Keluarga Mengulang Apa yang Dilakukan BJ Habibie 9 Tahun Lalu

News | Sabtu, 14 September 2019 13:18
Keluarga Mengulang Apa yang Dilakukan BJ Habibie 9 Tahun Lalu

Reporter : Sugiono

Apa itu?

Dream - Pihak keluarga menggelar tahlilan selama 40 hari berturut-turut untuk mendoakan Presiden RI ke-3, BJ Habibie.

Kabar tersebut itu disampaikan oleh putra pertama almarhum BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie, seusai menggelar tahlilan hari kedua.

Tahlilan mendoakan almarhum BJ Habibie tersebut digelar di rumah duka Patra Kuningan Jakarta dan terbuka untuk umum.

Umumnya, warga Muslim Indonesia akan menggelar tahlilan bagi yang meninggal pada hari-hari tertentu saja.

Biasanya mereka akan menggelar tahlilan pada hari ketiga, ketujuh, ke-40, atau bahkan hari ke-100.

Menurut Ilham Habibie, menggelar tahlilan selama 40 hari berturut-turut sudah jadi tradisi di keluarga ayahnya.

Ilham Habibie menambahkan, ayahnya menggelar tahlilan selama 40 hari berturut-turut saat ibunya, Hasri Ainun Habibie, wafat sembilan tahun yang lalu.

" Kalau biasanya hari ketiga, ketujuh, dan 40, tapi bapak menggelarnya selama 40 hari, sembilan tahun yang lalu waktu ibu seperti itu," kata dia.

Rupanya, tradisi menggelar tahlilan selama 40 hari penuh itu juga dilakukan oleh anak-anak kepada almarhum BJ Habibie.

" Kami mau membuat acara yang sama untuk bapak, seperti bapak mengadakan sembilan tahun yang lalu ketika ibu wafat," ujarnya.

Kata Ilham Habibie, kediaman ayahnya memang tidak bisa menampung publik yang ingin mendoakan Bapak Teknologi Indonesia itu.

" Ya mungkin kami tidak bisa mengakomodasi semuanya, karena ini juga bukan Gelora Bung Karno, ada batasnya," katanya sambil tersenyum.

Mengenai tokoh-tokoh yang datang ikut berbela sungkawa di rumah duka, Ilham Habibie tak bisa menghapalnya satu satu.

Namun pada malam kedua kemarin, salah satu tokoh nasional yang hadir adalah Akbar Tanjung.

Sumber: JPNN.com

2 dari 5 halaman

Pekerjaan Dua Anak BJ Habibie yang Jarang Diketahui Publik

Dream – Almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) baru saja meninggalkan masyarakat Indonesia untuk selama-selamanya. Dengan senyum khasnya, Presiden ke-3 Indonesia itu juga dikenal sebagai bapak teknologi.

Habibie mengantongi puluhan hak paten dari hasil karyanya sebagai ilmuwan. Kejeniusan suami mantan ibu negara Ainun Habibie itu juga membuatnya mendapat julukan Mr. Crack.

Usai sang presiden mangkat, sosok dua putra Habibie menjadi sorotan. Masyarakat selama ini mungkin sudah mengenali wajah putra sulung Habibie yang bernama Ilham Akbar Habibie. Namun si bungsu, tak jarang yang baru melihatnya. 

Putra kedua Habibie-Ainun ini bernama Thareq Kemal Habibie. Wajahnya yang muncul saat memberi keterangan pers meninggalnya sang ayah menjadi perhatian. Thareq tampil dengan satu penutup mata. 

(Baca: Sosok Thareq Habibie, Putra Habibie yang Pakai Satu Penutup Mata)

Ilham Habibie selama ini dikenal sebagai putra Habibie yang juga menggeluti dunia dirgantara. Sementara Thareq mulau muncul saat perusahaan berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia (Persero) membuat perangko khusus Habibie-Ainun. 

