Terus Keringatan Saat Konpers, Wamenkes Iran Ternyata Positif Corona

News | Rabu, 26 Februari 2020 12:01
Terus Keringatan Saat Konpers, Wamenkes Iran Ternyata Positif Corona

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ternyata, hasil pemeriksaannya positif.

Dream - Wakil Menteri Kesehatan, Iraj Harirchi, positif terinfeksi virus corona. Sebelum dinyatakan terjangkit Covid-19, Hararichi terlihat sering mengelap keringat saat menggelar konferensi pers.

Dikutip dari BBC, Rabu 26 Februari 2020, Harirchi mengunggah video konfirmasi yang menyatakan dirinya terjangkit virus corona. Karena itulah, pria tersebut mengisolasi diri agar tak menulari yang lain.

“ Saya menginformasikan kepada kalian bahwa saya juga mengidap corona. Saya demam sejak kemarin. Hasil tes kesehatan ternyata positif. Sejak saat itu, saya mengisolasi diri sendiri,” kata dia.

Harirchi mengatakan dirinya langsung mendapatkan perawatan intensif. Dikatakan bahwa badannya sakit dan agak demam.

“ Semoga saja ke depannya akan pulih,” kata dia. 

 Wakil Menteri Iran, Iraj Hararchi, mengelap keringat saat konferensi pers.© BBC

2 dari 6 halaman

Siap Perangi Corona

Dia mengatakan Iran akan berperang dalam corona dalam beberapa minggu ke depan. Harirchi optimistis bisa mengalahkan virus itu.

Pria ini juga berpesan agar masyarakat Iran bisa menjaga dirinya dengan baik.

“ Tentunya kita akan berperang dalam beberapa minggu ke depan. Yakinlah akan mengalahkan corona. Saya mengatakan ini dari lubuk hati terdalam. Jaga diri kalian baik-baik. Dadah,” kata dia.

3 dari 6 halaman

Tewaskan 15 Orang

Sekadar informasi, Harirchi, dan seorang anggota parlemen lainnya sama-sama mengidap corona. Mereka berjuang untuk melawan virus yang telah menewaskan 15 orang di Iran.

Iran menjadi salah satu dari tiga “ hotspot” di luar Tiongkok yang menyebabkan kekhawatiran bahwa virus itu bisa menjadi pandemi. Diketahui Iran telah melaporkan 95 kasus, tapi jumlah sebenarnya bisa lebih tinggi.

Dikatakan bahwa Harirchi sempat menutup-nutupi skala wabah. Dia tampak tak nyaman secara fisik ketika berbincang dengan wartawan.

4 dari 6 halaman

4 Penumpang Diamond Princess Meninggal Akibat Virus Corona

Dream - Empat penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang terjangkit corona dinyatakan meninggal. Mereka mengembuskan napas terakhir saat dikarantina di Jepang.

Dikutip dari Japan Today, sedikitnya 700 orang, baik penumpang sekaligus awak, melewati dua pekan masa karantina di pelabuhan. Otoritas Jepang perlu memastikan mereka terbebas dari virus corona.

Empat orang tersebut dikarantina di rumah sakit usai dipindahkan dari kapal pesiar. Media setempat melaporkan pasien terakhir yang meninggal yaitu pria usia 80 tahun.

 

 4 Penumpang Diamond Princess Meninggal Akibat Virus Corona© Dream

 

Harian Yomiuri Shimbun melaporkan pria tersebut dinyatakan positif terjangkit corona dan meninggal akibat pneumonia. Kementerian Kesehatan Jepang tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai kasus ini.

Tiga lainnya merupakan warga Jepang, meninggal setelah jatuh sakit di kapal. Dua di antaranya terkonfirmasi terjangkit virus corona.

5 dari 6 halaman

Jepang dalam Tekanan

Jepang mendapat banyak tekanan terkait penanganan kapal tersebut. Terutama setelah beberapa orang diizinkan turun setelah hasil uji menyebut negatif yang kemudian ternyata terbukti positif.

Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan, sejumlah penumpang yang turun bahkan tidak dites selama masa karantina.

Beberapa pejabat pemerintah yang bekerja di kapal itu juga terjangkit virus. Tetapi pihak berwenang tetap pada keputusan untuk tidak menguji mereka yang bekerja di kapal.

" Kami menyadari risiko mereka terjangkit ketika melepas masker dan sarung tangan, jadi kami akan menjalankan langkah menyeluruh untuk mencegah infeksi ini," ujar Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato.

 

6 dari 6 halaman

Infeksi Meningkat, Tak Diketahui Sebabnya

Banyak negara telah mengevakuasi warganya di kapal tersebut. Negara terakhir yaitu Filipina, yang menerbangkan pulang 450 warganya pada Selasa, sementara 81 lainnya dinyatakan positif sehingga tetap di Jepang.

Sementara situasi di kapal pesiar sudah diawasi, infeksi virus melonjak di Jepang. Sejauh ini ada 156 kasus dengan angka kematian 1 orang.

" Seperti kita lihat pasien yang jalur penularannya tidak jelas di beberapa daerah di Jepang, sekarang adalah fase penting untuk mencegah penyebaran infeksi terjadi dalam skala besar," ujar juru bicara Pemerintah Jepang, Yoshihide Suga.

Terkait
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam
Join Dream.co.id