Kloter Awal Jemaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Suci, 3 Wafat

News | Jumat, 12 Juli 2019 12:00
Kloter Awal Jemaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Suci, 3 Wafat

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Kloter yang sudah tiba masih sedikit.

Dream - Sebanyak 94.550 jemaah calon haji Indonesia tergabung dalam gelombang I pemberangkatan ke Tanah Suci. Mereka berasal dari 229 kloter.

" Kedatangan kloter awal, jumlah kloter yang tiba masih sedikit, setelah itu setiap hari kedatangan jemaah ke Madinah rata-rata per hari mencapai 14-18 kloter," ujar Kepala Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari, dikutip dari kemenag.go.id, Jumat 12 Juli 2019.

Puncak kedatangan jemaah haji gelombang pertama akan terjadi antara 14 hingga 16 Juli 2019. " Kedatangan jemaah haji gelombang I akan mencapai masa puncak pada hari ke-8, 9 dan 10," ucap dia.

Berdasarkan data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), per 11 Juli 2019, sudah ada 32.138 jemaah haji Indonesia tiba. Jemaah yang berasal dari 79 kloter itu ditempatkan di Madinah.

Sebanyak 79 kloter itu berasal dari beberapa embarkasi, yakni Lombok (LOP), 4 kloter; Padang (PDG), 5 kloter; Ujung Pandang (UPG), 6 kloter; Banjarmasin (BDJ), 2 kloter; Batam (BTH), 7 kloter; Jakarta-Bekasi (JKS), 15 kloter; Jakarta-Pondok Gede (JKG), 5 kloter; Solo (SOC), 16 kloter; Surabaya (SUB), 14 kloter; dan Palembang (PLM), 5 kloter.

Selain itu, Siskohat juga mencatat ada tiga jemaah haji yang meninggal dunia yakni Khairil Abbas Salim dari Batam, Mudjahid Damanhuri Mangun dari Solo, dan Sumiyati Suwikromo Sutardjan dari Solo.

2 dari 7 halaman

Ini Fitur Canggih untuk Jemaah Haji Saat di Saudi

Dream - Sekitar 25 ribu jemaah haji di Mina akan menggunakan kartu canggih berteknologi tinggi. Program percobaan ini telah diluncurkan Kementerian Haji dan Umroh, Arab Saudi.

Kartu canggih itu akan mengirim informasi personal jemaah haji, berupa status kesehatan, detail perjalanan haji, dan tempat tinggalnya.

Dilaporkan Arab News, kartu itu juga akan dilengkapi pemindai lokasi. Fungsinya, untuk memantau perjalanan ibadah jemaah haji, yang dikontrol dari ruangan di Mina.

" Ini merupakan tahap eksperimental dari inisiatif haji cerdas yang sedang kami kerjakan, dan kami akan mempelajari sejauh mana teknologi ini menguntungkan jemaah haji," kata Kepala Perancana dan Strategi, di Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Amr Al-Maddah, Kamis, 11 Juli 2019.

Amr mengatakan, uji coba ini untuk mengantisipasi banyaknya jemaah di masa mendatang. Selain kartu canggih, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga mengeluarkan 200.000 kartu identitas jemaah haji yang punya fitur serupa.

Kartu ini dapat dipindai. Sehingga, memungkinkan penyedia layanan haji mengidentifikasi jemaah haji, riwayat kesehatan mereka dan menetapkan bantuan apa yang dibutuhkan.

Amr, mengatakan, kartu-kartu tersebut akan dilengkapi dengan aplikasi Smart Haji ID.

" Kartu ini akan menawarkan fitur yang sama dengan kartu ID pintar, termasuk lokasi pelacakan, mengidentifikasi tempat ramai di peta, dan jadwal transportasi," kata dia.

Amr menyebut, kartu pintar dan aplikasi seluler itu memungkinkan Kementerian Arab Saudi mensimulasi dan memprediksi perilaku jemaah haji.

" Teknologi baru ini akan membantu kami mengumpulkan data melalui kartu, kamera, dan sensor yang disebar di sekitar lokasi ziarah," ucap dia. (Ism)

3 dari 7 halaman

Mendaftar Sejak Kelas 3 SD, Remaja Pamekasan Kini Berangkat Haji

Dream - Wajah Mohammad Al Jufri Ahyi Singgit, 17 tahun, tampak berbeda di antara para jemaah haji lain di kloter SUB 11. Di antara para jemaah yang sudah tampak lanjut dan dewasa, Singgit tampak lebih muda.

