Ridwan Kamil Berharap Media Siber Jadi Pereduksi `Pertengkaran` di Medsos

News | Jumat, 30 Juli 2021 14:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Ridwan Kamil prihatin dengan semakin banyaknya pertengkaran masyarakat yang terjadi media sosial. Dia menilaj platform canggih itu tak diimbangi kesiapan mental.

Dream - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah cukup lama berlalu. Sayangnya, gelaran yang harusnya menjadi pesta demokrasi tersebut menyisakan 'kerak' pertengkaran hingga saat ini.

Jejak itu memenuhi sejumlah platform media sosial. Sedihnya, ini berdampak pada penobatan warganet Indonesia sebagai pengguna media sosial dengan kalimat-kalimat terkasar se-Asean.

Hal ini memicu keprihatinan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Dia menyatakan butuh keterlibatan banyak pihak, terutama media, untuk mendamaikan gesekan dengan membangun ruang dialog.

" Di era reformasi ini ada ketimpangan, barangnya canggih (smartphone) tapi mentalnya belum siap. Kita ini bangsa paling julid se-Asean," ujar Ridwan saat bertemu secara virtula dengan pimpinan media anggota Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Ridwan mengaku gelisah dengan femonena pertengkaran di media sosial ini. Dia menilai masyarakat jadi mudah bertengkar pasca-Pilpres 2019.

" AMSI bisa mereduksi dosis bertengkar dan memperbanyak diskusi," kata dia.

 

Ridwan Kamil Berharap Media Siber Jadi Pereduksi `Pertengkaran` di Medsos
Pertemuan AMSI Dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
2 dari 3 halaman

Informasi Beredar Luas, Masyarakat Bingung

Menurut Ridwan, saat ini setiap orang dapat membuat berita namun tetap berbeda dengan berita produksi media arus utama. Meski demikian, berita-berita dari perseorangan tersebut ternyata sukses membuat masyarakat bingung.

Masyarakat jadi tidak bisa membedakan berita yang benar dengan hoaks. Ini akibat terlalu banyaknya informasi yang beredar secara liar.

" Dulu mau nonton, ada jadwalnya. Problem sekarang adalah memilah media karena semua orang bisa memproduksi berita," kata dia.

Lebih lanjut, Ridwan menyarankan media online arus utama melengkapi akun medsos resminya dengan centrang biru. Ini dapat menjadi standar media memproduksi berita yang benar dan sehat.

 

3 dari 3 halaman

Ciptakan Ekosistem Media Digital yang Sehat

Ketua Umum AMSI Pusat, Wenseslaus Manggut, menyatakan AMSI didirikan dengan misi membangun ekosistem media sosial yang sehat. Tidak semata untuk perusahaannya namun juga konten,

" Media online begitu banyak, AMSI berdiri agar perusahaan sehat, kontennya juga sehat," kata dia.

Wens mengapresiasi pertemuan dan menyambut baik ajakan Ridwan untuk membangun ruang dialog sehat. Dengan begitu, pembaca bisa memperoleh perspektif lebih luas sehingga pertengkaran bisa direduksi.

Turut hadir dalam pertemuan ini antara lain Koordinator Wilayah (Korwil) Jabar-Banten AMSI Ronny Kusuma, Ketua AMSI Jabar Riana A. Wangsadiredja, Kepala Diskominfo Jawa Barat Setiaji, dan pengurus serta anggota AMSI Jabar.

Join Dream.co.id