TKI di Jeddah Bisa Kuliah Jarak Jauh di Universitas Terbuka

News | Senin, 20 Januari 2020 13:02
TKI di Jeddah Bisa Kuliah Jarak Jauh di Universitas Terbuka

Reporter : Maulana Kautsar

KJRI Jeddah berhrap para pekerja migran dapat meningkatkan kemampuan usai pulang ke tanah air.

Dream - Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah terus berupaya membuka akses seluas-luasnya ke layanan pendidikan bagi WNI, khususnya kalangan pekerja migran Indonesia. Salah satu akses yang dibuka yaitu kelompok belajar (Pokjar) yang berada di Madinah.

Perluasan kerja sama itu dikukuhkan dengan penandatanganan naskah kerja sama antara KJRI Jeddah yang diwakili oleh Pelaksana Fungsi (PF) Pensosbud-1, Agus Muktamar, dan koordinator Pokjar di Madinah, dr. Djujan.

Kerja sama ini mencakup layanan pendidikan bagi kalangan pekerja migran Indonesia yang berminat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi melalui paket kuliah jarak jauh di Universitas Terbuka (UT).

Di sela-sela kesibukannya sebagai dokter di sebuah rumah sakit di Madinah, Djujan menyisihkan waktunya untuk membantu pendidikan anak-anak warga Indonesia yang bermukim di Madinah, dengan mengasuh program kejar paket.

Kini kesibukannya bertambah setelah dipercaya masyarakat dan KJRI Jeddah untuk mengelola program kuliah jarak jauh UT bagi para pekerja migran Indonesia, yang berminat melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.

“ Kami berharap terus mendapat dukungan dari Bapak Konjen dan Pensosbud, sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh informasi akses pendidikan,” ujar Djujan.

2 dari 6 halaman

Mengentaskan Kemiskinan

Konjen RI Jeddah, Eko Hartono berharap agar para peserta program UT tidak saja memperoleh ilmu dan gelar, namun juga dapat memperbaiki nasib saat kelak kembali ke tanah air. Dia berharap program ini mampu memutus rantai kemiskinan.

“ Salah satu alasan mengapa mereka terjun ke dunia informal adalah masalah pendidikan,” ucap Eko.

Eko mengatakan, akan terus mendukung program layanan pendidikan bagi WNI yang telah dirintis dan diperjuangkan pimpinan sebelumnya.

Namun demikian, Eko mengharapkan agar kegiatan belajar jarak jauh berjalan dalam koridor aturan yang berlaku sehingga berlangsung aman dan sukses.

Disebutkan Agus Muktamar, bahwa perjanjian kerja sama antara KJRI Jeddah dan Pokjar Madinah merupakan turunan dari perjanjian induk KJRI Jeddah dengan Rektor UT pada 18 oktober 2019. Salah satu dari butir perjanjian tersebut yaitu sosialisasi Program UT di Wilayah Akreditasi KJRI Jeddah.

3 dari 6 halaman

Kemudahan Akses Pendidikan untuk Anak-Anak TKI Saudi

Dream — Anak-anak para pekerja migran tak luput dari perhatian pemerintah. Bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Arab Saudi misalnya, mereka mendapat bantuan pendidikan.

Ya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah baru saja menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang untuk memberi kemudahan akses masuk bagi lulusan Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan Sekolah Indonesia Makkah (SIM) di UIN Malang.

Naskah kerja sama ditandatangani langsung Konjen RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, dan Rektor UIN Malang, Prof Abdul Haris.

Hery mengatakan, selama tiga tahun terakhir KJRI Jeddah berikhtiar meningkatkan pelayanan pendidikan bagi pelajar Indonesia. Para pelajar tersebut kebanyakan anak-anak para pekerja migran Indonesia (PMI) yang tinggal bersama keluarga di wilayah kerja KJRI Jeddah.

Perguruan tinggi di tanah air yang telah bekerja sama secara afirmatif dengan KJRI Jeddah diantaranya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Darussalam Gontor, Universitas Terbuka (UT), Politeknik Penerbangan Palembang, dan terakhir UIN Malang Jawa Timur.

" Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat. KJRI terus berikhtiar untuk menghadirkan akses yang seluas-luasnya bagi anak-anak PMI di Arab Saudi, khususnya di Wilayah Kerja KJRI Jeddah agar memperoleh pendidikan yang baik. Kami percaya mata rantai kemiskinan hanya bisa diputus dengan pendidikan yang baik," ujar Hery dalam keterangan tertulisnya, Senin 2 Desember 2019.

