Kompolnas Soroti Tamu Undangan Pesta Nikah Perwira Polisi dan Selebgram

News | Jumat, 3 April 2020 19:20
Kompolnas Soroti Tamu Undangan Pesta Nikah Perwira Polisi dan Selebgram

Reporter : Maulana Kautsar

Banyak perwira polisi yang bisa kena pelanggaran.

Dream - Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas) Andrea Poeloengan menyoroti tamu undangan pernikahan Kompol Fahrul Sudiana dan selebgram Rica Andriani.

Salah satu tamu undangan yang terpantau menghadiri acara resepsi yaitu Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

Menurut Andrea, dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan, maklumat bukan termasuk sebagai peraturan perundang-undangan.

" Maka tidak hanya Kapolsek saja seharusnya yang dikenai saksi kode etik atau disiplin, tetapi seluruh anggota atau pejabat Polri yang hadir tanpa kecuali wajib diperiksa Propam dan segera disidangkan tidak dalam waktu yang lama," kata Andrea, dilaporkan Liputan6.com, Jumat,3 April 2020.

Andrea menyebut, selain Wakapolri, beberapa tamu undangan lain yang hadir misalnya Kanit Intel, Kapolsek, dan Kasat Intel yang wilayah lokasi tempat pesta harus diperiksa.

" Karena mengapa tidak mencegah sebelumnya dengan membatalkan izin keramaian serta membubarkan pesta tersebut," ucap dia.

Andrea mengatakan, Maklumat Kapolri bukan perintah sembarangan. Sebab, perintah itu keluar dari pimpinan tertinggi dari Polri dan Korps Bhayangkara.

Makanya jika bicara etis dan kepatutan, siapapun sepanjang mereka anggota atau pejabat Polri dalam konteks kode etik dan disiplin Polri, wajib tunduk mutlak tanpa kecuali terhadap maklumat tersebut.

Jika terbukti melanggar, bagi saya jika di hukum demosi atau pemberhentian dengan tidak hormat, adalah hal yang wajar,"  ucap dia.

2 dari 5 halaman

Gelar Pesta Nikah di Tengah Wabah Corona, Kapolsek Kembangan Dimutasi

Dream - Pernikahan Kapolsek Kembangan, Kompol Fahrul Sudiana dan selebgram Rica Andriani berbuntut panjang. Fahrul dimutasi dari jabatannya karena melanggar Maklumat Kapolri mengenai kebijakan penanganan penyebaran virus corona.

" Berdasarkan perintah Kapolda Metro Jaya sejak hari ini yang bersangkutan dimutasikan ke Polda Metro jaya sebagai analis Kebijakan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Kamis, 2 April 2020.

Yusri mengatakan, keputusan mutasi muncul setelah Fahrul menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Metro Jaya. Fahrul dinyatakan telah melanggar disiplin dan maklumat Kapolri.

" Dalam hal ini maklumat Kapolri tidak hanya berlaku untuk masyarakat saja, tapi berlaku juga untuk anggota Polri dan keluarganya, jadi kalau ada yang tidak menaati maka siapapun itu harus siap dengan segala konsekuensinya," kata dia.

3 dari 5 halaman

Pesta Nikah Perwira Polisi dan Selebgram, Ini Kata Polda Metro

Dream - Pernikahan selebgram cantik Rica Andriani dengan seorang perwira polisi Fahrul Sudiana menjadi pembicaraan warganet.

Di saat banyak anggota polisi lain membubarkan resepsi pernikahan dengan banyak tamu undangan, Fahrul dan Rica menggelar pesta pernikahan. 

Foto-foto pernikahan Fahrul juga muncul di akun Instagram @ricafahrulstry_. Foto resepsi pernikahan itu tampak diunggah pada tanggal 22 Maret 2020.

"Alhamdulillah semua acara berjalan dengan lancar. Semoga semua doa baik yang dipanjatkan untuk kalian berdua semua dijabah oleh Allah SWT dan kalian menjadi keluarga yang samawa. Amin," tulis akun tersebut.

Pernikahan Fahrul© Istimewa

 

Ijab kabul pernikahan keduanya sempat diunggah akun @lambe_turah dan ramai dibahas netizen. 

 

      View this post on Instagram

. Selamat yaaa mba rica andriani dan suami udah saaaah . Semoga samawa ya mbak Langgeng selalu ????????

A post shared by OFFICIAL LAMBE TURAH ENTRNT (@lambe_turah) on 

Dari komentar warganet, banyak yang mencaci dan mengkritik mengapa menggelar pernikahan di tengah wabah corona. Tapi ada pula yang membela.

4 dari 5 halaman

Tanggapan Polda Metro

Seperti diketahui, tiga hari sebelum pernikahan ini digelar, Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan maklumat tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona, Covid-19. 

Dia meminta, kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik di tempat umum dan di lingkungan sendiri ditiadakan. Maklumat bernomor Mak/2/III/2020 ini diteken langsung oleh Idham pada Kamis, 19 Maret 2020.

 Pernikahan Fahrul© Istimewa

Idham memerintahkan kegiatan sosial, budaya, keagamaan, aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan sejenisnya ditiadakan. 

Perintah ini termasuk pelarangan kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga. 

Menanggapi pesta pernikahan perwira polisinya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengaku akan memeriksa kembali informasi ini. " Saya cek dulu ya," kata Yusri kepada Dream.co.id.

5 dari 5 halaman

Polisi Setop Resepsi Nikah, 4 Bus Tamu Undangan Dicek Kesehatan

Dream - Imbauan pemerintah untuk menjaga jarak nyatanya masih kerap dilanggar. Baru-baru ini Polresta Banyumas menemukan gelaran hajatan yang masih digelar di wilayah hukumnya.

Untuk menghindari penyebaran corona, Polresta Banyumas menyetop gelaran pernikahan di Gang 4, Jalam Overste Isdiman, Purwokerto, Jawa Tengah.

Upaya penghentian itu untuk menindaklanjuti laporan warga karena ada rombongan tamu sebanyak empat bus dari Wonogiri dan Solo, yang berjumlah 200 orang.

Polisi segera melarang tamu lain masuk ke lokasi hajatan dan tamu di lokasi hajatan dilarang ke luar sebelum sterilisasi selesai.

" Alhamdulillah, hasil pemeriksaan suhu badan, tamu sehat semua," kata Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka, diakses dari Liputan6.com, Senin,23 Maret 2020.

Sterilisasi dilakukan oleh pihak kepolisian, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI). Selain itu, tamu undangan juga mendapat pengecekan kesehatan dari tim medis.

" Kita semua tahu Solo daerah epidemis. Kita lakukan penyemprotan terhadap bus, para pengunjung, dan wilayah sekitar," ujar dia.

Sebelum melakukan penyemprotan pihak kepolisian memberikan pengertian dan edukasi kepada tuan rumah dan tamu undangan. Upaya itu bukan tindakan tegas kepolisian, namun sebagai langkah waspada agar terhindar dari wabah virus Corona Covid-19.

Usai hajatan selesai, Polresta Banyumas mengawal rombongan tamu undangan ke daerah perbatasan. Pengawalan dilakukan berantai oleh petugas kepolisian di masing-masing kabupaten yang dilewati.

" Kita antar sampai perbatasan, kemudian dikawal berantai oleh kepolisian masing-masing wilayah dari Kebumen sampai wonogiri. Sehingga diharapkan tidak ada pemberhentian-pemberhentian lain," kata dia

Sumber:  Liputan6.com/Galoeh Widura

Join Dream.co.id