Mau Lolos Seleksi PPPK? Kemendikbud Buat Portal Belajar Bagi Guru Honorer

News | Kamis, 4 Maret 2021 09:00
Mau Lolos Seleksi PPPK? Kemendikbud Buat Portal Belajar Bagi Guru Honorer

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Kemendikbud meluncurkan portal Guru Belajar dan Berbagi bagi guru honorer untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dream - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan portal Guru Belajar dan Berbagi bagi para guru honorer. Portal ini diharapkan membantu para guru tersebut mempersiapkan diri menghadapi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Irwan Syahril menuturkan, portal ini merupakan hasil integrasi guna mempermudah para guru dalam belajar dan mengakses informasi.

" Semangat Guru Belajar dan Berbagi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan bahwa guru dan tenaga kependidikan telah mengintegrasikan layanan Guru Berbagi dan Belajar menjadi satu portal agar lebih mudah dalam sosialisasi kepada publik dan dapat menjangkau lebih banyak guru, tenaga kependidikan, pemangku kepentingan serta orangtua murid," sebut Irwan dalam siaran daring, Rabu 3 Maret 2021.

 

2 dari 6 halaman

Wadah Pelatihan Seleksi

Untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi, portal Guru Belajar dan Berbagi dapat diakses melalui https://gurubelajardanberbagi. kemdikbud.go.id/.

Portal tersebut, lanjut Irwan merupakan wujud dukungan terhadap para guru honorer dalam menghadapi seleksi PPPK 2021.

" Kami mempersiapkan materi bagi guru honorer yang akan mengikuti seleksi PPPK untuk menyegarkan pengetahuan dan memperkuat pemahaman yang menjadi bidang studi yang jadi tanggung jawabnya sebagai seorang guru. Materi ini dipersiapkan agar mereka dapat belajar dengan sungguh-sungguh, baik secara mandiri maupun luring," ujarnya.

 

3 dari 6 halaman

Sebagai Program Peningkatan Kapasitas Diri

Selain diperuntukkan bagi mereka yang ingin menghadapi seleksi PPPK, Portal Guru Belajar dan Berbagi juga ditujukan bagi guru-guru pada umumnya yang ingin meningkatkan kapasitas diri.

" Dalam program Guru Belajar dan Berbagi terjadi kolaborasi antara pemerintah, guru, komunitas dan penggerak pendidikan. Mereka bergotong-royong berbagi ide berbagai praktik pembelajaran melalui berbagai macam bimbingan teknis daring, pendidikan dan pelatihan daring, rencana pelaksanaan pembelajaran, artikel-artikel, video pembelajaran agar anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang lebih baik dari guru-guru yang gemar belajar," kata dia.

Dengan hadirnya platform ini, dia pun mengharapkan para guru dapat meningkatkan kapasitasnya.

" Saya secara pribadi mendoakan dan sangat berharap Bapak/Ibu guru dalam meningkatkan kualitas pemahaman dan pengetahuan ini akhirnya mampu untuk melewati proses seleksi ASN PPPK dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik pula," pungkas dia.

4 dari 6 halaman

Nadiem Makarim Pastikan CPNS Guru Tetap Ada, PPPK Boleh Mendaftar

Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjernihkan kabar soal kabar pemerintah menghentikan rekrutmen guru CPNS mulai 2021. Mas Menteri, sapaan Nadiem sejak menjabat Mendikbud, menyatakan ada persepsi yang salah terkait kebijakan tersebut. 

Nadiem menjelaskan persepsi yang salah itu mengenai kebijakan pemerintah yang mengalihkan rekrutmen guru aparatur sipil negara (ASN) ke PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja).

“ Ingin saya koreksi, mispersepsi di media bahwa tidak ada lagi formasi CPNS untuk guru, ini salah dan tidak pernah menjadi kebijakan Kemendikbud,” tegas Nadiem Makarim dalam webinar, Selasa 5 Januari 2021.

5 dari 6 halaman

CPNS Guru Tetap Ada

Dia menegaskan penerimaan CPNS untuk formasi guru masih akan tetap ada. Sebab, kebijakan ini akan sejalan dan saling melengkapi dengan perekrutan PPPK.

Namun, lanjut Nadiem, khusus rekrutmen ASN tahun 2021 hanya akan diperuntukkan bagi guru honorer.

Tahun ini, pemerintah akan menyiapkan formasi satu juta guru. Ini bisa diisi oleh guru honorer K2, non K2, guru swasta, dan lulusan pendidikan profesi guru (PPG) yang belum pernah mengajar. Bagi yang lulus tes akan mengisi formasi satu juta guru PPPK.

“ Fokus tahun ini adalah perekrutan guru honorer sampai dengan kapasitas satu juta guru (jumlah yang diangkat hanya yang lulus tes) melalui jalur PPPK,” terangnya.

6 dari 6 halaman

Dorong Pengajar Ambil PPPK

Nadiem tak lupa mendorong para guru honorer serta lulusan PPG melamar menjadi guru PPPK. Kinerja yang baik sebagai guru PPPK nantinya akan menjadi pertimbangan penting jika guru PPPK yang bersangkutan melamar menjadi CPNS.

Tentunya kebijakan pengangkatan seorang guru PPPK menjadi CPNS tetap berpedoman pada aturan perundang-undangan yang berlaku salah satunya batas usia pelamar CPNS yakni 35 tahun.

“ Kami terus berupaya memperjuangkan agar para guru mendapatkan kesempatan memperjelas status dan meningkatkan kesejahteraannya,” kata Nadiem Makarim.

Sebelumnya Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengungkapkan, pemerintah akan menghentikan rekrutmen guru CPNS mulai tahun ini.

Ada 147 jabatan fungsional yang dijadikan PPPK termasuk guru. Perubahan kebijakan ini, kata Bima Haria untuk memenuhi amanat UU ASN.

Join Dream.co.id