Kisah Khori Anam Berjuang Selamatkan Korban Wedhus Gembel Semeru: Seperti Masuk Neraka

News | Selasa, 7 Desember 2021 16:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Kaki Khori Anam luka bakar setelah tercelup lahar Semeru yang masih panas.

Dream - Khori Anam, 55 tahun, untuk sementara tak bisa berjalan. Telapak kaki kanannya diperban. Terluka bakar.

Warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terluka ketika wedhus gembel, sebutan untuk awan panas gunung berapi, menerjang desanya.

" Kaki terbakar dan belum bisa jalan," ujar Khori.

Beberapa saat usai terjangan wedhus gembel, Khori bersama warga dan petugas terjun mengevakuasi warga lain. Tiba-tiba, dia terperosok ke lahar yang masih cukup panas.

Kisah Khori Anam Berjuang Selamatkan Korban Wedhus Gembel Semeru: Seperti Masuk Neraka
Khori Anam, Berjuang Selamatkan Korban Semeru (Daarul Quran)
2 dari 6 halaman

Semenit Terperosok, Sudah Seperti Masuk Neraka

Khori mengaku sebenarnya tidak terlalu lama dia terperosok. Hanya sekitar 1 menit. 

" Terperosok hanya semenit, tapi kaki habis terbakar dan kakinya terus masuk ke dalam, seperti masuk neraka," kata Khori.

 Khori Anam dengan kondisi kaki kanan terbakar lahar Semeru© Daarul Quran

Petugas gabungan bersama warga seketika berusaha menyelamatkan Khori. Pria itu ditarik hingga kakinya bisa terbebas dari lahar.

Setelah itu, Khori langsung dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat penanganan darurat. Setelah itu, dia dirawat oleh Tim Aksi Tanggap Bencana PPPA Daarul Quran Surabaya yang diterjunkan ke lokasi terdampak awan panas guguran Semeru.

3 dari 6 halaman

Hebat, Langsung Terjun Lagi Bantu Evakuasi

Hebatnya, usai agak membaik, Khori memilih kembali terjun membantu evakuasi. Dengan kondisi pincang, dia terus membantu para korban Semeru.

Sembari mencecap kopi, Khori menjelaskan alasannya untuk ikut dalam proses evakuasi. Saat ini, kata dia, semua warga yang tinggal di lereng Semeru merasakan penderitaan yang sama.

Ada banyak warga yang juga mengalami luka bakar seperti dia, bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak saling bantu.

4 dari 6 halaman

Video Getir Kerbau Bertahan Hidup Saat Seluruh Badan Terjebak Lahar Vulkanik Semeru

Dream - Bencana awan panas guguran Gunung Semeru tak hanya berdampak pada warga yang harus mengungsi. Bahan vulkanik yang terlontar dari salah satu gunung tertinggi di Indonesia ini juga membuat hewan ternak terkena imbasnya.

Sebagai sumber penghidupan, banyak warga terpaksa meninggalkan hewan ternak mereka ketika awan panas guguran (APG) mulai menerjang desa mereka. Sebagian hewan mati setelah terkubur dalam lumpur vulkanik yang memang sangat tebal tersebut.

Namun cukup banyak juga hewan yang masih bisa menyelamatkan diri mereka. 

Tim relawan bersama TNI dan Polri hingga saat ini terus menjalankan evakuasi terhadap warga korban awan panas guguran Semeru. Termasuk juga terhadap hewan ternak yang masih hidup.

Sebuah video haru diunggah akun Instagram @fakta.indo, memperlihatkan seekor kerbau terjebak lahar dingin Semeru. Kerbau itu masih hidup namun tak bisa bergerak lantaran hampir semua badannya tertimbun dalam lumpur.

Sementara, lumpur sudah mulai mengering. Kondisi tersebut menyulitkan proses evakuasi.

 

5 dari 6 halaman

Badan Kerbau Terjebak Lahar Mulai Mengering

Untuk sementara, relawan dan warga memberi makan kerbau tersebut dengan rumput. Ini agar hewan ternak itu tetap hidup sehingga bisa dievakuasi.

"Momen evakuasi hewan ternak yang terjebak lahar Gunung Semeru. Alhamdullilah hewan ternak ini berhasil diselamatkan," tulis admin.

Kerbau tersebut terjebak ketika banjir lahar dingin melanda Candipuro, Lumajang, Jawa Timur. Proses evakuasi dijalankan relawan bersama warga.

 

      View this post on Instagram

A post shared by Fakta Indo | Berita Indonesia (@fakta.indo)

6 dari 6 halaman

Anggota TNI Evakuasi Kambing Warga

Sementara akun Instagram @viralkak mengunggah momen anggota TNI tengah mengevakuasi kambing warga. Untuk memudahkan, kaki kambing itu diikat lalu dibawa dengan cara digendong.

Anggota TNI tersebut berjalan kaki menyusuri jalanan. Kambing yang digendongnya akan ditempatkan di penampungan ternak warga terdampak bencana Semeru.

Selain memudahkan, mengikat kaki kambing dimaksudkan hewan ternak itu melawan saat dipegang. Kondisi tersebut dapat mempersulit proses evakuasi.

      View this post on Instagram

A post shared by VIRALKAK (@viralkak)

Join Dream.co.id