Alhamdulillah, Jemaah Umroh Indonesia Dapat Prioritas dari Saudi

News | Senin, 18 Oktober 2021 19:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Kemenag sudah bertemu dengan Dubes Saudi untuk membicarakan persiapan penyelenggaraan umroh.

Dream - Kementerian Agama terus berkoordinasi dengan banyak pihak untuk persiapan penyelenggaraan umroh. Koordinasi dilakukan baik dengan lembaga dalam negeri maupun otoritas Arab Saudi.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Hilman Latief, mengungkapkan, pihaknya telah tiga kali bertemu dengan Duta Besar Saudi. Dalam setiap pertemuan, diskusi yang berkembang mengenai persiapan penyelenggaraan umroh tahun ini.

" Hasil pertemuan terakhir dengan Dubes Arab Saudi menyampaikan umroh untuk jemaah Indonesia segera dibuka dan menjadi prioritas keberangkatan ibadah umroh," ujar Hilman.

Selain itu, Hilman juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, terutama dengan Direktur Timur Tengah serta Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia. Koordinasi terkait upaya negosiasi diizinkannya jemaah Indonesia melaksanakan umroh.

" Kami juga meminta Konsul Haji dan Umroh KJRI Jeddah untuk terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi terkait perkembangan kebijakan penyelenggaraan umroh," ucap Hilman.

Alhamdulillah, Jemaah Umroh Indonesia Dapat Prioritas dari Saudi
Facebook/@haramain.info
2 dari 6 halaman

Upayakan Sinovac Bisa Diterima Tanpa Perlu Booster

Koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Kesehatan. Ini berkaitan dengan kemungkinan pemberian vaksin booster dan pembukaan akses data vaksin jemaah yang akan berangkat umroh.

" Jadi, Kementerian Kesehatan juga sedang negosiasi intensif dengan Kemenkes Saudi agar Sinovac bisa diteruma tanpa harus booster," kata dia.

Langkah selanjutnya, Ditjen PHU membentuk tim manajemen krisis haji dan umroh yang terdiri dari perwakilan Kemenag, Kemenkes, Kemenlu, dan Kementerian Perhubungan. Tim ini akan menyiapkan skema dan solusi penyelenggaraan ibadah haji dan umroh 1443 H yang aman dari Covid-19.

Sebelumnya, Hilman menyatakan telah meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh untuk segera mempersiapkan keberangkatan jemaah yang telah tertunda. Selain itu, PPIU diminta melakukan pendataan terhadap jemaah, dikutip dari Kemenag.

3 dari 6 halaman

Kemenag: Kemenkes Sepakat Buka Data PeduliLindungi untuk Jemaah Umroh

Dream - Kementerian Agama segera berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait akses data untuk jemaah umroh di aplikasi PeduliLindungi. Ini mengingat data vaksinasi pada aplikasi tersebut belum bisa terbaca oleh sistem yang diterapkan otoritas Kerajaan Arab Saudi.

Direktur Bina Umroh dan Haji Khusus Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Nur Arifin, mengatakan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan Kemenkes membahas hal ini pada Selasa, 12 Oktober 2021. Pertemuan itu telah menghasilkan kesepakatan pembukaan data pengguna PeduliLindungi.

" Kemenkes setuju untuk membuka data pada aplikasi PeduliLindungi dalam rangka mendukung penyelenggaraan ibadah umroh," ujar Arifin.

Arifin menjelaskan, Kemenkes akan menyiapkan laman tertentu yang dapat digunakan masyarakat. Lewat laman tersebut nantinya para jemaah umroh dapat mengakses sertifikat vaksinasi dalam aplikasi PeduliLindungi.

" Publik dapat mengakses data sertifikat vaksin dalam aplikasi PeduliLindungi saat QR Code dilakukan scanning," kata dia.

4 dari 6 halaman

Dua Skema Alternatif

Dalam rapat tersebut, Arifin mengatakan terdapat dua skema alternatif terkait akses pada sertifikat vaksin. Alternatif pertama yaitu QR Code dicetak manual dan dibawa masing-masing jemaah, sedangkan kedua dimasukkan dalam aplikasi Siskopatuh yang nantinya dicetak pada kartu identitas jemaah umroh.

" Dua skema ini akan kita matangkan untuk bisa memberikan layanan terbaik kepada jemaah dalam penyelenggaraan umroh di masa pandemi ini," kata Arifin.

Selain itu, terang Arifin, Kemenkes sendiri tengah berkoordinasi dengan otoritas Saudi mengenai integrasi sistem PeduliLindungi dengan Tawakalna. Tawakalna merupakan aplikasi yang digunakan Saudi untuk memberikan izin untuk jemaah melaksankaan umroh, dikutip dari Kemenag.

5 dari 6 halaman

Kemenag Minta PPIU Segera Persiapkan Keberangkatan Jemaah Umroh yang Tertunda

Dream - Kementerian Agama meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) untuk segera mempersiapkan keberangkatan calon jemaah yang sempat tertunda. Ini mengingat Arab Saudi sudah membolehkan Indonesia mengirimkan kembali jemaah umroh di tengah pandemi Covid-19.

" Kami minta penyelenggara perjalanan ibadah umroh mempersiapkan keberangkatan jemaahnya, khususnya mereka yang telah mendaftar dan membayar biaya umroh di PPIU namun tertunda keberangkatannya hingga saat ini," ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Hilman Latief, dikutip dari Kemenag. 

Hilman mengungkapkan, imbauan ini disampaikan sembari menunggu Saudi mempersiapkan aturan pelaksanaan umroh untuk jemaah Indonesia. Dia meminta PPIU melakukan pendataan kepada para jemaah yang mengalami penundaan, khususnya terkait pelaksanaan vaksinasi penuh yang dipersyaratkan Saudi.

" Kami minta PPIU segera melaporkan data jemaah yang telah divaksinasi dosis lengkap dan siap untuk diberangkatkan," kata dia.

Tak hanya itu, Hilman juga meminta PPIU melaporkan data jemaah tertunda keberangkatan lalu melakukan pembatalan atau penarikan biaya perjalanan umroh.

6 dari 6 halaman

Puluhan Ribu Jemaah Umroh Tertunda

Selanjutnya, Hilman menjelaskan Saudi menutup pintu untuk masuknya jemaah umroh akibat pandemi Covid-19 di akhir Februari 2020. Umroh dibuka kepada di awal November 2020 namun berlaku pembatasan dan diterapkan protokol kesehatan secara ketat.

Berdasarkan data pada Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umroh dan Haji Khusus (Siskopatuh), kata Hilman, terdapat 26.328 jemaah umroh tertunda keberangkatannya per November 2020. Jemaah berusia antara 18-50 tahun.

" Mereka masuk dalam kriteria yang dipersyaratkan Saudi untuk berangkat umrah di masa pandemi," kata Hilman.

Saudi kembali menutup jalur masuk bagi pendatang dari 20 negara termasuk Indonesia pada 3 Februari 2021 pukul 21.00. Sejak tanggal tersebut, Indonesia tidak bisa mengirimkan jemaah umroh.

 

Terkait
Join Dream.co.id