Dia tercatat sebagai salah satu jemaah haji termuda Indonesia. Singgit sudah mendaftar haji sejak umur sembilan tahun.

" Usia sembilan tahun didaftarkan, pergi sama orang tua," kata Singgit, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 11 Juli 2019.

Saat ini, Singgit tinggal di Hotel Mather Al Tayiba, Madinah, bersama orang tuanya.

4 dari 7 halaman

Doa Ibunda

Remaja yang menempuh pendidikan di Pesantren Gontor, Jawa Timur, itu pandai berbahasa Arab. Dia sangat bersyukur dapat berhaji bersama orang tuanya.

" Alhamdulillah bahagia (pergi haji). Untuk ibadah ini, saya izin sekolah selama dua bulan," kata dia.

Singgit ingin keberangkatannya ke Tanah Suci dapat menjadi contoh anak-anak muda Indonesia. " Jadilah orang yang selalu mencari rida Allah, membahagiakan orang tua, bisa meluruskan umat," kata dia.

Ibunda Singgit, Suhartini, sudah tiga kali naik haji. Dia menyebut, kemampuannya memberangkatkan Singgit ke Tanah Suci karena pertolongan Allah SWT.

Suhartini berharap sang putera dapat beribadah dengan baik. " Saya berdoa buat Singgit semoga jadi anak yang soleh, punya ilmu, sukses, dan diridai Allah," kata Suhartini.

5 dari 7 halaman

Ini Videonya

 

6 dari 7 halaman

Jemaah Haji Dilarang Campur-adukkan Ibadah dan Politik

Dream - Arab Saudi mendesak jemaah haji tak mencampurkan agama dan politik saat beribadah. Larangan ini muncul untuk menjaga kesucian dan spiritualitas tempat suci yang dikunjungi jemaah haji.

Larangan itu sekaligus untuk merespons ancaman terselubung Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, terhadap gangguan dan kemungkinan demonstrasi para peziarah Iran saat haji tahun ini.

Dikutip dari laman Arab News, Rabu 10 Juli 2019, menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Media Saudi, Turki Al-Shabanah, meminta para jemaah untuk menahan diri mengambil bagian dalam kegiatan politik apa pun, seperti membuat slogan, yang mungkin mengganggu proses ibadah.

Al-Shabanah mengatakan, kerajaan Saudi tidak akan menerima perilaku seperti itu dan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mencegahnya.

7 dari 7 halaman

Iran Singgung Ketatnya Keamanan Saudi

Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan, Khamenei menyebut menciptakan persatuan di dunia Islam merupakan bagian dari sikap politik.

“ Menciptakan persatuan adalah masalah politik. Mendukung dan membela yang tertindas di dunia Islam, seperti negara-negara Palestina dan Yaman, adalah masalah politik, berdasarkan pada ajaran dan kewajiban Islam. Haji adalah tindakan politik dan tindakan politik ini adalah ... kewajiban agama," kata Khamenei.

Pemimpin Iran juga menyinggung langkah keamanan Saudi pada ziarah tahunan terlalu sulit. Meski, Arab Saudi memikul tanggung jawab utama keamanan. 

“ Di antara tanggung jawab Saudi yaitu melindungi keselamatan dan keamanan para peziarah, tetapi mereka seharusnya tidak menyebarkan kondisi yang ketat. Sementara para peziarah berada di Mekah dan Madinah, mereka harus memperlakukan para peziarah dengan benar, dengan terhormat, dan dengan mulia, karena mereka adalah tamu Tuhan," ujar dia.

Raja Salman akan menyambut para jemaah haji dan mengarahkan semua badan penyelenggara haji untuk terus memberikan keamanan, stabilitas, dan ketenangan bagi para pengunjung.

Kerajaan juga memuji perkembangan layanan jamaah yang berkelanjutan. Serta mengapresiasi pencapaian program Makkah Road, yang bertujuan untuk mempercepat administrasi pra-perjalanan dan masalah bagasi jemaah haji.

(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary
Join Dream.co.id