KJRI Jeddah dan Saudi Bahas Kemungkinan Umroh di Tengah Pandemi Covid-19

News | Rabu, 2 September 2020 17:00
KJRI Jeddah dan Saudi Bahas Kemungkinan Umroh di Tengah Pandemi Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni

Saudi sudah menggelar evaluasi haji 1441H untuk persiapan pelaksanaan umroh 1442H.

Dream - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, menjadwalkan pertemuan dengan Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi pada Kamis, 3 September 2020. Pertemuan tersebut untuk membahas kemungkinan penyelenggaraan umroh di tengah pandemi Covid-19.

" Kita berinisiatif meminta pertemuan dengan Wakil Menteri Haji bidang Umroh, Dr. Abdulaziz Wazzan untuk membahas umroh di masa pandemi," ujar Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali.

Endang mengatakan Konjen RI di Jeddah akan terlibat dalam pertemuan ini. Juga beberapa konselor.

" Kami akan membahas sekaligus memastikan kapan umroh 1442H akan mulai dibuka, serta bagaimana teknisnya di masa pandemi ini," ucap Endang.

2 dari 5 halaman

Situasi Mulai Membaik

Lebih lanjut, Endang menjelaskan situasi terkini seputar Covid-19 di Saudi menunjukkan tanda-tanda membaik. Jumlah kasus positif harian mengalami penurunan cukup signifikan.

" Sebulan terakhir, penurunan angka positif Covid luar biasa, dari 3.000-an pada musim haji, sekarang sudah di angka 800-an," kata dia.

Saudi dinilai sukses dalam menggelar ibadah haji 1441H dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Para jemaah haji pun aman dari penularan Covid-19 dan bisa beribadah dengan tenang.

Saudi sendiri sudah menggelar evaluasi pelaksanaan haji yang akan menjadi dasar penyelenggaraan umroh 1442H. Tetapi, pembukaan umroh belum diputuskan hingga saat ini. 

Sumber: Kemenag

3 dari 5 halaman

Musim Haji Saat Pandemi Corona Dinilai Sukses, Umroh Akan Kembali Dibuka

Dream - Arab Saudi menggelar evaluasi pelaksanaan ibadah haji yang tergolong luar biasa lantaran digelar di tengah pandemi Covid-19. Selama dua pekan pelaksanaan haji, sejak sebelum prosesi haji dimulai hingga berakhir, Saudi meningkatkan pengamanan dan memberlakukan pembatasan ketat untuk mencegah jemaah haji tertular virus corona.

Wakil Sekretaris Kementerian Haji dan Umroh Saudi, Hussein Al Sharif, mengatakan kementerian akan mengkaji seluruh aspek dari penerapan prosedur kesehatan dan logistik dalam pengelolaan haji tahun ini.

Hasil kajian ini nantinya akan dijadikan patokan dalam pelaksanaan umroh di tengah pandemi Covid-19. " Memulai persiapan untuk musim umroh berikutnya," kata Hussein kepada media setempat, Okaz.

Akhir Februari, Saudi menangguhkan jemaah umroh untuk memasuki Kota Mekah atau ziarah ke Masjid Nabawi di Madinah. Ini dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19.

 

4 dari 5 halaman

Pada 4 Maret, Saudi juga melarang warganya untuk melaksanakan umroh. Larangan yang sama juga berlaku untuk masyarakat yang tinggal di wilayahnya khususnya golongan ekspatriat.

Umroh adalah ziarah ke Mekah namun tidak seperti haji. Ibadah ini tidak wajib, dapat diselesaikan dalam beberapa jam saja dan bisa dilakukan sepanjang tahun.

Jemaah haji tahun ini menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah pada Minggu, 2 Agustus 2020. Hal ini sekaligus menandai berakhirnya musim hari 1441H atau 2020M.

 

5 dari 5 halaman

Presiden Jenderal Dua Masjid Suci, Syeikh Abdulrahman bin Abdulaziz As Sudais mengumumkan kesuksesan pelaksanaan haji tahun ini serta rencana otoritas dalam menjaga jemaah serta memastikan mereka patuh pada protokol kesehatan yang ditetapkan Kerajaan.

Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan tidak ada satupun jemaah haji yang hasil tesnya positif terinfeksi Covid-19. Sedangkan pasukan keamanan mengkonfirmasi tidak ada satupun orang yang dapat memasuki situs-situs suci di Mekah dan Madinah tanpa izin resmi selama periode pelaksanaan haji.

Sumber: Alarabiya

Join Dream.co.id