Keluarga Teroris Selandia Baru Minta Maaf

News | Rabu, 20 Maret 2019 07:02
Keluarga Teroris Selandia Baru Minta Maaf

Reporter : Maulana Kautsar

Brenton Tarrant saat remaja tertarik bermain komputer.

Dream - Nenek teroris yang menyerang dua masjid di Christchruch, Selandia Baru, meminta maaf ke seluruh keluarga korban penembakan, Jumat, 15 Maret 2019.

" Kami sangat prihatin terhadap keluarga korban yang meninggal dan terluka. Aku tidak dapat memikirkan hal lain selain kata-kata yang hancur," ujar Terry Fitzgerald, dilaporkan 9News, Selasa, 19 Maret 2019.

Fitzgerald mengenang kembali sang cucu. Sembari memilah-milah foto-foto lama, Fitzgerald menyebut Brenton Tarrant sebagai anak.

Selama bersekolah di Grafton High School, lanjut Fitzgerald, Brenton lebih menyukai menghabiskan waktu bermain game di komputer ketimbang perempuan.

" Dia menghabiskan banyak waktu bermain gim di komputer, masuk dan keluar bemain gim komputer," kata dia.

" Kurasa dia tak punya pacar, menikah terlalu sulit," ucap dia.

2 dari 2 halaman

Brenton Berubah Sejak Pergi ke Luar Negeri

Fitzgerald mengatakan, ayah Tarrant meninggal pada 2010 akibat kanker. Dia menuju Eropa tepat ketika serangan kelompok ekstrim, yang mengatasnamakan Islam, meningkat.

" Sejak pergi ke luar negeri, kupikir bocah ini telah berubah total," kata dia.

 Wajah kecil Brenton Tarrant (Foto: 9News)

Wajah kecil Brenton Tarrant (Foto: 9News)

Fitzgerald mengatakan, terakhir bertemu Brenton 12 tahun lalu. Dia pulang ke Grafton untuk merayakan ulang tahun saudara perempuannya.

" Kami semua mengobrol dan makan bersama untuk merayakan itu dan sekarang semua orang terluka," ujar dia.

Ssaat ini, ibu dan saudara perempuan Brenton di rumah dan mendapat perlindungan ketat polisi. Keluarga akan membantu penyelidik untuk menetapkan apa yang mengubah sikap seorang bocah desa menjadi pembunuh massal. (ism)

Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi
Join Dream.co.id