Keraton Kasepuhan Cirebon Gelar Pencucian Piring Wali Songo

News | Senin, 4 November 2019 14:02
Keraton Kasepuhan Cirebon Gelar Pencucian Piring Wali Songo

Reporter : Ahmad Baiquni

Prosesi Siraman Panjang digelar menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad.

Dream - Umat Islam kini tengah berada di bulan Rabi'ul Awal 1441 Hijriah. Bagi umat Islam, Rabi'ul Awal memiliki kedudukan istimewa karena di bulan ini Rasulullah Muhammad SAW lahir.

Jelang hari lahirnya Rasulullah yaitu pada 12 Rabi'ul Awal, Keraton Cirebon, khususnya Kasepuhan, selalu menggelar prosesi adat. Beberapa di antaranya yaitu pencucian sejumlah pusaka.

Seperti yang digelar Keraton Kasepuhan Cirebon hari ini, Senin, 4 November 2019 bertepatan dengan 7 Rabi'ul Awal 1441. Para pembesar keraton bersama para abdi menjalani prosesi Siraman Panjang.

Seperti diunggah akun Instagram @aboutcirebonid, prosesi ini dilaksanakan dengan mencuci sembilan piring keramik peninggalan Wali Songo. Prosesi dipimpin langsung oleh Sultan Sepuh XIV Pangeran Radja Adipati Arief Natadiningrat.

Piring-piring berukuran besar itu diklaim telah berusia sekitar 700 tahun. Diyakini, dulunya sembilan piring tersebut pernah digunakan Wali Songo ketika bermusyawarah.

 

2 dari 6 halaman

Jalannya Prosesi

Dalam video yang diunggah di akun tersebut, prosesi dijalankan dengan para abdi dalem berbaris di hadapan Sultan Sepuh. Masing-masing abdi membawa satu buah piring yang dibalut dengan kain putih.

Selanjutnya, pusaka-pusaka tersebut dibawa ke Bangsal Pungkuran, Keputren Keraton Kasepuhan. Di sana sudah tersedia kolam besar untuk mencuci piring-piring tersebut.

Sebelum prosesi Siraman Panjang dilaksanakan, terlebih dulu dibuka dengan zikir bersama. Setelah itu, setiap pusaka dicuci satu per satu dengan cara dimasukkan ke dalam kolam.

4 dari 6 halaman

Tips Merawat Kesehatan Cara Sahabat Ali bin Abi Thalib

Dream - Kesehatan tubuh tidak semata ditunjang aktivitas fisik. Memang benar, konsumsi makanan bergizi dan olahraga teratur jadi beberapa cara membuat tubuh tetap sehat.

Sebenarnya, kesehatan tubuh juga bisa ditunjang dari kebersihan hati dan pikiran. Dua hal ini ternyata berdampak besar terhadap tubuh kita.

Sehingga, menjaga kesehatan tubuh tidak cukup dengan segala macam aktivitas fisik. Kita perlu mengimbangi dengan aktivitas rohani dan berpikir.

Dikutip dari Bincang Syariah, Sahabat Ali bin Abi Thalib RA ternyata punya cara untuk menjaga kesehatan. Cara tersebut dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sahabat Ali meninggalkan pesan yang bermakna terkait tubuh yang sehat. Pesan itu tertuang dalam kitab Al Hikam Ali bin Abi Thalib.

" Tubuh sehat karena tak banyak iri."

 

5 dari 6 halaman

Sifat Iri Membuat Jiwa Sakit

Pesan itu bukannya tanpa alasan. Karena tubuh sehat menghadirkan hati yang bersih dan pikiran yang tenang. Kondisi itu juga membuat jiwa kita menjadi bersih.

Sedangkan sifat ini membuat jiwa menjadi sakit. Rasa iri mengantarkan manusia untuk berbuat melampaui batas.

Berkumpulnya iri dalam hati membuat tubuh yang kuat dan pikiran cerdas tidak berarti. Karena kesehatan fisik dan jiwa adalah dua hal yang saling bertautan.

Sahabat Ali pun berpesan demikian:

" Kesehatan adalah mahkota yang dikaruniakan oleh Allah di atas kepala orang-orang yang sehat."

 

6 dari 6 halaman

Iri Dapat Memakan Kebaikan

Agar tubuh senantiasa sehat, kita perlu membuang sejauh mungkin sifat iri yang timbul dari kebencian. Seseorang yang memiliki sifat ini selalu tidak merasa senang melihat orang lain bahagia.

Dia pun berharap kebahagiaan orang lain segera lenyap. Sehingga, iri merupakan penyakit hati yang muncul akibat keburukan jiwa.

Dalam hadis riwayat Imam Abu Daud, Abu Hurairah bercerita mengenai sabda Rasulullah Muhammad SAW.

Berhati-hatilah kalian terhadap iri hati karena sesungguhnya iri hati itu dapat memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.

(ism, Sumber: Bincang Syariah)

Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id