 

4 dari 6 halaman

Kampus di Arab Saudi

Menurut Hery, KJRI Jeddah juga menggelar pertemuan dengan para rektor perguruan tinggi di Arab Saudi. Tiga universitas yang bekerja sama dengan KJRI Jeddah yaitu, Universitas Islam Madinah, Universitas Thaif, dan Universitas King Khalid di Abha.

Dari data KJRI Jeddah, selama tiga tahun belakangan ini perguruan tinggi di Abha, Thaif, Tabuk dan Jizan mulai menerima Pelajar Indonesia dengan beasiswa penuh.

Sekitar 1.300 anak WNI kini belajar di Sekolah Indonesia Jeddah dan Sekolah Indonesia Makkah. Jumlah tersebut belum termasuk anak WNI yang belajar dengan sistem kejar paket dan mereka yang belajar di sekolah internasional.

Sementara itu, sebanyak 1.000 mahasiswa asal Indonesia tercatat sedang belajar di sejumlah perguruan tinggi Arab Saudi yang berada di Wilayah Kerja KJRI Jeddah.

5 dari 6 halaman

Upaya Tak Kenal Lelah KJRI Jeddah Bantu Pemakaman Janin 7 Bulan Calon Anak WNI

Dream - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah turut mengupayakan pemakaman warga Indonesia yang masih berupa janin berusia 7 bulan. Janin tersebut meninggal dalam rahim ibu yang merupakan Warga Negara Indonesia yang tidak memiliki iqamah (izin tinggal resmi) di Arab Saudi.

Upaya tersebut sempat menghadapi kendala kelengkapan dokumen. KJRI Jeddah lalu mengutus Staf Fungsi Konsuler, Abdullah Mochtar, untuk mendampingi ayah si janin, HA mengurus surat rekomendari dari kepolisian setempat.

Surat tersebut digunakan sebagai rujukan ke rumah sakit untuk penyimpanan jenazah. Juga untuk otopsi janin agar dapat dipastikan penyebab kematiannya.

Selama di kantor polisi, HA diminta memberikan keterangan yang dicatat dalam Berita Acara Pemeriksaan seperti kronologi meninggalnya janin, juga olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah surat rekomendasi keluar, jenazah janin itu segera dibawa ke Rumah Sakit King Fahd untuk diletakkan di ruang penyimpanan.

Sayangnya, pihak RS menolak dengan alasan tidak menerima jenazah janin. Kemudian, jenazah coba dibawa ke rumah sakit forensik Tibb Syar'i, lagi-lagi ditolak karena tidak ada fasilitas penyimpanan jenazah.

 

6 dari 6 halaman

Menerima Jenazah Janin

HS didampinig Abdullah lalu pergi kr RS King Abdulaziz di Distrik Al Mahjar. Pihak rumah sakit mau menerima jenazah janin namun dengan syarat surat rekomendasi kepolisian untuk RS King Fahd direvisi.

 KJRI Jeddah© istimewa

Staf Fungsi Konsuler KJRI Jeddah, Abdullah Mochtar (Kiri) mendampingi HA saat proses pemakaman janinnya (KJRI Jeddah)

Jadilah HA bersama Abdullah menaiki ambulans datang ke kantor polisi untuk memohon revisi surat. Polisi membuat revisi surat itu lalu jenazah janin tersebut akhirnya bisa disimpan di RS King Abdulaziz.

" Lebih dari dua harian dan ekstra effort untuk mencari-cari data dukung, dan sempat ditolak oleh beberapa rumah sakit," ujar Koordinator Tim Pelayanan dan Perlindungan WNI (Yanlin) KJRI Jeddah, Safaat Ghofur.

Mengingat rumitnya proses pemakaman janin di Saudi, Konsul Jenderal RI Jeddah, Muhammad Hery Saripudin, mengajak WNI di Saudi untuk tidak menyepelekan masalah pernikahan. Apalagi sampai menikah dengan pasangan yang tidak memiliki status tinggal resmi di negeri orang.

" Tinggal tidak resmi, menikah tidak resmi, apalagi sampai punya anak dan meninggal, ribet mengurus pemakamannya. Jadi mohon jangan berpikir enaknya saja, pikirkan juga risikonya," kata Hery.

Setelah memakan waktu hingga dua hari untuk kelengkapan dokumen, akhirnya janin tersebut bisa ditetapkan meninggal secara wajar. Setelah itu, janin bisa dimakamkan di hari berikutnya.

Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair
Join Dream.co.id