turun dari kereta© Facebook

Dia segera menawarkan jasanya. Dengan heroik kondektur itu mengangkat tubuh sang nenek. Menggendongnya, dari tangga, ke jalan setapak yang aman.

Seorang anggota staf layanan kereta api muda lainnya juga bergegas untuk membantu wanita tua itu untuk membantu mengangkut barang bawaannya ke peron.

Banyak netizen tersentuh pemandangan yang menghangatkan hati itu, memuji kondektur kereta atas kebaikan mereka, melampaui apa yang dituntut pekerjaan mereka dari mereka.
Beberapa bahkan menyebut mereka sebagai panutan bagi kaum muda masyarakat.

2 dari 6 halaman

Istri Telah Tiada, Tukang Tambal Ban di Cianjur Kerja Sambil Gendong Anak

Dream - Kisah sedih dapat ditemukan di mana-mana. Diunggah akun Instagram @ndorobeii, ada kisah seorang lelaki penambal ban yang menggendong anaknya di sekitaran Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Rancaagong, Cianjur.

Lelaki tersebut tengah menggendong anaknya dengan kain agar tidak terjatuh.

"Berbekal kain, anaknya digendong bapak ini saat bekerja, bahkan sampai tertidur lelap," tulis akun @ndorobeii seperti diakses Dream, Senin, 18 November 2019.

Dilaporkan si pemilik akun, bapak tukang tambal ban itu membawa buah hatinya bekerja karena istrinya telah meninggal dunia tiga bulan lalu karena sakit.

"Di saat perhatian lebih dari seorang ibu, saat usianya beranjak besar, takdir berkata lain, ibunya meninggal," kata akun tersebut.

      View this post on Instagram

Kisah pilu harus dihadapi bapak satu ini, beliau yang berprofesi sebagai tukang tambal ban kini harus mengasuh anak perempuannya seorang diri, dengan berbekal kain, anak bapa satu ini pun digendongnya saat bekerja bahkan sampai tertidur lelap . Di saat butuh perhatian lebih dari seorang ibu saat usianya beranjak besar, takdir berkata lain, ibunya meninggal kurang lebih 3 bulan lalu karena sakit dan meninggalkan malaikat kecil serta bapaknya tersebut ???? . ???? Lokasi beliau ada di Jln. Kh. Abdullah Bin Nuh, Rancagoong cianjur(samping penjual es kelapa), sekitaran TW Hotel . . Bismillah, untuk warga Cianjur dan orang - orang baik lainnya, bila melewati jalur tersebut bisa isi angin atau berikan sedikit bantuan untuk keluarga kecil ini. . Source: @elsabanafe @visitcianjur -

A post shared by NDOROBEII (@ndorobeii) on

Dalam video itu terlihat, meski harus menggendong anak, bapak tersebut nampak tak kesulitan melakukan pekerjaan.

Warganet pun segera meminta akun @ndorobeii membuka donasi untuk membantu sang bapak penambal ban.

"Ndoro lekas open donasi, kasihan bapaknya, setidaknya bikin tempat kerjanya lebih bagus, biar anaknya juga bisa istirahat yang nyaman, bapaknya juga bisa istirahat dengan nyaman, gak tega beneran," tulis seorang warganet.

"Bersyukurlah kita semua dengan apa yang kita punya saat ini. Masih bisa makan enak, tidur di tempat yang empuk, masih bisa main sosmed. Bekerja di tempat yang layak. Jangan banyak mengeluh. Masih banyak yang lebih susah daripada kita. Semoga sehat selalu Bapak," tulis yang lain.

"Respect Pak beliau lebih milih kerja keras daripada meminta-minta. Aku yakin kelak anak Bapak akan memuliakan Bapak dan berhasil jadi orang sukses," kata yang lain.

3 dari 6 halaman

Mengharukan, Pengantin Beli Gaun Murah Biar Tunawisma Tak Malu Datang ke Resepsi

Dream - Ada banyak cara untuk berbagi kebahagiaan. Sepasang pengantin di Singapura, Peng Cheng Yu dan Abraham Yeo mengundang para tunawisma ke acara pernikahannya.

