Temuan Baru, Ini Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Cipularang

News | Rabu, 4 September 2019 15:15
Temuan Baru, Ini Penyebab Kecelakaan Maut di Tol Cipularang

Reporter : Maulana Kautsar

Dua sopir truk dijadikan tersangka.

Dream - Polisian mengungkapkan penyebab kecelakaan yang terjadi di Tol Cipularang KM 91 pada Senin lalu. Kecelakaan beruntun yang menyebabkan sembilan orang meninggal dunia itu disebabkan dump truck pasir, yang disopiri DH dan S, kelebihan muatan.

" Dari yang harusnya 12 ton, ini mengangkut 37 ton, jadi kelebihannya 25 ton, tiga kali lipatnya," kata Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius, Rabu 4 September 2019.

Tersangka S dalam pemeriksaan awal mengaku truk yang dikemudikannya melebihi muatan. " Baik DH maupun S ini sama-sama membawa truk dengan pasir yang sama, kendaraan jenis yang sama, serta muatannya kurang lebihnya sama," ujar dia.

Akibat muatan berlebih itu, daya cengkeram berkurang. Sehingga truk tersebut mengalami kecelakaan. " Apalagi kan dari KM 97 ke KM 90 merupakan jalannya turunan," ujar dia.

2 dari 6 halaman

Supir Truk Jadi Tersangka

Kondisi ini, kata Matrius, membuat tersangka panik dan tidak bisa menguasai kendaraan. " S ini panik dan tidak bisa menguasai kendaraannya, dia membanting ke sebelah kanan dengan anggapan kendaraan sedikit, nyatanya banyak kendaraan yang tertahan kendaraan tersangka DH yang berguling," ujar dia.

Polisi menetapkan S sebagai tersangka. Truk yang dikemudikan S menyeruduk antrean kendaraan yang berhenti karena jalan terhalang truk pengangkut pasir yang terguling.

" Tersangka berinisial S, pengemudi truk B 9410 UIU. Satu tersangka lagi meninggal dunia, berinisial D. Yang bersangkutan sopir truk dengan nomor polisi B 9763 UIT," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

Sumber:

3 dari 6 halaman

Kecelakaan Maut Terulang di Cipularang, Menhub: Ada Sesuatu yang Salah

Dream – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melihat ada sesuatu yang salah di jalan bebas hambatan Cipularang. Kecelakaan maut berulang kali di lokasi yang hampir sama memicu spekulasi sang menteri.

" Kalau satu tempat sudah berulang (kecelakaannya), pasti something wrong. Butuh effort tertentu terkait pengawasan dan peringatan di situ,” kata Budi Karya, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 3 September 2019.

Budi mengusulkan agar operator jalan tol tersebut membuat terobosan untuk mencegah terjadi berulangnya kecelakaan serupa. Menhub menilai operator bisa melakukan antisipasi diantaranya dengan menggunakan lampu, suara peringatan, atau petugas yang khusus berjaga di jalur tersebut. 

Menurut Budi, kecelakaan beruntun biasanya dipicu oleh dua faktor yaitu adanya pelanggaran kecepatan atau muatan yang berlebih.

Mendengar jumlah mobil dan korban yang meninggal akibat kecelakaan di Cipularang kemarin siang, Menhub telah meminta digelar investigasi untuk mengungkap penyebab peristiwa nahas tersebut. Mantan direktur utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu telah menugaskan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan penyebab kejadian kecelakaan ini.

“ Saya menugaskan KNKT sama Dirjen Perhubungan Darat untuk melakukan evaluasi, teknisnya seperti apa, mengapa di sana terjadi," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang. Tepatnya di KM 92 Tol Purbaleunyi arah Cikampek. Kecelakaan tol Cipularang itu menyebabkan enam orang tewas dan empat di antaranya hangus terbakar. Sedangkan sejumlah orang luka-luka.

4 dari 6 halaman

Identitas Korban Kecelakaan di Tol Cipularang

Dream - Kecelakaan di Tol Cipularang menyebabkan sembilan orang meninggal dunia, 28 lainnya terluka. Tak hanya itu, sebanyak 21 kendaraan rusak parah.

 Identitas Korban Kecelakaan di Tol Cipularang © Dream

Para korban dirawat di sejumlah rumah sakit, antara lain Rumah Sakit (RS) MH Thamrin dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih. Sebanyak 24 korban dirawat di RS MH Thamrin, sisanya di RSUD Bayu Asih.

