Menggantung Asa di Klinik Apung

News | Jumat, 5 April 2019 06:00
Menggantung Asa di Klinik Apung

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Masyarakat NTB yang tinggal di pulau kerap kesulitan mengakses layanan kesehatan.

Dream - Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki sejumlah pulau yang berpenghuni. Lantaran terpisah perairan, masyarakat kesulitan untuk bepergian ke wilayah lain, termasuk untuk mengakses layanan kesehatan.

Melihat kondisi itu, Lembaga Amil Zakat dan Donasi Dompet Dhuafa bersama Kimia Farma dan Rumah Cerdas selaku mitra lokal meluncurkan Klinik Apung. Ini merupakan layanan alternatif untuk memudahkan masyarakat NTB mendapatkan akses kesehatan.

" Dompet Dhuafa, Kimia Farma dan Rumah Cerdas bekerjasama menyiapkan klinik apung untuk masyarakat Nusa Tenggara Barat yang tidak terakses dengan program kesehatan," ujar General Manager Program Kesehatan Dompet Dhuafa, Rosita Rivai, dalam keterangan tertulis diterima Dream, Kamis 4 April 2019.

Tujuan pembangunan klinik apung ini, tambah Rosita, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat NTB dari segi kesehatan.

Tercatat, ada tujuh wilayah NTB yang dapat mengakses klinik apung ini yakni Dusun Telaga Lupi, Desa Tawun, dengan penduduk kurang lebih 80 KK, Kampung Teluk Gok, Desa Tawun, kurang lebih terdapat 70 KK, Gili Nunggu, Desa Tuwun, Gili Gede kurang lebih 450KK atau sekitar 1400 jiwa.

Kemudian Gili Asahan, Desa Labuan Poh Kurang lebih terdapat 300 jiwa, Dusun Geresak, Desa Tawun, kurang lebih terdapat 75 KK dan Dusun Bangko-Bangko, Desa Labuan Poh kurang lebih terdapat 200 KK.

Rosita berharap program kerjasama semacam ini bisa terus dikembangkan dan diikuti oleh lembaga lain. Sehingga masyarakat di wilayah kepulauan atau terpencil dapat menikmati fasilitas kesehatan.

Terkait
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara
Join Dream.co.id