Siswi SMP Pegangi Perut Saat Sekolah, Penyebabnya Bikin Hati Teriris

News | Minggu, 11 Agustus 2019 13:03
Siswi SMP Pegangi Perut Saat Sekolah, Penyebabnya Bikin Hati Teriris

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Dia menahan lapar hingga kesakitan.

Dream - Malang benar Putri Dewi Nilaratih, siswi SMP 4 Peureulak, Aceh Timur, Nanggroe Aceh Darussalam. Putri terus memegangi perutnya saat sedang belajar di sekolah.

Dia mengalami sakit perut yang menganggu konsentrasinya dalam belajar. Penyebabnya sungguh membuat hati teriris. Gadis remaja itu kelaparan karena tidak punya beras di rumahnya.

Dikutip dari Modusaceh.co, Minggu 11 Agustus 2019, Putri terlihat lesu dan berkeringat karena menahan sakit. Ketika ditanya guru, Putri tidak sarapan pada pagi hari ketika hendak berangkat ke sekolah.

Karena perutnya makin perih, dia pamit hendak pulang. Saat disarankan sarapan terlebih dahulu, wanita ini berkata tidak ada beras.

" Bukan tak mau makan, tetapi di rumah tak ada beras Bu," jawab Putri sambil mengusap air matanya dengan jilbab sekolah yang tampak telah usang.

Kemudian Putri diantar pulang.

2 dari 7 halaman

Anak Rajin dan Tak Pernah Mengeluh

Putri adalah anak keempat dari enam bersaudara. Orangtuanya, Suparno dan Mariani tinggal di Dusun Tualang Masjid, Desa Tualang, Peureulak.

Putri termasuk siswi yang rajin dan cerdas di sekolah.

Salah seorang guru SMP 4 Peureulak, Nurul Fadilah, mengatakan kecerdasan Putri di atas rata-rata. Dia juga tak pernah mengeluh kondisi apa pun ketika berada di sekolah.

" Dia rajin pergi sekolah dan baru kini mengeluh akibat sakit perut saat belajar. Katanya dia tadi tak sarapan," kata Nurul.

3 dari 7 halaman

Begini Kondisi Rumahnya

Rumah Putri tak berapa jauh dari Pasar Peureulak. Melewati satu jembatan baru dari Pasar Peureulak menuju seberang sungai di Desa Tualang.

Di sana ada satu rumah kecil beratap daun rumbia. Kondisi dapurnya telah bocor dan lapuk akibat termakan usia.

Suparno, ayah Putri, tidak mempunyai pekerjaan tetap. Terkadang harus pergi ke luar kota dan bekerja apa saja demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Saat ditemui, Putri sedang istirahat ditemani kakak dan adik perempuannya yang masih kelas 1 SD. " Ayah sudah keluar sebentar, biasanya kerja di Banda Aceh, karena ini mau dekat Hari Raya ayah pulang sebentar," kata dia.

4 dari 7 halaman

Langsung Dibantu Pemkab

Kabar tentang Putri sampai ke telinga Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM. Thaib. Hasballah meminta Dinas Sosial setempat untuk memberikan bantauan kepada Putri.

Perwakilan Dinas Sosial Aceh Timur, Saharani, menyampaikan keprihatinan dan berterimakasih atas informasi tersebut.

Menurut Saharani, keluarga Putri salah satu yang turut mendapatkan bantuan PKH di Aceh Timur. Rencananya rumah Putri mendapatkan bantuan rehap tahun ini.

" Benar, kami diperintahkan Bapak Bupati untuk melihat langsung ke lokasi, dan tadi langsung diantarkan bantuan, dan keluarganya juga peserta yang mendapatkan bantuan PKH," kata Saharani.

5 dari 7 halaman

Dulu Bocah Pemulung, Kini Jadi Mahasiswi Cantik Kampus Ternama

Dream - Akhir Mei lalu jadi momen penuh bangga bagi Sophy Ron. Gadis asal Kamboja ini merayakan kebahagiaan diterima menjadi mahasiswi di University of Melbourne, Australia.

Tidak ada yang menyangka gadis lulusan Trinity College ini dulunya adalah bocah pemulung. Sophy bahkan hampir kehilangan mimpi bisa menempuh pendidikan.

Dikutip dari World of Buzz, Senin 17 Juni 2019, Sophy melewatkan masa kecilnya di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kota Phnom Penh. Dia bekerja sebagai pemulung sejak kecil hingga berusia 11 tahun.

Sophy Ron© world of buzz

Waktunya habis untuk memungut sampah. Dia hampir tidak punya kesempatan merasakan bangku sekolah.

6 dari 7 halaman

Membanggakan

Berkat Cambodian Children's Fund (CCF), Sophy akhirnya bisa tersenyum bangga. Dia akhirnya bisa mewujudkan mimpi untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya lewat beasiswa dari lembaga donor tersebut.

Dulu, Sophy menghabiskan tujuh hari sepekan untuk duduk dan memilah-pilah sampah. Dia pun terpaksa menghirup asap beracun demi membantu kedua orangtuanya mengumpulkan uang untuk kebutuhan hidup.

Gadis ini dan keluarganya harus bertahan dengan hidup yang keras. Tidak jarang mereka makan makanan sisa yang didapat dari tumpukan sampah.

Sophy Ron© world of buzz

7 dari 7 halaman

Tak Lupa Masa Kecil

Kini, Sophy berdiri dengan bangga di panggung di hadapan teman-temannya. Dia pun memberikan pidato dalam bahasa Inggris yang lancar, berbeda jauh dengan masa lalunya yang menyakitkan.

Meski begitu, Sophy tidak melupakan masa kecilnya. Dia telah kembali ke lingkungannya untuk sementara waktu, merayakan keberhasilan bersama orang-orang sekitarnya, untuk kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sumber: worldofbuzz.com

Terkait
Join Dream.co.id