Pria Terdampar 71 Hari di Gurun 'Neraka', Ditemukan Bak Kerangka

News | Rabu, 26 Mei 2021 12:01

Reporter : Arini Saadah

Ia sempat menyiapkan lubang yang suatu saat bisa menjadi kuburannya dengan tanda salib.

Dream – Sekitar 15 tahun yang lalu, seseorang bernama Ricky ditemukan hampir mati di wilayah gurun Tanami Australia. Pria yang berusia 35 tahun itu kelelahan dengan kondisi kurus kering karena makan seadanya dan kulitnya terbakar sinar matahari.

Pria itu berhasil bertahan selama 71 hari di hutan belantara wilayah terpencil Australia. Bagaimana kronologi ia terdampar di sana, masih menjadi misteri hingga kini.

Dilansir dari Daily Star, pada 2006, Ricky menempuh jarak sejauh 4.827 Km mengendarai mobil dari rumahnya di Brisbane, Queesland, ke Port Hedland, Australia Barat untuk mencari pekerjaan. Dengan mengendarai mobil Mitsubishi Challenger 2001, ia melewati Buntine Highway yang mencakup jalur gurun yang panjang melalui Northern Territory yang sepi.

Bagaimana kisah selengkapnya? Simak ulasannya berikut ini.

Pria Terdampar 71 Hari di Gurun 'Neraka', Ditemukan Bak Kerangka
Ilustrasi Pria Yang Terdampar Selama 71 Hari Di Gurun Terpencil. (Foto: Allenandunwin.com Via Daily Star)
2 dari 8 halaman

Misteri Kronologi

 Ilustrasi
© allenandunwin.com via Daily Star

Dalam otobiografinya 2010, berjudul Left for Dead: How I Survived 71 Days Lost in a Desert Hell, ia mengatakan bahwa saat itu ia berhenti untuk tiga orang yang kehabisan bensin.

Ricky bercerita menawarkan untuk memberi tumpangan kepada salah satu pria untuk ke pom bensin. Ia memperkirakan saat memberi tumpangan ia bisa saja dibius dalam minuman atau ditusuk dengan jarum suntik hingga terlelap.

3 dari 8 halaman

Terdampar di Gurun

Buku yang ditulis Ricky bersama jurnalis Greg McLean itu menceritakan bagaimana dia merasa " linglung dan bingung" sebelum pingsan sepenuhnya. Ricky mengatakan bangun beberapa jam kemudian, ternyata ia berada di kamp penculik yang menggunakan senjata. Mereka memberinya air.

Penculik tersebut mengambil sepatu Ricky dan pergi dan meninggalkan sedikit uang untuknya. Lalu Ricky tersadar, dia menemukan dirinya dalam kondisi telanjang di semacam kuburan, dengan lembaran plastik hitam menutupi dirinya dan beberapa batu dan tanah berada di atasnya. Mengerikannya, ia seperti dibuang di gurun yang luas.

4 dari 8 halaman

Dibangunkan Dingo Si Preadator Daratan

Ia melanjutkan, dirinya terbangun karena empat ekor dingo lapar sedang mengais-ngais bebatuan di atas tubuhnya.

Benar-benar tersesat, tanpa sepatu, pakaian, makanan, air, atau kendaraan, Ricky menyadari bahwa dalam panas terik di pedalaman, melatih kemampuan dirinya untuk bertahan hidup, baik dari cuaca maupun dari serangan binatang buas.  

 Ilustrasi
© allenandunwin.com via Daily Star

Pantang menyerah, Ricky berjalan selama 10 hari melalui gurun pasir yang tandus. Tubuhnya tanpa sehelai kain itu dibiarkan terbakar matahari.

“ Tempat itu adalah wilayah yang sulit dan terpencil bagi seorang pria yang sendirian tanpa alas kaki. Meski demikian, saya mulai berjalan dan berjalan.. Semakin saya berjalan, saya pikir, semakin sedikit jarak yang harus saya tempuh untuk ditemukan. Itu adalah logika yang salah, tapi itu yang terbaik yang bisa saya pikirkan" .