Berikut daftar 24 korban luka kecelakaan Tol Cipularang yang dirawat di RS MH Thamrin Purwakarta, serta korban meninggal dunia:

5 dari 6 halaman

Korban Luka-Luka

  1. Asparida, Padang 15 Januari 1956, d/a. Jl. Pulau Maluku 16 No. 91 RT. 09 RW. 09 Kel. Arenjaya Kec. Bekasi Timur Kota Bekasi (Luka Ringan)
  2. Rico Apriadi Tanjung,(Pengemudi Avanza) Jakarta 11 April 1985, d/a. SDA atas nama Asparida (Luka Ringan).
  3. Fira, Usia 4 Tahun, d/a. SDA atas nama Asparida (Luka Ringan)
  4. Kenzi, Usia 6 tahun, d/a. SDA atas nama Asparida (Luka Ringan).
  5. Dedih, Usia 25 tahun, pengemudi Isuzu Dump Truck, d/a. Kp. Bayur RT. 07 RW. 01 desa Lebak Wangi Kec. Sepatan Timur Kab. Tanggerang (Luka Berat).
  6. Zulfahmi, Usia 56 Tahun, d/a. Perum 3 Bekasi RT. 09 RW. 10 Bekasi Kota (Mobile Avanza) (Luka Ringan).
  7. Nur alpipi, Usia 27 tahun, Mahasiswa, d/a. Kp. Batu Ampar Desa Batu Ampar Kec. Aliadiruru Sumatra Barat (Luka Ringan).
  8. Husein husof, Usia 61 Tahun, WNA Bandung (Luka Bakar/Luka Berat).
  9. Posma Lumban (Pengemudi Mobile Tucson) 25 Oktober 1962, d/a. Jl. H. Gaim RT. 11 RW. 02 Kel. Petukangan Utara Kec. Pasangan Jakarta Selatan (Luka Ringan).
  10. Penumpang Mobile Toyota Fortuner Sdri. Hj. Hamidah, Usia 66 Tahun, d/a. kp. Cibancah Desa Kawung Cabang Kel. Cadas Sari Kab. Pandeglang (Luka Ringan).
  11. Sdr. Hj. Hudsiah, Usia 45 Tahun, Ibu Rumah Tangga d/a. Alamat SDA Sdr. Hj. Hamidah (Luka Ringan).
  12. Ny.Iroh Rohayati,Usia 46 Tahun, Ibu Rumah Tangga, d/a. Kp. Pasir Manggu RT. 16 RW. 03 Kel. Kadumumbang Kec. Cimanuk Kab. Pandeglang ( Luka Ringan).
  13. Subana, Pengemudi Mobile Dump Truck, Pangarengan RT 02/11 Ds. Panta harapan jaya Kec. Muara Gembong Bekasi.
  14. Winarni, Penumpang Mobile Dump Truck, Usia 48 Tahun alamat SDA Sdr. Subana, (Luka Berat). Bojong Lia bandung
  15. Manih, Penumpang Mobile Dump Truck, alamat SDA Sdr. Subana (Luka Ringan).
  16. Sdri Ade Suryani, 33 tahun alamat perum 3 jl.Maluku 02/9 ds.arenjaya Kec. Bekasi Timur Kota Bekasi.
  17. Napi, 37 tahun, alamat Babakan Caringin 02/02 Ds. Sukagalih Kec. Sukajadi Bandung.
  18. Sofa ( Anak Sdri Kudsiah)
  19. Suherman, 53 tahun, alamat Kp. Kawidarang RT 22/04 Ds. Cibadak Kab. Tangerang .
  20. Anjar Subagja, 23 tahun (pekerjaan Damkar Purwakarta) alamat Bebesaran 48/07 Kel. Nagrikidul Kec/Kab. Purwakarta
  21. Suheri, 34 tahun ,Jl aki Padma 01 RW 08 ds Babakan Kec. Babakanciparay Kota Bandung.
  22. Suryanto, 51 tahun alamat Terusan Pasirkoja RT 11 06 Babakantarogong Kec.bojongloa Kaler Bandung.
  23. Seniri, Kopo Gg. Bbk Rahayu 06/06 Desa Kopo Kec. Bojongloa Kaler Bandung.
  24. Dwi Reza Febriawan, Pekalongan 27-05-1984, Jl.puri Anjasmoro P 9/30 A RT 01/04 Ds. Tawang sari Kec. Semarang Barat Kota Semarang.

Sedangkan, empat korban luka lainnya yang dirawat di RSUD Bayu Asih, jalan Veteran Purwakarta.

6 dari 6 halaman

Korban Tewas

Menurut Liputan6.com, ada empat dari sembilan korban meninggal yang sudah teridentifikasi. Tiga nama korban meninggal dunia yang ada di di rumah sakit MH Thamrin:

  1. Iwan Bin Nisin (35), warga Tanggulun, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang.
  2. Dedi Hidayat (45), warga Kalibaru Barat, Cilincing, Jakarta Utara
  3. NG. Endi Budianto

Sedangkan satu korban meninggal lain ditangani oleh Rumah Sakit Siloam Purwakarta:

  1. Hendra Cahya (64) warga Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id