Pria di Jakarta Meninggal Usai Vaksin AstraZeneca, Cek Faktanya!

News | Senin, 10 Mei 2021 17:18
Pria di Jakarta Meninggal Usai Vaksin AstraZeneca, Cek Faktanya!

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) menjelaskan soal adanya laporan tersebut.

Dream - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) mendapatkan laporan seorang anak muda asal Jakarta, Trio Fauqi Virdaus meninggal dunia sehari setelah menerima vaksinasi Covid-19 merk AstraZeneca. Hingga kini, penyebab meninggalnya Trio masih didalami.

Komnas KIPI sedang melakukan pengkajian atas kasus meninggalnya Trio. Hasil kajian sementara, belum cukup bukti bahwa Trio meninggal karena vaksin AstraZeneca.

" Internal Komnas kemarin sore menyimpulkan bahwa belum cukup bukti untuk mengaitkan KIPI ini dengan imunisasi," kata Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari, Senin 10 Mei 2021.

Lantaran belum cukup bukti, Komnas KIPI melakukan investigasi lebih lanjut terhadap kasus meninggalnya pemuda asal Buaran, Jakarta itu. Investigasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Komda KIPI DKI Jakarta.

" Masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut," ujarnya.

2 dari 5 halaman

Kronologi

Hindra menjelaskan, berdasarkan laporan yang masuk, Trio Fauqi Virdaus meninggal dunia pada Kamis, 6 Mei 2021. Pria berusia 22 tahun itu meninggal setelah disuntik vaksin AstraZeneca pada Rabu, 5 Mei 2021.

Usai mendapatkan vaksin AstraZeneca, Trio Fauqi Virdaus merasa demam. Kondisinya kemudian melemah dan masih mengalami demam hingga Kamis.

" Almarhum dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 12.30 WIB," jelasnya.

 

3 dari 5 halaman

Masih Menunggu Hasil Investigasi

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengaku turut berduka atas meninggalnya Trio Fauqi Virdaus. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Widyawati mengatakan, pihaknya menunggu hasil akhir dari investigasi yang dilakukan Komnas KIPI.

Dia memastikan, Komnas KIPI adalah lembaga kredibel dan independen yang memiliki fungsi dalam mengawasi pelaksanaan vaksinasi khusus untuk kejadian ikutan pasca imunisasi.

" Hingga saat ini, berdasarkan data Komnas KIPI belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Dalam beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi Covid-19 adalah karena penyebab lain, bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya," kata Widyawati.

Sumber: merdeka.com

4 dari 5 halaman

PBNU: Vaksin AstraZeneca Mubah, Karena Tak Berbahaya dan Suci

Dream - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, menerbitkan fatwa terkait status hukum penggunaan vaksin AstraZeneca.

Dalam fatwa Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pandangan Fikih Mengenai Penggunaan Vaksin AstraZeneca yang terbit pada 29 Maret 2021, LBM PBNU menyatakan vaksin tersebut mubah atau boleh digunakan.

" Vaksin AstraZeneca adalah mubah (boleh) digunakan bukan hanya karena tidak membahayakan melainkan juga karena suci," demikian bunyi fatwa tersebut, dikutip dari NU Online.

Fatwa tersebut juga menyatakan vaksin AstraZeneca dapat digunakan untuk berbagai kondisi. Baik dalam kondisi normal apalagi dalam keadaan darurat.

Penerbitan fatwa ini didasarkan pada hasil kajian LBM PBNU melibatkan sejumlah pihak terkait yang digelar pada Kamis, 25 Maret 2021.

Kajian itu menghadirkan Kepala BPOM Penny K Lukito, Direktur AstraZeneca Indonesia Rizman Abudaeri, serta tim ahli dari AstraZeneca yang diberikan kesempatan memberikan keterangan.

5 dari 5 halaman

Dibuat dari Bahan Non-Hewani

Rais Syuriah PBNU, KH Ahmad Ishomuddin, menyatakan berdasarkan keterangan dari tim ahli, vaksin AstraZeneca dibuat dari bahan-bahan non-hewani. Proses pembuatannya juga tidak menggunakan bahan berunsur babi maupun produk turunan babi ataupun hewan lain hingga menjadi vaksin siap pakai.

" Vaksin AstraZeneca menggunakan bahan protein berupa enzim trypsin selec yang berasal dari jamur. Dapat disimpulkan, vaksin Astrazeneca berasal dari bahan-bahan yang halal dan suci, dapat digunakan untuk vaksinasi," kata Kiai Ishomuddin.

Karena itu, LBM PBNU mengimbau masyarakat tidak perlu meragukan kemubahan vaksin AstraZeneca. Masyarakat dinilai perlu membantu Pemerintah memberikan informasi yang benar, khususnya terkait vaksin dan vaksinasi.

Join Dream.co.id