Kebahagiaan Tim Robotik Wanita Afghanistan Dapat Suaka di Meksiko

News | Kamis, 26 Agustus 2021 19:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Tim yang terdiri dari lima wanita ini diterima dengan hangat oleh Pemerintah Meksiko.

Dream - Lima wanita anggota tim robotik Afghanistan tiba di Meksiko. Mereka meninggalkan masa depan yang penuh ketidakpastian setelah Taliban mengambil alih kekuasaan.

Lima wanita ini disambut oleh Pemerintah Meksiko. Kelima wanita ini akan tinggal di Meksiko dalam waktu yang lama.

" Kami menyambut Anda dengan penuh kehangatan," ujar Deputi Menteri Luar Negeri Meksiko, Martha Delgado, dalam konferensi pers menyambut kedatangan tim robotik wanita Afghanistan di Bandara Internasional Kota Meksiko.

Anggota tim ini menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Meksiko. Mereka merasa telah diselamatkan dan diberi kesempatan dengan melangsungkan hidup di Meksiko.

" Kami senang berada di sini. Mulai sekarang, kami punya kesempatan untuk meraih lebih banyak prestasi dalam hidup kami," kata salah satu anggota tim itu, Fatemah Qaderyan.

Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard, mengapresiasi perjuangan tim robotik Afghanistan. Dia mengaku bangga dengan kelima wanita itu dalam memegang prinsip kesetaraan gender.

" Kami menerima permohonan pertama dengan status kemanusiaan di Meksiko dari Afghanistan, mereka adalah bagian dari tim robotik negara tersebut, dan mereka mempertahankan mimpi: dunia dengan kesetaraan gender. Selamat datang!!!" kata Ebrard.

Kebahagiaan Tim Robotik Wanita Afghanistan Dapat Suaka di Meksiko
Tim Robotik Afghanistan Diterima Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard (Twitter @m_ebrard)
2 dari 6 halaman

Komitmen Meksiko Tampung Warga Afghanistan

Meksiko sudah berkomitmen membantu para wanita dan remaja wanita Afghanistan. Ebrard mengatakan pada 18 Agustus lalu bahwa negaranya tengah memproses aplikasi permohonan pengungsi pertama dari warga Afghanistan, khususnya yang diajukan wanita dan remaja wanita melalui Duta Besar Meksiko untuk Iran, Guillermo Puente Ordorica.

Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan pekan lalu ketika Amerika Serikat dan sekutunya mulai menarik pasukan dari negara itu. Gedung Putih dan sekutu AS berlomba untuk menyelesaikan evakuasi semua orang asing dan warga Afghanistan yang rentan sebelum batas waktu 31 Agustus yang disepakati dengan Taliban.

Tim, yang terdiri dari para perempuan dengan usia paling muda 14 tahun, telah memenangkan sejumlah penghargaan internasional. Mereka mulai bekerja pada Maret 2020 pada pengembang open-source berbiaya rendah ketika pandemi virus corona melanda negara yang dilanda perang itu.

Kedatangan mereka secara aman di Meksiko dimungkinkan berkat upaya dan koordinasi internasional yang luas dari sekelompok sukarelawan yang membantu gadis-gadis itu, dikutip dari Aljazeera.

3 dari 6 halaman

Kisah Mantan Menteri Afghanistan Lulusan S2 Oxford, Kini Jadi Kurir Pizza

Dream - Eks menteri Afghanistan, Syed Ahmad Shah Saadat, dilaporkan menjalani pekerjaan sebagai kurir makanan. Dia kini tinggal di Leipzig, Jerman.

Saadat tertangkap kamera sedang mengantarkan pizza. Dengan sepeda, dia berkeliling Leipzig menuju tempat-tempat para pemesan pizza.

Saadat bekerja sebagai kurir makanan pada perusahaan pengiriman Livrando setelah kehabisan uang. Namun, dia mengaku senang menjalani kehidupannya saat ini.

