Upaya Tak Kenal Lelah KJRI Jeddah Bantu Pemakaman Janin 7 Bulan Calon Anak WNI

News | Selasa, 19 November 2019 14:01
Upaya Tak Kenal Lelah KJRI Jeddah Bantu Pemakaman Janin 7 Bulan Calon Anak WNI

Reporter : Ahmad Baiquni

Janin sempat ditolak 3 rumah sakit meski sekadar untuk disimpan.

Dream - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah turut mengupayakan pemakaman warga Indonesia yang masih berupa janin berusia 7 bulan. Janin tersebut meninggal dalam rahim ibu yang merupakan Warga Negara Indonesia yang tidak memiliki iqamah (izin tinggal resmi) di Arab Saudi.

Upaya tersebut sempat menghadapi kendala kelengkapan dokumen. KJRI Jeddah lalu mengutus Staf Fungsi Konsuler, Abdullah Mochtar, untuk mendampingi ayah si janin, HA mengurus surat rekomendari dari kepolisian setempat.

Surat tersebut digunakan sebagai rujukan ke rumah sakit untuk penyimpanan jenazah. Juga untuk otopsi janin agar dapat dipastikan penyebab kematiannya.

Selama di kantor polisi, HA diminta memberikan keterangan yang dicatat dalam Berita Acara Pemeriksaan seperti kronologi meninggalnya janin, juga olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah surat rekomendasi keluar, jenazah janin itu segera dibawa ke Rumah Sakit King Fahd untuk diletakkan di ruang penyimpanan.

Sayangnya, pihak RS menolak dengan alasan tidak menerima jenazah janin. Kemudian, jenazah coba dibawa ke rumah sakit forensik Tibb Syar'i, lagi-lagi ditolak karena tidak ada fasilitas penyimpanan jenazah.

HS didampinig Abdullah lalu pergi kr RS King Abdulaziz di Distrik Al Mahjar. Pihak rumah sakit mau menerima jenazah janin namun dengan syarat surat rekomendasi kepolisian untuk RS King Fahd direvisi.

KJRI Jeddah© istimewa

Staf Fungsi Konsuler KJRI Jeddah, Abdullah Mochtar (Kiri) mendampingi HA saat proses pemakaman janinnya (KJRI Jeddah)

Jadilah HA bersama Abdullah menaiki ambulans datang ke kantor polisi untuk memohon revisi surat. Polisi membuat revisi surat itu lalu jenazah janin tersebut akhirnya bisa disimpan di RS King Abdulaziz.

" Lebih dari dua harian dan ekstra effort untuk mencari-cari data dukung, dan sempat ditolak oleh beberapa rumah sakit," ujar Koordinator Tim Pelayanan dan Perlindungan WNI (Yanlin) KJRI Jeddah, Safaat Ghofur.

Mengingat rumitnya proses pemakaman janin di Saudi, Konsul Jenderal RI Jeddah, Muhammad Hery Saripudin, mengajak WNI di Saudi untuk tidak menyepelekan masalah pernikahan. Apalagi sampai menikah dengan pasangan yang tidak memiliki status tinggal resmi di negeri orang.

" Tinggal tidak resmi, menikah tidak resmi, apalagi sampai punya anak dan meninggal, ribet mengurus pemakamannya. Jadi mohon jangan berpikir enaknya saja, pikirkan juga risikonya," kata Hery.

Setelah memakan waktu hingga dua hari untuk kelengkapan dokumen, akhirnya janin tersebut bisa ditetapkan meninggal secara wajar. Setelah itu, janin bisa dimakamkan di hari berikutnya.

2 dari 6 halaman

Habib Syech Isi Tausiyah Maulid Nabi di KJRI Jeddah, WNI Membludak

Dream - Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Gelaran yang dilaksanakan dengan menggandeng Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) mengundang ulama kenamaan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf sebagai penceramah.

Antusiasme Warga Negara Indonesia (WNI) mengikuti acara ini sangat besar. Itu terlihat dari membludaknya pengunjung melebihi kapasitas Balai Nusantara, Wisma Konjen RI Jeddah yang hanya mampu menampung 500 orang.

Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, mengajak hadirin untuk mencontoh perilaku Rasulullah Muhammad SAW. Terutama dalam hal mengubah pola pikir dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Shalawatan di Jeddah© istimewa

" Nabi Muhammad SAW membawa perubahan pola pikir, sikap dan mental, dari era jahiliah menuju zaman kemuliaan. Kesuksesan perubahan spektakuler yang dilakukan oleh Baginda Nabi dimulai dari perubahan akhlak dan karakter manusia," ujar Hery, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Senin 18 November 2019.

