Gubernur Anies Dengar Curhat Nakes Puskesmas, Titip Pesan Ini ke Warga Ibu Kota

News | Jumat, 23 Juli 2021 06:12

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Para tenaga kesehatan menumpahkan segala kendala dan meyampaikan kebutuhan yang diperlukan kepada Pemprov DKI Jakarta.

Dream - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar pertemuan virtual dengan seluruh kepala Puskesmas di ibu kota . Dalam pertemuan tersebut, Anies berharap mendapat laporan langsung dari tenaga kesehatan terkait kendala dan kebutuhan yang diperlukan dalam upaya penanganan Covid-19.

" Kami ingin mendengarkan langsung curhatan teman-teman di lapangan, kendala apa saja yang selama ini dihadapi, harapan dan dukungan apa yang dibutuhkan dari Pemprov DKI Jakarta," ucap Anies dalam unggahannya di Instagram @aniesbaswedan, Kamis 22 Juli 2021.

Anies mengatakan, dialog dengan para tenaga kesehatan di Puskesmas menjadi penting di tengah kondisi kritis khususnya akibat penularan virus varian Delta.

 

Gubernur Anies Dengar Curhat Nakes Puskesmas, Titip Pesan Ini ke Warga Ibu Kota
Anies Baswedan Dengarkan Curhatan Para Nakes Di Puskesmas (Foto: Instagram @aniesbaswedan)
2 dari 7 halaman

Puskesma Garda Terdepan

Dalam kesempatan tersebut, Anies mengatakan Puskesmas merupakan garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19.

" Mereka inilah yang sehari-hari paling depan melayani warga, tantangannya tentu tidak sedikit, apalagi dalam beberapa minggu terakhir terjadi lonjakan kasus," imbuhnya.

Dia berujar, peran Puskesmas selama pandemi amat vital dalam menjalankan testing, tracing, treatment, lalu beberapa bulan ini juga berperan sebagai vaksinator, sekaligus mengurusi pemulasaraan jenazah.

" Banyak dari mereka yang akhirnya terpapar Covid juga, untungnya semua nakes di DKI Jakarta telah divaksinasi, sehingga lebih terlindungi."

 

3 dari 7 halaman

Sebar Pesan Optimis

Lebih jauh, Anies menjelaskan bahwa Puskesmas terbantu dengan banyaknya kolaborasi dengan sentra vaksinasi, tambahan tenaga testing/tracer, dan bantuan relawan pemulasaraan di 42 kecamatan yang dilatih Dewan Masjid Indonesia.

"Terima kasih kepada Ibu/Bapak yang bertugas di puskesmas, jaga kesehatan, jaga stamina, jaga soliditas. Pastikan komunikasi kita terus terjalin baik, untuk mencari solusi. Ibu/Bapak adalah pilot di unit paling depan dalam sistem kesehatan kita.

Anies juga menitipkan pesan pada para nakes di Puskesmas untuk selalu menyebarkan pesan optimis kepada masyarakat.

"Sebarkan pesan optimis kepada warga yang dilayani, agar mendapatkan rasa tenang ketika melalui bersama masa-masa penuh guncangan ini," tutup Anies.

      View this post on Instagram      

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan)

 

4 dari 7 halaman

Dokter Eva Blak-blakan Banyak Nakes Mundur karena Insentif Tertahan

Dream - Sebuah fakta mengejutkan diungkap oleh Ketua Dokter Indonesia Bersatu (DIB), Eva Sri Diana Chaniago. Menurut dia, banyak tenaga kesehatan yang resign alias mengundurkan diri di tengah kasus Covid-19 yang terus meningkat.

Selama ini, tenaga kesehatan memang menjadi garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19. Mereka harus bertaruh nyawa karena punya potensi besar terpapar akibat intensitas interaksi dengan para pasien Covid-19.

Namun, dalam perbincangan virtual membahas tentang penanganan Covid-19 dan kondisi rumah sakit serta nakes yang dotayangkan TVOne, Eva menyebut banyak dokter yang mundur. Pengakuan itu juga disampaikan kepada Jubir Vaksina Covid-19 Kementeria Kesehetan, Dokter Siti Nadia Tarmizi, yang juga hadir dalam acara tersebut.

5 dari 7 halaman

Serba Kesulitan

Dalam perbincangan keduanya, Eva awalnya mengatakan bahwa para nakes sudah tak lagi berdaya untuk menangani jumlah pasien Covid-19 yang semakin membengkak. Dia menyinggung soal upaya pemerintah yang hendak menambah rumah sakit darurat.

" Fakta di lapangan kami sangat-sangat kesulitan kalau boleh dibilang kritis ya Dok, ruangan isolasi bisa ditambah bergedung-gedung, tapi jumlah kita, nakes di lapangan, sangat kecil, Dok," ujar Eva.

Tak hanya itu, Eva juga menyebut bahwa para pasien yang datang ke fasilitas kesehatan seperti menyetor nyawa. Mereka datang dengan saturasi oksigen rendah dan dalam keadaan faskes penuh.

" Jumlah nakesnya terbatas, pasien datang dalam keadaan saturasi oksigen 50 persen ke bawah, pasien dayang dalam keadaan gawat karena kebanyakan sudah mengalami isoman di rumah. Datang sudah dalam keadaan berat, beda dengan dulu Dok, kalau sekarang mereka itu datang betul-betul kaya udah setor nyawa," jelasnya.

6 dari 7 halaman

Soal Insentif Nakes

Eva menjabarkan betapa banyaknya nakes yang mengundurkan diri lantaran insentif mereka tertahan. Ia menyebut para nakes tak mempunyai gaji dan hanya bergantung pada insentif.

" Banyak nakes yang resign karena kemarin insentif mereka ditahan-tahan. Mungkin negara memang sulit tapi mereka juga sulit, mereka butuh hidup, mereka hanya mengandalkan insentif, tidak punya gaji, itu fakta di lapangan," ujar Eva.

Bukan hanya soal nakes, Eva menambahkan bahwa saat ini rumah sakit banyak yang mengalami kelangkaan obat-obatan. Bahka, banyak nakes yang kelimpungan saat menangani pasien Covid-19.

" Fakta di lapangan obat-obat tidak ada, obat-obat kurang semua, saya bingung pasien dirawat pun tidak ada obat-obatan," kata Eva.

7 dari 7 halaman

Situasi Serba Kekurangan

Eva pun kembali menegaskan bahwa kondisi di lapangan sudah sangat buruk. Keadaan pandemi saat ini serba kekurangan, baik dalam obat maupun tenaga kesehatan.

" Kami bahkan obat tidak ada, kalaupun ada obat, tenaga medis tidak kuat untuk bagi-bagi obat pegang satu-satu orang, pasien kritis itu harusnya 4 perawat, ini 50 pasien perawatnya jumlahnya berapa. Itu fakta dok di lapangan, kami sangat kesulitan," tuturnya.

Join Dream.co.id