" Saat ini saya menjalani hidup sederhana dan merasa aman di Jerman," ujar Saadat kepada Sky News.

Dia berharap kisahnya dapat menjadi katalis bagi orang-orang yang pernah memegang jabatan tinggi menjalani hidup di Asia maupun Arab.

4 dari 6 halaman

Perjalanan Karir Saadat

Saadat adalah pemegang gelar Master Ilmu Komunikasi dan Teknik Elektro dari Universitas Oxford, Inggris. Selama 23 tahun, Saadat telah berkarir sedikitnya pada 20 perusahaan di 13 negara berbeda, salah satunya di Arab Saudi.

Kemudian, dia dipercaya sebagai penasihat teknis Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informatika Afghanistan pada 2005 hingga 2013. Setelah itu menjabat sebagai CEO Ariana Telecom di London pada 2016-2017, lalu diangkat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika Afghanistan pada 2018.

Saadat mengundurkan diri dari jabatan menteri setelah berseberangan pendapat dengan Presiden Ashraf Ghani. Sejak Desember tahun lalu, Saadat memutuskan hidup di Leipzig.

Di Leipzig, Saadat mengaku sudah mengajukan lamaran ke sejumlah perusahaan telekomunikasi. Tetapi hingga saat ini dia belum mendapatkan balasan.

Foto-foto Saadat viral di media sosial di tengah krisis Afghanistan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan. Terkait masalah ini, Saadat mengaku tidak pernah berpikir pemerintahan sipil jatuh begitu cepat, dikutip dari Independent.

5 dari 6 halaman

Taliban Perintahkan Semua Wanita Tetap di Rumah

Dream - Taliban mengeluarkan perintah terbaru untuk wanita yang bekerja agar tetap di rumah saja. Perintah ini diberlakukan sampai sistem yang baru sudah terbentuk.

" Ini prosedur yang sangat sementara," ujar Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Taliban telah sembilan hari mengambil alih pemerintahan Afghanistan. Meski belum ada peralihan kekuasaan secara resmi.

Sementara PBB menyoroti temuan adanya pelanggaran yang dilakukan Taliban selama penguasaan kembali Afghanistan. Terutama pelanggaran terhadap hak perempuan yang termuat dalam laporan kredibel.

Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet mengatakan hak-hak perempuan merupakan persoalan yang harus digarisbawahi. Bachelet menyatakan Taliban terbukti tidak menghargai hak para perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan bekerja.

Dalam konferensi persnya di Kabul pada hari Selasa, Mujahid membahas proses evakuasi yang dipimpin. Pasukan AS menguasai bandara Kabul dari mana sekitar 58.700 orang telah dievakuasi sejauh ini.

6 dari 6 halaman

Klaim Hanya Sementara

Mujahid menegaskan kembali posisi Taliban, operasi itu harus berakhir pada 31 Agustus. Mengenai situasi wanita Afghanistan, dia mengatakan pembatasan apa pun akan berumur pendek.

" Pasukan keamanan kami tidak terlatih (dalam) bagaimana menangani wanita, bagaimana berbicara dengan wanita, beberapa dari mereka," kata Mujahid.

" Sampai kami memiliki keamanan penuh ... kami meminta wanita untuk tinggal di rumah," ucap dia.

Selain mengungkapkan keprihatinan atas hak-hak perempuan, Bachelet juga mengatakan telah menerima laporan perekrutan tentara anak dan eksekusi cepat oleh Taliban. Dia berbicara pada pertemuan darurat Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa.

Setelah itu, dewan mengesahkan sebuah resolusi yang menegaskan " komitmen tak tergoyahkan" untuk hak-hak perempuan dan anak perempuan. Namun, resolusi tersebut tidak memenuhi apa yang diminta oleh banyak kelompok hak asasi manusia, khususnya, tidak merekomendasikan penunjukan penyelidik khusus PBB untuk Afghanistan.

 

Join Dream.co.id