Sebelum menyampaikan tausiyah, Habib Syech menyampaikan terima kasih atas undangan dari Konjen RI Jeddah. Dia mengatakan cita-citanya melantunkan shalawat di Saudi terwujud lewat undangan tersebut.

" Baru kali ini saya bisa bershalawat di Arab Saudi, dan ini adalah cita-cita saya, ingin menebarkan shalawat ke seluruh dunia," kata Habib Syech.

Shalawatan di Jeddah© istimewa

Habib Syech juga berpesan kepada WNI agar menjadi warga terbaik di manapun tinggal. Dia pun mengajak semua hadirin untuk selalu melantunkan shalawat.

" Jadilah kita sebagai orang-orang terbaik dan marilah kita memperbanyak membaca shalawat, karena kata Nabi, 'Orang yang banyak membaca shalawat kepadaku di hari kiamat nanti akan bersamaku'," ucap Habib Syech.

Lebih lanjut, Habib Syech mengimbau para WNI di Saudi untuk menjadi pribadi yang mengajak kepada kebaikan. Bahkan menjadi pelopor untuk menebar kebaikan.

" Perantau harus bisa menjadikan dirinya sebagai pelopor kebaikan, satu sama lain harus saling membantu dan menolong, bekerja sama yang baik, memberikan informasi yang benar dan bukan hoaks, dan jadilah orang yang baik di dunia yaitu orang yang selalu membuat orang lain bahagia," tutur Habib Syech.

3 dari 6 halaman

KJRI Jeddah Kenalkan Budaya Indonesia ke Anak Muda Saudi

Dream - Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi terjalin dengan begitu erat. Tidak hanya antarpemerintah namun juga masyarakat di kedua negara.

Untuk memperkuat hubungan tersebut, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah menggelar pameran budaya Wonderful Indonesia Week 2019. Acara ini terselenggara berkat kerja sama KJRI Jeddah dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Konjen RI, Mohammad Hery Saripudin, berharap event ini bisa memperkenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda Saudi.

Pameran Budaya Indonesia di Saudi© istimewa

" Kalau kalangan pemuda Saudi semakin memahami kebudayaan Indonesia dan sebaliknya, hal itu akan meningkatkan pemahaman satu sama lain yang pada gilirannya akan semakin mempererat hubungan masyarakat kedua negara," ujar Hery melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Pameran budaya ini dibuka pada Kamis, 14 November 2019 ditandai dengan pemukulan gong. Hadir dalam pembukaan pameran ini Konjen Afghanistan, Konjen Jordan, Perwakilan Konsulat Maroko, Iraq, Algeria, Bangladesh dan India, Direktur Hubungan Kebudayaan Internasional, Kementerian Penerangan Arab Saudi, pengusaha dan media setempat.

Pameran Budaya Indonesia di Saudi© istimewa

Pameran ini menyediakan sejumlah stan yang diisi oleh perwakilan tiap-tiap provinsi di Indonesia. Masing-masing provinsi menawarkan produk unggulannya mulai dari komoditas pangan hingga pariwisata.

Acara juga diisi dengan atraksi budaya. Di antaranya rampak kendang dari Jawa Barat.

Terdapat pula beberapa stan yang menawarkan kopi nusantara. Salah satu kopi yang disajikan yaitu Gayo.

4 dari 6 halaman

KJRI Jeddah Bantu Pemulangan Jenazah Paman Jokowi

Dream – Paman Presiden Joko Widodo (Jokowi), Mulyono Herlambang, meninggal dunia setelah menunaikan ibadah umroh. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi, membantu proses pemulangan jenazah Mulyono.

Sekadar informasi, Mulyono merupakan salah satu paman Jokowi, yaitu adik kandung dari sang ayah, Notomiharjo.

Dikutip keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 4 Januari 2019, KJRI Jeddah menurunkan tim pelindungan yang bertugas secara paralel untuk mempercepat penyelesaian dokumen izin pemulangan jenazah.

Konsulat Jenderal KJRI Jeddah, Mohamad Heri Saripudin, mengatakan pengurusan jenazah di Arab Saudi harus melalui beberapa tahap, seperti tablig wafat (laporan kematian), surat persetujuan dari ahli waris atau keluarga jenazah, surat pengantar kepolisian untuk penyerahan jenazah dari rumah sakit, koordinasi dengan magsalah al-amwat (pusat pemandian dan pengkafanan jenazah) dan lain-lain.

