Tim Prabowo: KPU Terlalu Sombong

News | Jumat, 21 Juni 2019 11:45
Tim Prabowo: KPU Terlalu Sombong

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

"Firaun dulu juga sombong. Jadi kalau belajar kesombongan, zaman Firaun sudah ada," kata Bambang.

Dream - Ketua Tim Hukum pasangan Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto, menanggapi pernyataan kubu Jokowi-Ma'ruf yang menyebut saksi kubu 02 itu tidak ada yang relevan.

" Lawyer memang kerjaannya itu. Menurut saya biasalah memang kerjaannya itu. Kerjaan kami kan membuktikan, kerjaan dia menganggap itu tidak ada," ujar Bambang di Gedung MK, Jakarta, Jumat 21 Juni 2019.

Menurut Bambang, 14 saksi fakta dan dua ahli yang dihadirkan timnya tidak ada yang ditolak oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan kubu Jokowi-Ma'ruf.

" Mustinya dia tolak dari awal. Ketika dia tidak tolak, artinya dia mengakui saksi itu," ucap dia.

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini juga menanggapi sikap KPU yang tidak menghadirkan saksi fakta dan hanya menghadirkan satu ahli.

Seperti kubu Jokowi-Ma'ruf, KPU juga menganggap saksi kubu Prabowo-Sandi tidak relevan dan menguntungkan malah mereka.

" Mereka terlalu over confident, kan. Dari 300 halaman yang dibacakan 30, ini kan over confident. Kalau pakai bahasa lain, mereka terlalu sombong. Saya tak ingin menjadi orang yang sombong," kata dia.

Bambang mengatakan, banyaknya saksi yang dihadirkan oleh Tim Hukum Prabowo-Sandi bertujuan untuk membuktikan kecurangan sekecil apapun dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

" Firaun dulu juga sombong. Jadi kalau belajar kesombongan, zaman Firaun sudah ada. Makanya kami tak mau jadi orang yang sombong," ujar dia.

2 dari 6 halaman

TKN Sebut Saksinya Akan Luluh-lantakkan Saksi 02

Dream - Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) mengagendakan paparan keterangan saksi dari tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Anggota Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, I Wayan Sudirta mengatakan, timnya akan menghadirkan saksi yang tidak bertele-tele dalam memberikan keterangan.

" Karena persidangan ini kita harus pahami psikologi hakim sudah lelah. Kalau sudah lelah bagi pengacara yang berpengalaman nggak akan bawa saksi dan ahli yang bertele-tele," ujar Wayan di Gedung MK, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019.

Wayan menuturkan, saksinya akan menjelaskan mengenai tuduhan kecurangan pemilu yang disampaikan kubu pemohon secara terstruktur, sistematis dan masif.

Tak hanya itu, mantan kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di sidang penistaan agama ini juga meyakini, saksi yang dibawa timnya akan membantah semua pernyataan saksi kubu 02.

" Kalau bahasa awamnya akan meluluhlantakkan permohonan pemohon yang panjang lebar," ucap dia.

Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan, timnya akan menghadirkan dua saksi fakta dan dua saksi ahli. " Hari ini kita akan mengajukan dua saksi dua ahli dan dua-duanya sudah siap dan sudah hadir di Mahkamah Konstitusi untuk memberikan keterangan," kata Yusril.

3 dari 6 halaman

Ditantang Kubu Prabowo, Begini Reaksi Saksi Ahli IT KPU

Dream - Ahli IT yang dihadirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Marsudi Wahyu Kisworo, sempat ditantang oleh kuasa hukum pasangan Prabowo-Sandiaga, Zulfadli, untuk membuktikan keahliannya.

Awalnya, Marsudi diminta membuktikan dugaan adanya pemilih di bawah umur pada Daftar Pemilih Tetap (DPT). Namun, dia menolak dengan alasan tidak ada korelasi antara keahliannya dengan para pemilih. 

" Jadi dengan segala hormat, Pak, saya tidak ada konteks atau urusan dengan para pemilih," kata Marsudi saat memberikan keterangan di persidangan yang digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis 20 Juni 2019.

Marsudi mengatakan, sejak awal bertugas sebagai desainer Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik KPU. Dia mengaku, bangunan sistem itu bukan menjadi kewenangannya.

Namun, Zulfadli tetap menanyakan kemampuan deteksi Marsudi. Lulusan ITB itupun enggan meladeni permintaan itu. Meski juga bertugas sebagai pakar keamanan siber.

