Umroh Dibuka Bertahap, Kemenag Tunggu Kabar dari Saudi

News | Rabu, 23 September 2020 16:02
Umroh Dibuka Bertahap, Kemenag Tunggu Kabar dari Saudi

Reporter : Ahmad Baiquni

Kemenag berharap Indonesia masuk dalam daftar negara yang diizinkan mengirimkan jemaah umroh.

Dream - Arab Saudi membuka secara bertahap penyelenggaraan umroh pada 4 Oktober 2020. Saudi juga mempertimbangkan pembukaan umroh bagi negara lain sehingga dapat mengirimkan jemaahnya.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Nizar, saat ini pihaknya menunggu rilis Saudi mengenai daftar negara yang diizinkan mengirimkan jemaah umroh.

" Saudi dalam pengumumannya menyebut akan merilis daftar negara mana saja yang akan mendapatkan izin memberangkatkan jemaah umrah. Jadi kami masih menunggu rilis dari Kemenkes Saudi. Kami berharap Indonesia termasuk yang mendapat izin memberangkatkan," ujar Nizar melalui keterangan tertulis diterima Dream.

 

2 dari 6 halaman

Jalin Koordinasi dengan Berbagai Pihak

Nizar mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait persiapan umroh jika Saudi sudah mengambil keputusan pembukaan.

Seperti dengan Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, maskapai penerbangan, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU).

" Kami sudah minta ke Konsul Haji KJRI untuk ikut memantau kemungkinan Indonesia mendapat izin memberangkatkan jemaah umrah," kata Nizar.

Pihaknya juga terus berkomunikasi dengan maskapai serta PPIU. Dia meminta agar jemaah umroh yang tertunda menjadi prioritas untuk diberangkatkan.

" Kita juga membahas penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan umroh di masa Covid-19 bersama dengan Kemenkes," kata dia.

 

3 dari 6 halaman

Tunggu Rilis dari Saudi

Hal sama disampaikan Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Ditjen PHU Kemenag, Arfi Hatim. Dia mengatakan pemberangkatan jemaah umroh Indonesia menunggu rilis daftar negara yang mendapat izin dari Saudi.

Tetapi, persiapan pelaksanaan umroh sudah dilakukan jauh hari sembari menunggu Saudi mengambil keputusan. Termasuk persiapan semua layanan di Saudi.

" Kami akan melakukan sosialisasi kepada PPIU dan jemaah terkait penerapan protokol kesehatan. Kami juga akan minta kepada PPIU untuk menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan manasik umrah yang mereka lakukan," kata dia.

4 dari 6 halaman

Penyelenggaraan Umroh Dibuka Bertahap Mulai 4 Oktober 2020

Dream - Arab Saudi membuka kembali penyelenggaraan umroh di tengah pandemi Covid-19. Tetapi, pembukaan tersebut dilaksanakan secara bertahap sembari melaksanakan tindakan pencegahan yang diperlukan.

Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan keputusan ini diambil setelah memperhatikan perkembangan virus corona dan merespons harapan umat Islam di seluruh dunia untuk melaksanaan umroh.

Tahap pertama umroh dilaksanakan pada 4 Oktober. Pada tahap ini, hanya warga Saudi dan ekspatriat yan bermukim di wilayah Saudi diizinkan melaksanakan umroh dengan jumlah dibatasi sebanyak 30 persen atau setara 6.000 jemaah per hari.

 

5 dari 6 halaman

Jemaah Umroh dari Luar Negeri Dimulai 1 November 2020

Tahap kedua, jumlah jemaah ditingkatkan menjadi 75 persen pada 18 Oktober 2020. Jumlah tersebut terinci dalam 15 ribu jemaah umroh dan 40 ribu jemaah sholat per hari.

Pada tahap ketiga, jemaah dari luar negeri diizinkan melaksanakan umroh di tanggal 1 November 2020. Kapasitas yang ditetapkan yaitu sebanyak 20 ribu jemaah umroh dan 60 ribu jemaah sholat per hari.

Sedangkan pada tahap keempat, Masjidil Haram akan kembali ke kondisi normal. Dengan catatan semua risiko Covid-19 hilang sepenuhnya.

 

6 dari 6 halaman

Pengaturan Jemaah Lewat Aplikasi

Masuknya jemaah umroh, jemaah sholat serta pengunjung akan diatur menggunakan aplikasi 'I'tamarna'. Aplikasi ini diluncurkan Kementerian Haji dan Umroh menegakkan standar kesehatan dan memudahkan jemaah merencanakan perjalanan mereka.

Kementerian Dalam Negeti meminta semua pengunjung situs suci untuk patuh pada protokol pencegahan, selalu memakai masker, menjaga jarak aman dengan yang lain, dan menahan diri dari kontak fisik.

" Kerajaan ini memberdayakan seluruh jemaah, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk dapat melaksanakan ibadah umroh secara aman dan sehat, serta melindungi mereka dari ancaman pandemi," demikian keterangan Kementerian Dalam Negeri.

Sumber: Arab News

Join Dream.co.id