256 Desa Terancam Hadapi Kekeringan

News | Jumat, 22 November 2019 19:01
256 Desa Terancam Hadapi Kekeringan

Reporter : Maulana Kautsar

NTT menjadi daerah kekeringan terparah.

Dream - Musim hujan mungkin mulai dinikmati sejumlah wilayah Pulau Jawa. Tapi, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) ada beberapa daerah yang belum turun hujan.

Wilayah yang tercatat belum mengalami hujan yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT). Di provinsi ini terdapat dua wilayah yang mengalami kekeringan, diantaranya Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Alor.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kaji cepat dan verifikasi permohonan Dana Siap Pakai (DSP).

Agus menyebut, pemerintah Kabupaten TTU mengirimkan surat permohonan bantuan DSP sebesar Rp 629.200.00 kepada BNPB untuk mengatasi bencana kekeringan.

" Biasanya pada bulan November sudah turun hujan, sejak bulan Mei sampai dengan November baru turun hujan 1 kali sehingga kondisi sangat kering," kata Agus dalam keterangan resminya, Jumat, 22 November 2019.

 

2 dari 3 halaman

Pembagian Air Bersih

Selama ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TTU sudah melakukan pembagian air bersih kepada penduduk. Pemda TTU sudah menghabiskan dana sekitar Rp 100 juta untuk keperluan pembagian air bersih dengan alokasi 10 tangki per desa di 20 desa yang mengalami kekeringan.

" Berdasarkan keterangan BPBD TTU terdapat 99 desa di 21 kecamatan yang terdampak bencana kekeringan," ucap dia.

Rencananya, TRC BNPB akan melakukan kaji cepat dan verifikasi permohonan DSB dari Kabupaten Alor sebesar Rp925.000.000 untuk mengatasi kekeringan.

Agus menyebut, terdapat 60 desa di 15 kecamatan di Alor yang mengalami bencana kekeringan. Selama ini BPBD Kabupaten Alor juga melakukan pembagian air bersih ke penduduk dengan menggunakan dana APBD yang ada.

 

3 dari 3 halaman

Wilayah yang Alami Kekeringan

Berdasarkan pantauan Pusdalops BNPB per hari ini (22 November 2019), ada 256 desa di NTT, Jawa Tengah, dan Bali yang menghadapi kekeringan. Ratusan desa tersebut adalah:

- 99 desa di 21 kecamatan di TTU, NTT

- 60 desa di 15 kecamatan di Alor, NTT

- 27 desa di 8 kecamatan di Flores Timur, NTT

- 24 desa di 6 kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah

- 2 desa di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

- 12 kecamatan di Kabupaten Cirebon Jawa Barat

- 25 desa di 8 kecamatan di Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

- 7 desa di 3 kecamatan Kabupaten Karangasem, Bali

" Solusi jangka pendek yang dilakukan pemerintah daerah adalah dengan melakukan distribusi air dan menggunakan dana dari APBD masing-masing," kata dia.

Untuk solusi jangka panjang, kata dia, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah untuk melakukan penanaman pohon di daerah kritis dan daerah tangkapan air hujan dengan tanaman mempunyai potensi menyimpan air dalam tanah seperti beringin, trembesi, sukun, dan lain-lain.

" Selain itu, BNPB bersama dengan komunitas masyarakat berusaha untuk melakukan aksi penyelamatan mata air seperti membersihkan sungai," ucap dia.

Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik
Join Dream.co.id