Kasus Covid-19 Melonjak, Excavator Diterjunkan Bikin Lubang Makam Pasien

News | Sabtu, 26 Juni 2021 15:30

Reporter : Syahid Latif

Tenaga khusus yang disiapkan tak mencukupi kebutuhan pembuatan lubang makam pasien Covid-19 yang melonjak

Dream - Lonjakan kasus Covid-10 tak hanya mencemaskan masyarakat. Para tenaga kesehatan dan tenaga pendukungnya, seperti petugas pemakaman ikut kewalahan dan kelelahan.

Bertambahnya pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam dua pekan terakhir membuat tenaga pemakaman tak bisa lagi mengandalkan tenaga manusia. Sebuah mesin excavator kecil kini diterjunkan untuk menyiapkan lubang pemakaman pasien Covid-19.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanian Kota Bekasi, Jumhana Lutfi mengatakan, alat berat untuk membantu penggalian makam Covid 19 sudah diterjunkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padurenan, Mustikajaya.

" Kami juga menambah alat untuk menggalinya menggunakan excavator kecil," kata Jumhana baru-baru ini dikutip dari Liputan6.com, Sabtu, 26 Juni 2021.

 

Kasus Covid-19 Melonjak, Excavator Diterjunkan Bikin Lubang Makam Pasien
HomeNewsMegapolitan Pemkot Bekasi Turunkan Alat Berat, Bantu Penggalian Makam Covid-19 Liputan6.comLiputan6.com 26 Jun 2021, 07:44 WIB 11 Pemakaman Pasien Covid-19 Di TPU Rorotan Meningkat Perbesar Suasana Proses Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Di TPU
2 dari 3 halaman

Bisa Makamkan 30 Orang Sehari

Menurut Jumhana, awalnya Pemkot Bekasi menyediakan tenaga khusus untuk menggali makam yang totalnya mencapai 30 orang. Jumlah itu kemudian ditambah lagi sebanyak 20 orang hingga total tenaga khusus menjadi 50 orang.

Dalam dua pekan terakhir, Jumhana mengungkapkan, pemakaman dengan protokol kesehatan melonjak hingga 30 orang per hari. 

 Negatif Covid-19, 196 Makam di TPU Cikadut Dibongkar© MEN

Rinciannya jenazah yang terkonfirmasi positif Covid 19 sebanyak 20, sementara yang menunggu hasil PCR tapi dimakamkan dengan prokes sebanyak 10.

 

3 dari 3 halaman

Lahan Makam Hampir Penuh

Kondisi ini berbeda dibandingkan enam bulan terakhir kala terjadi penurunan dengan jumlah hanya satu atau dua pemakaman. " Tapi setelah Lebaran naik lagi. Terutama dua minggu ini ada lonjakan yang luar biasa," kata Jumhana.

Ditambahkannya, lahan pemakaman yang disiapkan seluas satu hektar hampir penuh. Total, jenazah yang dikubur dengan prokes sejak pandemi mencapai 2.098.

" Awalnya satu hektar, tapi sekarang ada enam hektar lagi. Mudah-mudah lahan tambahan itu jangan sampai terpakai lagi, mudah-mudahan cepat pulih," kata dia.

Join Dream.co.id