Kemenag Lobi Saudi Izinkan Indonesia Kirim Jemaah Umroh

News | Kamis, 24 September 2020 14:01
Kemenag Lobi Saudi Izinkan Indonesia Kirim Jemaah Umroh

Reporter : Ahmad Baiquni

Saudi akan mengumumkan negara mana saja yang boleh kirim jemaah umroh.

Dream - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nizar Ali, mengatakan Arab Saudi telah memutuskan akan membuka kembali secara bertahap ibadah umroh. Tetapi, Saudi belum menentukan negara mana saja yang dibolehkan mengirimkan jemaah umroh.

" (Saudi) sudah mulai menampung dari negara lain yakni mengizinkan ibadah umroh dan sholat bagi luar warga negara Saudi, mukim dan orang dari luar negeri per 1 November 2020," ujar Nizar saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR.

Hanya, kata dia, Saudi belum memperbolehkan jemaah dari semua negara untuk melaksanakan umroh. Nantinya, Kementerian Kesehatan Saudi akan menyusun daftar negara yang dibolehkan mengirimkan jemaah umrohnya.

Dengan daftar rekomendasi tersebut pihak kerajaan Saudi akan memutuskan negara yang diizinkan memberangkatkan jemaah.

 

2 dari 6 halaman

Tempuh Jalur Diplomasi

Untuk saat ini belum diketahui apakah Indonesia akan masuk dalam daftar tersebut atau tidak. Nizar mengatakan Kemenag akan menggunakan jalur diplomasi untuk melobi otoritas Saudi agar mengizinkan Indonesia memberangkatkan jemaahnya.

" Jadi, mudah-mudahan Indonesia ini melalui teman kita di Saudi dan jalur diplomasi untuk bisa memasukkan Indonesia dalan daftar yang boleh memberangkatkan umroh. Jika tidak ya, masih tertutup untuk berangkat umroh," kata dia.

Saudi membuka umroh secara bertahap. Tahap pertama, umroh boleh dilaksanakan hanya untuk warga Saudi dan ekspatriat yang bermukim pada 4 Oktober dengan jumlah jemaah dibatasi 30 persen dari kapasitas Masjidil Haram.

Tahap kedua, Masjidil Haram boleh dimasuki jemaah terdiri dari warga Saudi dan ekspatriat dengan jumlah 75 persen dari total kapasitas masjid pada 18 Oktober.

" Artinya, 15 ribu jemaah umroh per hari dan 40 ribu jemaah sholat magtubah per hari, itu 75 persen tahap kedua," ucap Nizar.

Sumber: Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

3 dari 6 halaman

Umroh Dibuka Bertahap, Kemenag Tunggu Kabar dari Saudi

Dream - Arab Saudi membuka secara bertahap penyelenggaraan umroh pada 4 Oktober 2020. Saudi juga mempertimbangkan pembukaan umroh bagi negara lain sehingga dapat mengirimkan jemaahnya.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Nizar, saat ini pihaknya menunggu rilis Saudi mengenai daftar negara yang diizinkan mengirimkan jemaah umroh.

" Saudi dalam pengumumannya menyebut akan merilis daftar negara mana saja yang akan mendapatkan izin memberangkatkan jemaah umrah. Jadi kami masih menunggu rilis dari Kemenkes Saudi. Kami berharap Indonesia termasuk yang mendapat izin memberangkatkan," ujar Nizar melalui keterangan tertulis diterima Dream.

 

4 dari 6 halaman

Jalin Koordinasi dengan Berbagai Pihak

Nizar mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait persiapan umroh jika Saudi sudah mengambil keputusan pembukaan.

Seperti dengan Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, maskapai penerbangan, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU).

" Kami sudah minta ke Konsul Haji KJRI untuk ikut memantau kemungkinan Indonesia mendapat izin memberangkatkan jemaah umrah," kata Nizar.

Pihaknya juga terus berkomunikasi dengan maskapai serta PPIU. Dia meminta agar jemaah umroh yang tertunda menjadi prioritas untuk diberangkatkan.

" Kita juga membahas penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan umroh di masa Covid-19 bersama dengan Kemenkes," kata dia.

 

5 dari 6 halaman

Tunggu Rilis dari Saudi

Hal sama disampaikan Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Ditjen PHU Kemenag, Arfi Hatim. Dia mengatakan pemberangkatan jemaah umroh Indonesia menunggu rilis daftar negara yang mendapat izin dari Saudi.

Tetapi, persiapan pelaksanaan umroh sudah dilakukan jauh hari sembari menunggu Saudi mengambil keputusan. Termasuk persiapan semua layanan di Saudi.

" Kami akan melakukan sosialisasi kepada PPIU dan jemaah terkait penerapan protokol kesehatan. Kami juga akan minta kepada PPIU untuk menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan manasik umrah yang mereka lakukan," kata dia.

6 dari 6 halaman

Penyelenggaraan Umroh Dibuka Bertahap Mulai 4 Oktober 2020

Dream - Arab Saudi membuka kembali penyelenggaraan umroh di tengah pandemi Covid-19. Tetapi, pembukaan tersebut dilaksanakan secara bertahap sembari melaksanakan tindakan pencegahan yang diperlukan.

Kementerian Dalam Negeri Saudi menyatakan keputusan ini diambil setelah memperhatikan perkembangan virus corona dan merespons harapan umat Islam di seluruh dunia untuk melaksanaan umroh.

Tahap pertama umroh dilaksanakan pada 4 Oktober. Pada tahap ini, hanya warga Saudi dan ekspatriat yan bermukim di wilayah Saudi diizinkan melaksanakan umroh dengan jumlah dibatasi sebanyak 30 persen atau setara 6.000 jemaah per hari.

Tahap kedua, jumlah jemaah ditingkatkan menjadi 75 persen pada 18 Oktober 2020. Jumlah tersebut terinci dalam 15 ribu jemaah umroh dan 40 ribu jemaah sholat per hari.

Pada tahap ketiga, jemaah dari luar negeri diizinkan melaksanakan umroh di tanggal 1 November 2020. Kapasitas yang ditetapkan yaitu sebanyak 20 ribu jemaah umroh dan 60 ribu jemaah sholat per hari.

Sedangkan pada tahap keempat, Masjidil Haram akan kembali ke kondisi normal. Dengan catatan semua risiko Covid-19 hilang sepenuhnya.

Masuknya jemaah umroh, jemaah sholat serta pengunjung akan diatur menggunakan aplikasi 'I'tamarna'. Aplikasi ini diluncurkan Kementerian Haji dan Umroh menegakkan standar kesehatan dan memudahkan jemaah merencanakan perjalanan mereka.

Kementerian Dalam Negeti meminta semua pengunjung situs suci untuk patuh pada protokol pencegahan, selalu memakai masker, menjaga jarak aman dengan yang lain, dan menahan diri dari kontak fisik.

" Kerajaan ini memberdayakan seluruh jemaah, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk dapat melaksanakan ibadah umroh secara aman dan sehat, serta melindungi mereka dari ancaman pandemi," demikian keterangan Kementerian Dalam Negeri.

Sumber: Arab News

 

Join Dream.co.id