Kemenag: Jika Ada Dugaan Pemotongan Bantuan Pesantren, Laporkan

News | Minggu, 20 September 2020 06:00
Kemenag: Jika Ada Dugaan Pemotongan Bantuan Pesantren, Laporkan

Reporter : Ahmad Baiquni

Kemenag sudah menyusun juknis penyaluran bantuan.

Dream - Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Waryono, meminta masyarakat melapor jika ada dugaan pemotongan bantuan pesantren. Laporan bisa dilayangkan ke Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag sehingga bisa ditindaklanjuti.

" Setiap laporan yang masuk ke kami, kami teruskan ke Itjen Kemenag untuk diinvestigasi. Kami juga dorong masyarakat yang menerima info pemotongan bantuan untuk melaporkan ke Itjen Kemenag," kata Waryono.

Laporan dapat dilayangkan secara online lewat laman simwas.kemenag.go.id.

Waryono mengatakan, sudah ada petunjuk teknis mengenai penyaluran bantuan yang tidak memberikan celah untuk pemotongan. Baik pemotongan dalam bentuk uang ataupun pembelian barang.

" Proses penyaluran bantuan harus sesuai juknis. Jika ada pelanggaran, itu bisa dilaporkan ke Itjen untuk diaudit," kata dia.

2 dari 6 halaman

Pelanggar Ditindak Tegas

Waryono memastikan setiap pelanggaran akan ditindak tegas. " Jika ada oknum yang terbukti melanggar dalam proses penyaluran bantuan operasional ini," kata dia.

Saat ini, bantuan untuk pesantren tahap I senilai Rp930.835.000.000 sudah hampir seluruhnya cair. Bantuan itu diberikan kepada 9.511 pesantren, 29.550 Madrasah Diniyah Takmiliyah, 20.124 LPTQ, serta 12.508 lembaga pendidikan dalam bentuk bantuan pembelajaran daring.

Sumber: Kemenag.

3 dari 6 halaman

Bantuan Operasional Ponpes, Madrasah, LPTQ Sudah Tersalurkan Rp980 Miliar

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan bantuan tahap I untuk pondok pesantren selama masa pandemi Covid-19 hampir selesai disalurkan. Untuk tahap I, total bantuan yang diberikan mencapai Rp980,935 juta.

" Proses pencairan bantuan operasional pesantren tahap pertama sudah hampir selesai," ujar Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Waryono, dalam keterangan tertulis.

Dalam laporannya, Kemenag mengungkapkan sebanyak 9.511 dari 21.173 pesantren telah mendapatkan bantuan tahap I tersebut. Selain pesantren, Kemenag juga menyalurkan bantuan untuk 29.550 dari 62.153 Madrasah Diniyah Takmiliyah, 20.124 dari 112.008 LPTQ/TPQ.

Kemenag juga membagikan bantuan tersebut kepada 12.508 dari 14.115 lembaga pendidikan Islam untuk pembelajaran daring (online).

" Sisanya masih dalam proses, semoa segera cair pada tahap berikutnya," kata Waryono.

4 dari 6 halaman

Kategori Pesantren

Sebelumnya, Plt Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, menjelaskan pesantren yang akan menerima bantuan dimasukkan dalam beberapa kategori. Untuk pesantren kecil akan mendapatkan bantuan sebesar Rp25 juta.

Pesantren kategori sedang mendapatkan bantuan Rp40 juta. Sedangkan pesantren kategori besar menerima alokasi bantuan sebesar Rp50 juta.

Bantuan ini sebagai upaya untuk pemulihan kondisi ekonomi di lingkungan pesantren. Ini mengingat pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan keagamaan namun juga tempat bertumpunya mata pencaharian dalam ekosistem ponpes.

5 dari 6 halaman

Dana BOS Madrasah dan Pesantren Naik Rp100 Ribu

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, menegaskan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah dan pesantren tetap akan dinaikkan. Besaran kenaikannya yaitu Rp100 ribu per orang.

" Saya tegaskan, dana BOS madrasah dan pesantren tahun 2020 tetap naik Rp100 ribu sesuai rencana awal," ujar Fachrul ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI.

Fachrul mengakui awalnya rencana kenaikan dana BOS sempat harus ditunda dengan alasan penghematan.

Akibat pandemi Covid-19, Kemenag mengalami pemotongan anggaran sebesar Rp2,6 triliun sehingga harus ditutup sebagian dari anggaran pendidikan Islam sebesar Rp2,02 triliun.

" Penundaan itu kami lakukan, karena saat itu kami tidak memiliki jalan lain. Begitu kami punya jalan, maka rencana kenaikan anggaran BOS akan tetap kami implementasikan. Ini akan segera kita selesaikan, hari ini juga," kata Fachrul.

 

6 dari 6 halaman

Besaran BOS Madrasah dan Pesantren 2020

Anggaran BOS madrasah dan pesantren direncanakan mengalami peningkatan unit cost. BOS Madrasah Ibtidaiyah (MI) akan diberikan dana sebesar Rp900 ribu per siswa, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp800 ribu per siswa.

BOS Madrasah Tsanawiyah (MTs) diberikan sebesar Rp1,1 juta per siswa. Jumlahnya naik dari 2019 sebesar Rp1 juta per siswa.

Sedangkan BOS Madrasah Aliyah (MA) dan MA Kejuruan (MAK), naik dari Rp1,5 juta per siswa dari tahun sebelumnya Rp1,4 juta per siswa. Total kenaikan anggaran Bos Madrasah berjumlah Rp874,4 miliar.

Alokasi yang sama untuk Pesantren Ula (setingkat MI), Wustha (MTs), dan 'Ulya (MA), anggarannya naik Rp100ribu untuk setiap santri. Sehingga, total kenaikan anggaran BOS Pesantren berjumlah Rp16,47 miliar.

 

Join Dream.co.id