Konjen RI berbaur dengan staf untuk sholat jenazah paman Jokowi.© KJRI Jeddah

“ Ini makan waktu. Alhamdulillah, tim kami bergerak cepat untuk menyelesaikan itu dalam tempo singkat," kata Heri.

Dia mengatakan pemulangan jenazah harus memperoleh izin dari pemerintah kota setempat, dalam hal Surat persetujuan tersebut kemudian diteruskan ke kepolisian wilayah, jawazat (imigrasi), dan al-tib al-syar'e (medical forensic).

" Selanjutnya kami mengurus surat pengantar pengambilan jenazah dari rumah sakit dan surat pengantar yang ditujukan ke Ahwal Madani (Dukcapil) untuk pengurusan syahadah wafat (akta wafat)," kata dia.

Pada saat yang sama tim perlindungan mengurus proses pembalseman jenazah dan berkoordinasi dengan maskapai untuk pemesanan kargo. Sementara petugas lainnya mengurus exit permit dari kantor imigrasi setempat. (Ism)

5 dari 6 halaman

Paman Jokowi Meninggal Usai Umroh

Dream - Mulyono Herlambang, paman Presiden Joko Widodo, meninggal dunia di Jeddah, Arab Saudi. Paman Jokowi dari garis ayah, Noto Miharjo, itu meninggal pada Selasa malam, 2 Januari 2018.

Menurut kakak ipar Jokowi, Haryanto, mengatakan bahwa Mulyono meninggal saat melaksanakan ibadah umroh bersama keluarga. Mulyono meninggal karena mengalami sesak nafas.

" Informasi yang saya peroleh bahwa beliau itu meninggal di Jeddah, Arab Saudi, pukul 22.55 waktu setempat atau sekitar pukul 02.55 WIB," ujar Haryanto, dikutip dari Liputan6.com.

Haryanto mengatakan, rencananya jenazah Mulyono akan diterbangkan ke Tanah Air. Meski begitu, dia mengaku belum mengetahui jadwal kepulangan tersebut.

" Ini keluarga masih mengurus untuk proses pemulangannya. Nanti rencananya akan dibawa pulang ke Gayam, Sukoharjo," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Fajar Abrori 

6 dari 6 halaman

Jemaah Umroh Terlantar di Jeddah, Kemenag Panggil Biro Travel

Dream - Direktorat Bina Umroh dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) segera bereaksi usai terima laporan 25 jemaah umroh asal Jakarta yang terlantar di Jeddah, Arab Saudi.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim mengatakan, hari ini rencananya Kemenag akan memanggil PT Yasmira selaku Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan PT Edipeni selaku penyedia visa umroh.

" Hari ini kami panggil keduanya untuk dimintai penjelasan dan klarifikasi," ujar Arti, dalam keterangan resminya, Rabu, 2 Januari 2019.

Arfi mengatakan, 25 jemaah itu berangkat ke Tanah Suci pada 23 Desember 2018 pukul 14.25 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 970 menuju Madinah.

" Mereka (jemaah) dijadwalkan pulang dari Saudi tanggal 29 Desember 2019 dengan transit terlebih dahulu di Turki. Rencananya, tiba di Jakarta pada 3 Januari 2019," ucap dia.

Arfi berujar, keberangkatan 25 jemaah umroh itu difasilitasi oleh PT Yasmira yang berada di Medan, Sumatera Utara. Tetapi, dalam penyelidikannya, para jemaah diketahui membayar paket umroh sebesar Rp35 juta kepada Bahira Travel, perusahan dengan status non Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji (PPIU) atau ilegal.

Jika terbukti melakukan kesalahan, PT Yasmira dan Bahira Travel akan mendapat sanksi pencabutan izin.

Selain dua perusahaan itu, jika ada kesalahan prosedur dalam menerbitkan visa, PT Edipeni akan mendapat sanksi larangan menjadi pengesahan kontrak provider visa untuk paling lama dua kali musim umroh. PT Edipeni juga diminta untuk memastikan jemaah umroh sampai di Indonesia pada 3 Januari 2018.

" Selaku pihak yang menerbitkan visa, PT Edipeni berkewajiban untuk memulangkan mereka," kata Arfi. (ism) 

Join Dream.co.id