KNKT Unduh Data Penting dari CVR Sriwijaya Air SJ 182, Apa Isinya?

News | Selasa, 13 April 2021 18:30
KNKT Unduh Data Penting dari CVR Sriwijaya Air SJ 182, Apa Isinya?

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

CVR itu berisi rekaman percakapan pilot di kokpit selama dua jam.

Dream - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil mengunduh data percakapan dari Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Minggu 9 Januari 2021.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan, CVR berisi rekaman percakapan selama dua jam, termasuk percakapan penerbangan yang mengalami kecelakaan. Data tersebut sangat penting untuk kebutuhan investigasi.

“ KNKT berhasil mengunduh seluruh empat channel dari CVR, akan tetapi empat channel pada CVR mengalami gangguan. Meskipun demikian, berdasarkan rekaman yang ada tersebut telah menambah data penting bagi investigasi yang hasilnya nanti akan disampaikan dalam laporan akhir,” katanya dalam keterangannya, Selasa 13 April 2021.

2 dari 7 halaman

Masih Dalam Investigasi

Soerjanto menambahkan, untuk saat ini, KNKT masih melakukan proses investigasi guna mengetahui penyebab jatuhnya pesawat rute Jakarta-Pontianak tersebut.

“ Proses investigasi masih terus dilakukan oleh tim KNKT disertai dengan proses penelitian yang mendetail,” ujarnya.

Menurutnya, setelah ditemukannya semua bagian seperti black box yakni flight data recorder (FDR) yang lebih dulu ditemukan pada 12 Januari 2021, akan menambah titik terang mengusut penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

“ Agar kecelakaan dengan penyebab yang sama tidak kembali terulang di kemudian hari,” tegas Soerjanto.

Sumber: merdeka.com

3 dari 7 halaman

Butuh 1 Minggu Bedah Data Percakapan Pilot Sriwijaya Air SJ-182

Dream - Setelah melakukan pencarian panjang, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 penerbangan Jakarta-Pontianak yang jatuh ke perairan Kepulauan Seribu.

Menurut Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, proses transkrip data CVR Sriwijaya Air diperkirakan selesai dalam tiga hari atau satu pekan.

" CVR akan kita bawa ke lab, kita akan proses yang memerlukan waktu 3 hari sampai 1 minggu kita akan buat transkrip untuk di-matching dengan FDR apa yang terjadi dalam cockpit sehingga kita bisa analisa kenapa data FDR begini," ujar Soerjanto di JICT, Rabu 31 Maret 2021.

4 dari 7 halaman

Kesulitan Akibat Tebalnya Lumpur

Soerjanto menerangkan, pencarian selama ini kurang lebih selama 1,5 bulan mengandalkan penyelam dari tim gabungan. Namun hasilnya nihil.

KNKT kemudian memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian CVR selama 1 minggu. Momen ini juga dijadikan sebagai bahan evaluasi metode pencarian.

Berdasarkan analisis tim, KNKT menggunakan kapal Drag Head Suction Hopper Dredger (DSHD) untuk mengangkat lumpur di titik lokasi keberadaan CVR. Area pembersihan lumpur seluas 90x90 meter.

Penggunaan kapal ini disebabkan tebalnya lumpur sehingga CVR mustahil ditemukan jika hanya mengandalkan tim penyelam.

" Area di situ banyak lumpurnya dengan kapal DSHD kami lakukan pencarian menggunakan penyedot lumpur. Jadi seperti vacum cleaner," kata Soerjanto.

5 dari 7 halaman

Lokasi Penemuan

Soerjanto menyebutkan, lokasi ditemukannya sejatinya tidak jauh dari titik Flight Data Recorder (FDR). Black box merupakan komponen penting pada badan pesawat untuk merekam perjalanan pesawat. Black box terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Voice Cockpit Recorder (VCR).

Untuk FDR SJ 182, ditemukan terlebih dahulu pada Selasa, 12 Januari 2021 atau tiga hari sejak pesawat dikonfirmasi jatuh di area Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Maret 2021.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Sabtu, 9 Maret 2021. Pesawat itu mengangkut 62 orang yang terdiri dari 6 kru aktif, 46 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Sumber: merdeka.com

6 dari 7 halaman

CVR Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan

Dream - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengumumkan Cockpit Voice Recorder (CVR) Sriwijaya Air SJ182 telah ditemukan. Lokasinya tidak jauh dari poisi Flight Data Recorder (FDR) yang sudah ditemukan lebih dulu.

" Alhamdulillah semalam jam 20.00 WIB (CVR) ditemukan di tempat yang tidak jauh dari ditemukan FDR," ujar Budi, dikutip dari Merdeka.com.

Menurut Budi, temuan ini sudah dilaporkan ke Presiden Joko Widodo. Kemudian CVR diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melengkapi investigasi.

" Secara teknis kami sudah melapor ke Pak Presiden, kami segera berikan ke KNKT," kata dia.

7 dari 7 halaman

Lengkapi Informasi Investigasi

Penemuan CVR akan menambah informasi untuk menguak penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. " Yaitu pembicaraan pilot dan kopilot dan itu akan melengkapi data," ujarnya.

" Yang kita temukan hari ini kita sampaikan puji syukur pada Tuhan, apa yang ditemukan itu adalah upaya untuk mendapatkan data lebih baik," kata Budi.

Budi juga menerangkan proses pencarian CVR berjalan cukup sulit. Sebab, medan pencarian merupakan lumpur ditambah dengan banyaknya puing pesawat.

" Apa yang dilakukan tidak mudah karena didahului kita mencari secara teknis di mana penyelam ke dasar laut, tapi banyak sekali puing-puing, sehingga metode diubah," kata dia.

Join Dream.co.id