5 dari 8 halaman

Kemampuan Bertahan Hidup

Dengan suhu di atas 40 derajat celcius, Ricky pingsan beberapa kali, menderita kelelahan akibat kepanasan. Ia pun memakan apa saja yang bisa dia temukan, dari kadal dan lintah hingga katak dan bahkan ular. Dia juga memakan belalang dan ulat serta beberapa tanaman.

 Ilustrasi
© allenandunwin.com via Daily Star

Ricky makan satu kali sehari dan minum air dari bendungan dan sumber air, kadang-kadang terpaksa minum air kencingnya sendiri.

Ia membangun tempat berteduh menggunakan dahan dan menemukan kincir angin tua kemudian membuat tempat tinggal sementara dengan cara membalik palung pakan ternak. Ia tinggal di sana selama 10 minggu.

Dalam kondisi yang terpaksa tersebut, ia memakan lintah mentah hingga belalang.

" Saya memakan lintah mentah-mentah, langsung dari bendungan, belalang juga saya memakannya," ungkapnya.

 

6 dari 8 halaman

Sempat Bikin Kuburan untuk Hadapi Kematian

 Ilustrasi
© allenandunwin.com via Daily Star

Ricky terus mencoba bertahan hidup dalam kondisi yang semakin mengenaskan. Ia sering hampir mati kelaparan di tengah gurun.

Semakin lemah dan terkuras energi maupun mentalnya, Ricky sampai menggali tanah untuk kuburannya sendiri. Ia membuat salib untuk menandai kuburannya dan mungkin ada yang menemukan jasadnya.

Dalam keadaan lemah, Ricky harus siaga karena dingo berkeliaran di area tersebut. Binatang ini siap menerkamnya menjadi santapan lezat.

Ricky juga bercerita kalau mengalami bengkak di gigi. Ia lalu mencabut giginya menggunakan kunci mobil.

7 dari 8 halaman

Berhasil Diselamatkan

 Ilustrasi
© allenandunwin.com via Daily Star

Setelah bersusah payah mempertahankan hidup di tengah gurun, dan saat ia terhuyung-huyung di ambang kematian, tim penyelamat datang. 

Mark Clifford, manajer stasiun ternak yang menemukan Ricky, menggambarkannya kondisinya saat itu seperti tengkorak berjalan, saking kurusnya.

Pakar survival mengungkap, Ricky masih hidup karena secara naluriahmemenuhi kebutuhan dasarnya, yaitu air, makanan dan tempat tinggal.

Ricky bercerita kalau hal yang membuatnya bisa bertahan adalah mengingat keluarga dan teman-temannya. Ia mengaku itulah alasan yang kuat dirinya ingin tetap hidup.

8 dari 8 halaman

Menghargai Hidup

Memulai hidup baru setelah cobaan beratnya, Ricky sekarang mengelola tim konstruksi di Dubai. Ia juga berharap dapat menggunakan keahliannya untuk melakukan kerja sosial di Afrika.

“ Sebelumnya, saya sama sekali tidak mengetahui makna tentang hidup, tapi sekarang saya menghargainya setiap hari,” katanya.

 Ilustrasi
© allenandunwin.com via Daily Star

" Saya hanya berpikir saya tidak mati kecuali saya dapat membantu orang lain. Apa yang saya alami mungkin lebih dari yang harus dialami kebanyakan orang, tetapi siapa pun dapat menerapkan naluri yang sama yang saya andalkan,” katanya.

“ Bersyukurlah atas hal-hal baik dalam hidup. Kalau-kalau hal baik direnggut dari genggaman, pastikan untuk memberi tahu orang-orang yang Anda sayangi tentang perasaan Anda. Tidak ada gunanya membuang-buang energi untuk pikiran-pikiran emosional, lebih baik hadapi situasi dan merencanakan masa depan. Rasa takut tidak membawa Anda kemana-mana," ungkapnya. (mut)

Join Dream.co.id