Berikut ini adalah profil lebih lengkap bisnis yang digeluti oleh kedua anak Habibie, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 13 September 2019.

3 dari 5 halaman

1. Ilham Akbar Habibie

Ilham lahir di Aachen, Jerman pada 16 Mei 1963. Dia lahir dan besar di Jerman mengikuti jejak ayahnya saat belajar dan bekerja di sana. Selama hampir 31 tahun Ilham tinggal dan menempuh pendidikan di Jerman.

Dia memulai sekolah di Elementary School Windmuehlenweg, kemudian ke High School Hochrad, dan akhirnya menempuh studi di Technical University of Munich, Jerman hingga menuntaskan gelar insinyur hingga doktor di universitas yang sama dengan hasil summa cum laude.

Selain itu, dia juga mengambil mengambil Program International Executive, INSEAD, di Prancis dan Singapura. Pada 2003 dia berhasil mendapat gelar MBA (Master of Business Administration) dalam sekolah bisnis di Universitas Chicago.

 1. Ilham Akbar Habibie

Sebagai Sarjana Penerbangan, dia membidangi Program Regio Prop, membangun proyek pesawat komersial buatan dalam negeri, pengembangan dari N-250.

 

4 dari 5 halaman

Pernah Bangun Gedung Pencakar Langit

Dalam proyek ini dia menggandeng Erry Firmansyah, mantan direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk membangun perusahaan PT Regio Aviasi Industri (RAI). Ilham berusaha keras mewujudkan mimpi besar ayahnya agar Indonesia dapat terus membuat pesawat terbang sendiri.

Pria berusia 56 tahun ini juga dikenal sebagai pengusaha. Dia merupakan CEO PT ILTHABI Rekatama dan komisaris independen perseroan PT Visi Media Asia Tbk (Viva) serta komisaris utama di PT Bank Muamalat.

Bersama dengan PT Pollux Properti Indonesia Tbk, Ilham akan membangun gedung pencakar langit di Batam bernama Megasuperblok Meisterstadt Batam. Gedung ini dibangun melalui kerja sama Ilham bersama dengan PT Pollux Barelang Megasuperblok yang membutuhkan dana hingga US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun.

5 dari 5 halaman

2. Thareq Kemal Habibie

Thareq Kemal Habibie lahir pada tahun 1967, dan meraih pendidikan pascasarjana di Jurusan Teknik Sipil di Technische Universitt Braunschweig, Jerman.

Dia menikah dengan seorang dokter gigi yang bertugas pada TNI Angkatan Laut (AL) di Masjid Baiturrahim, Widya Leksmanawati, di Istana Kepresidenan pada tahun 1997 dan telah dikaruniai 3 orang anak yaitu Farhan Sultan Habibie, Felicia Rasyida Habibie, dan Farrah Azizah Habibie.

Thareq merupakan seorang pengusaha. Sejak 2017, PT Thareq Habibie Carbon yang dikelola oleh Thareq ini bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk menerbitkan perangko edisi terbatas Habibie-Ainun dengan bernomor seri.

Kerjasama ini dilaksanakan dalam hal pembuatan desain, tema, gambar serta kesepakatan hak cipta bagi perangko yang akan dijadikan benda koleksi berharga bagi mitra PT Thareq Habibie Carbon maupun bagi masyarakat umum. 

 2. Thareq Kemal Habibie

 Baik Ilham maupun Thareq sama-sama fokus dalam mengelola The Habibie Center. Thareq diketahui bekerja sebagai Anggota Dewan Pembina di The Habibie Center. Sementara Ilham ada di posisi Ketua Institut Demokratisasi melalui Sains dan Teknologi.

Sebagai informasi, The Habibie Center adalah yayasan yang berupaya memajukan modernisasi dan demokratisasi di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan berupa seminar, pemberian Anugerah Habibie (Habibie Award) dan diskusi topik yang berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM) dan berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id