" Tadi saya bercanda saya nggak perlu tanya password WiFi MK saya bisa tembus saja, tapi nanti ditangkap sama para hakim kan," kata Marsudi.

Menurut dia, untuk mendeteksi umur pemilih, dia harus membuat program terlebih dahulu. Perlu dua hingga tiga hari membuat sistem tersebut.

Perdebatan ini akhirnya disudahi ketika Hakim Konstitusi, I Dewa Gede Palguna, yang menyampaikan bahwa Marsudi berstatus sebagai desainer Situng.

4 dari 6 halaman

Ahli IT Beber Penambahan dan Pengurangan Suara Capres di Situng KPU

Dream - Saksi ahli dan perancang Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng), Marsudi Wahyu Kisworo, menyebut ada lima syarat dan ketentuan yang terdapat di sistem itu.

Lima syarat itu diantaranya mengenai proses memasukkan data berdasarkan C1. Marsudi mengatakan, terjadinya kesalahan hitung bisa dikarenakan C1 yang bermasalah.

" Kalau C1 ada kesalahan, maka di Situng juga akan salah," kata Marsudi saat memberi keterangan di ruang sidang Mahkamah Konstitusi, Kamis 20 Juni 2019.

Menurut Marsudi, operator data entry biasanya di bawah sumpah untuk memasukkan apa yang ada di dalam kertas. Alasan inilah yang menyebabkan entri data C1 bisa berpengaruh.

Untuk itu, Marsudi mengatakan, perbedaan kesalahan C1 dikoreksi saat proses perhitungan suara berjenjang. " Jadi yang mungkin terjadi sudah dikoreksi tapi di Situng tidak koreksi," ujar dia.

Selain menjelaskan aturan, Marsudi mengatakan bahwa proses penambahan suara dan pengurangan suara terjadi di masing-masing paslon capres dan cawapres.

" Seminggu setelah penjelasan, penambahan dan pengurangan suara terjadi di kedua pasangan. Ada (paslon) yang bertambah, ada (paslon) yang berkurang," kata dia.

Dia menyebut, penambahan dan pengurangan suara itu terjadi dengan pola tak teratur. " Level provinsi, acak, bahkan hingga level kabupaten, kota, kita lihat lebih acak lagi," ujar dia.

5 dari 6 halaman

Ahli IT: Situng KPU Hanya Bisa Diakses Secara Khusus

Dream - Sidang sengketa hasil perhitungan suara pemilihan presiden 2019 kembali dibuka. Agenda sidang kali ini mendengar keterangan ahli yang disampaikan pihak termohon, Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tim kuasa hukum KPU tidak menyodorkan saksi fakta. Sebagai gantinya, sidang mendengar saksi ahli, yaitu perancang Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Marsudi Wahyu Kisworo.

Dalam keterangannya, Marsudi menyebut Situng memiliki perbedaan dengan tampilan laman daring. Dia mengatakan, Situng KPU, hanya bisa diakses dari dalam KPU.

" Situng ada dua komponen, dan hanya bisa diakses melalui sistem intranet di dalam KPU," kata Marsudi, Kamis 20 Juni 2019.

6 dari 6 halaman

Pengamanan ServerBambang Widjojanto Tak Tahu Haris Azhar Tolak Jadi Saksi Prabowo

Dream - Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto, mengaku tidak mengetahui penolakan aktivis HAM, Haris Azhar, untuk menjadi saksi fakta dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).

" Surat dari mana? Saya belum tahu. Kalau itu ada, bagus. Tapi saya belum pernah melihat surat itu," ujar Bambang di Gedung MK, Jakarta, Rabu 19 Juni 2019.

Bambang tidak mengetahui secara pasti nama-nama saksi yang bersedia hadir. Dia menjelaskan, para saksi itu diurus oleh anggota tim hukum yang lain, yakni Teuku Nasrullah dan Iwan Satriawan.

" Enggak tahu (Haris menolak). Makanya saya tanya ke teman-teman yang lain," ucap dia.

Sejatinya, Haris akan menjadi saksi fakta di kubu Prabowo-Sandi. Dia akan menjelaskan mengenai netralitas aparat di Pemilu 2019.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf Yusril Ihza Mahendra mengaku tidak menjadi soal jika Haris batal menjadi saksi fakta kubu 02.

" Enggak pengaruh, siapa saja mau datang, datang saja," ujar Yusril.

Reaksi Mainaka yang Bikin Nia Ramadhani Menangis
Join Dream.co.id