Kisah Jenderal TNI Tak Dapat Jabatan Meski Sudah Keluar Masuk Wilayah Konflik

News | Jumat, 27 November 2020 13:30
Kisah Jenderal TNI Tak Dapat Jabatan Meski Sudah Keluar Masuk Wilayah Konflik

Reporter : Sugiono

"Sedih saya waktu itu, dan rata-rata orang yang tidak punya jabatan itu mesti kasus, saya kasus tidak," imbuh Widodo.

Dream - Widodo Iryansyah. Dia adalah purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selama 33 tahun masa hidupnya dia habiskan mengabdi di kesatuan TNI Angkatan Darat.

Berbagai tugas telah dia emban, termasuk berkelana di medan-medan konflik. Namun sayangnya, dia mengaku tidak pernah mendapat jabatan yang mentereng di tubuh militer. Dia mengaku sedih, kala itu.

Padahal, sebagai prajurit, dia merasa tidak pernah berkasus. Pria yang pensiun dengan pangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI itu tidak sekalipun membikin ulah.

Ingin tahu seperti apa cerita Mayjen TNI (Purn) Widodo Iryansyah? Berikut ulasannya.

2 dari 6 halaman

Ditugaskan ke Wilayah Konflik

Widodo Iryansyah mengakhiri masa pengabdian di TNI AD sebagai Panglima Kodam V Brawijaya itu sempat ditugaskan pada wilayah-wilayah konflik, seperti Papua, Aceh, dan Ambon di Maluku.

" Kebetulan saya mempunyai wilayah operasi dari Pulau Buru hingga di bawahnya kota Fakfak Papua, ada 52 pos. Jadi saya masuk kantor hanya satu minggu saja, yang tiga minggu ke daerah untuk mengecek pos-pos ini," kata Widodo seperti terlihat dalam unggahan akun Instagram @tni_angkatan_darat.

3 dari 6 halaman

Sedih Tak Diberi Jabatan

Widodo sempat merasakan kesedihan ketika tak mendapatkan jabatan. Padahal selama mengabdi selalu mendapat tugas berat di wilayah-wilayah konflik.

" Orang tidak bisa memprediksi nasibnya mau jadi apa berikutnya. Saya habis jadi Kasdam selama 1,5 tahun tidak punya jabatan, Perwira Tinggi Khusus," kata dia.

" Sedih saya waktu itu, dan rata-rata orang yang tidak punya jabatan itu mesti kasus, saya kasus tidak," imbuh Widodo.

4 dari 6 halaman

Tetap Bersyukur

Meski demikian, Widodo tidak lupa selalu bersyukur. Dia begitu mensyukuri apapun yang diterima. Widodo pun juga memetik hikmah karena memiliki kesempatan berkumpul bersama keluarga selama sepuluh bulan.

Sebelum menjadi Perwira Tinggi Khusus (Patisus), Widodo memang tidak punya waktu untuk berkumpul dengan anak-anak dan keluarganya.

5 dari 6 halaman

Pesan untuk Penerus TNI AD

Widodo juga berpesan kepada para generasi penerus TNI AD. Dia mengatakan, prajurit harus memiliki pikiran positif serta inovatif guna memecahkan suatu masalah.

" Kita harus pandai-pandai membaca situasi," kata dia.

" Harus pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan, yang penting tulus, menjadi seorang pemimpin, tulus dan jujur, aman kalau sudah seperti itu," imbuh Widodo.

Sumber: Merdeka.com

6 dari 6 halaman

Ini Videonya

      View this post on Instagram

A post shared by TNI AD (@tni_angkatan_darat)

Join Dream.co.id