Alih-alih memilih untuk pernikahan mewah dengan gaun pesta mewah di tempat bergengsi, pasangan ini memilih menggelar resepsi bergaya karnaval dengan sajian makanan prasmanan. Alasan pernikahan ini muncul karena mereka ingin berbagi rasa pada teman-teman gelandangan ini.

 Pasangan yang mendidikasikan diri untuk kaum tak berpunya© World of Buzz

Para tunawisma tersebut merupakan teman-teman Abraham yang berasal dari program pelayanan untuk kaum tak berpunya.

Pada awalnya, ketika Abraham memberikan kartu undangan, para tunawisma ini ragu-ragu hadir. Alasannya, mereka merasa tak punya pakaian yang cocok untuk acara tersebut.

" Mereka merasa malu dan bagi kita yang tidak pernah kekurangan pakaian, kita tidak akan pernah mengerti perasaan itu," kata Abraham, dilaporkan World of Buzz, Jumat, 15 November 2019.

4 dari 6 halaman

Gaun Pengantin yang Murah

Pasangan itu ingin memberi mereka pakaian untuk pernikahan tetapi anggaran yang disiapkan sudah maksimal. Untungnya, seorang teman menawarkan akan mengajak belanja dan membayar pakaian para tunawisma.

Di pesta pernikahan, semua orang tampak begitu bahagia. Para tunawisma membaur. Teman-teman pasangan ini secara sukarela menjadi pekerja karnaval dan fotografer.

Cheng Yu juga menginginkan pernikahan sederhana ini. Dia sangat sadar anggaran. Dengan alasan itu, dia membeli gaun pengantin dari situs jual beli, bukan dari butik.

5 dari 6 halaman

Bulan Madu di Gang Kumuh

Abraham menceritakan, ide pernikahan ini muncul ketika menjalani pelayanan gereja ke Jepang. Di Negeri Sakura, dia melihat para gelandangan berjuang untuk mencari makan.

Dia sendiri memiliki anggaran yang ketat, tetapi dia ingin melakukan sesuatu untuk mereka. Untungnya saat itu, seorang pendeta memberinya segumpal roti. Ketika kembali ke Singapura, dia mendirikan pelayanan dan bertemu istrinya di salah satu kegiatan yang mereka selenggarakan

Sekarang, setelah pernikahan, mereka memilih Jepang sebagai tempat bulan madu. Lagi-lagi bukan tempat biasa yang dipilih. Mereka mengunjungi daerah kumuh dan gang-gang belakang.

6 dari 6 halaman

Saat Pesta Pernikahan Memutar Lagu Cadas!

Dream - Acara pernikahan tentunya identik dengan lagu-lagu romantis, namun pernikahan satu ini tampaknya ingin keluar dari stereotipe itu.

Bagaimana tidak, alih-alih memasang lagu bertema cinta, resepsi pernikahan ini malah memutar lagu beraliran metal!

Lagu yang diputar pada resepsi pernikahan Adam Schwartz dan Katherine P-G itu merupakan lagu populer dari band thrash metal Amerika Serikat, Slayer.

Melansir Metal Sucks, pada awalnya pesta berjalan normal seperti pada umumnya. Namun kemudian, pasangan ini menginginkan sesuatu yang " spesial" untuk mengakhiri pesta.

Saat itulah sang suami yang juga seorang metalhead minta kepada DJ untuk diputarkan lagu " Raining Blood"  dari Slayer.

Terlihat dari rekaman video dimana para tamu yang awalnya kalem, mendadak moshing dan menjadi liar usai lagu diputar.

Bahkan, si pengantin wanita sampai terlempar keluar dari kerumunan karena terdorong-dorong. Ia pun terlihat sedikit shock.

Untungnya, nggak ada yang terluka dalam moshing dadakan ini. Pengantin dan tamu undangan pun kembali gembira dan tertawa bersama setelah melihat rekaman tersebut.

Join Dream.co.id