Kasus Covid-19 Libur Idul Fitri Baru Diketahui Dua Minggu ke Depan

News | Jumat, 21 Mei 2021 18:00

Reporter : Arini Saadah

Wiku mengingatkan kepada masyarakat dan juga satgas di daerah untuk meningkatkan sinergi dalam menangani pandemi covid-19.

Dream - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan dampak libur panjang terhadap kenaikan kasus bisa dilihat dalam dua atau tiga minggu kemudian.

Namun Satgas Covid-19 memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah karena berdasarkan data yang terlihat terjadi adanya penurunan zona merah dari 12 menjadi 7 kabupaten/kota.

“ Perkembangan zonasi di tingkat kabupaten atau kota per tanggal 16 Mei 2021. Pada minggu lalu terjadi penurunan zona merah dari 12 kabupaten/kota menjadi 7 kabupaten/kota. Selain itu zona oranye juga mengalami penurunan meskipun sedikit dari 234 kabpuaten/kota menjadi 231 kabupaten/kota,” jelas Wiku di Graha BNPB, Jakarta, Kamis 20 Mei 2021.

Akan tetapi, penurunan tersebut belum merupakan hasil dari perkembangan kasus baru akibat libur panjang Idul Fitri. Sebab kasus baru libur panjang bisa dilihat selama dua atau tiga minggu ke depan.

Kasus Covid-19 Libur Idul Fitri Baru Diketahui Dua Minggu ke Depan
Ilustrasi Mobilitas Masyarakat Pasca Libur Lebaran (Foto: Shutterstock.com)
2 dari 4 halaman

Peningkatan Zona Kuning

 Ilustrasi
© YouTube/Sekretariat Presiden

Selain itu, lanjut Wiku, zona kuning juga mengalami kenaikan dari 169 menjadi 177 kabupaten/kota. Sedangkan untuk zona hijau jumlahnya tetap.

“ Saya mengapreasi kepada pemerintah daerah, karena data menunjukkan terjadi penurunan dari zona risiko tinggi dan zona risiko sedang. Adapun dari minggu ke minggu zona risiko sedang cenderung mengalami kenaikan. Saya apresiasi di minggu ini terdapat 37 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye ke zona kuning,” ungkap Wiku dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Sementara itu, perkembangan pada minggu lalu belum merupakan dampak dari perkembangan kasus pasca libur Idul Fitri dan periode mudik.

Sebab, menurutnya, dampak libur panjang terhadap kenaikan kasus baru dapat terlihat dalam dua atau tiga minggu kemudian.

“ Saya ingatkan tidak hanya kabupaten/kota di daerah zona merah saja, namun  seluruh zonasi resiko untuk terus meningkatkan penanganan Covid, utamanya dalam beberapa minggu ke depan sebagai antisipasi dampak dari libur panjang idul fitri,” imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Wajib Lakukan Karantina Mandiri

 Ilustrasi
© YouTube/Sekretariat Presiden

Sebagai upaya antisipasi terhadap libur panjang Idul Fitri dan menjaga kondisi supaya penurunan zona risiko tinggi tetap bisa turun, satgas mengimbau seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan kembali ke kota tempat bekerja, untuk melakukan karantina mandiri selama 5x24 jam.

“ Perlu adanya antisipasi penularan yang meluas, maka pelaku perjalanan wajib melakukan karantina 5 kali 24 jam,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa kasus baru covid-19 dari libur panjang membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui data validnya.

“ Manifestasi kasus lebaran sejak periode peniadaan mudik, baru bisa dilihat dua minggu ke depan berdasarkan analisis data yang valid mengingat perkembangan covid-19 berdasarkan riwayat alamiah penyakitnya membutuhkan waktu,” jelasnya.

Menurutnya Mobilitas selama pandemi covid-19 merupakan wujud aktivitas yang sangat berisiko. “ Karena mobilitas selama pandemi merupakan aktivitas yang berisiko,” terangnya.

4 dari 4 halaman

Sinergi Adalah Kunci Utama

Diketahui, update perkembangan kasus covid-19 per tanggal 19 Mei 2021, terjadi penambahan kasus positif sebanyak 4.871. Dimana jumlah kasus aktif 87.829 atau 5 persen. Sementara kasus sembuh kumulatif sebanyak 1.616.603 atau 92,2 persen. Sedangkan jumlah kasus meninggal kumulatif adalah 48.669 atau 2,78 persen.  

Dengan melihat data perkembangan penanganan Covid-19 tersebut, Prof Wiku mengingatkan kepada masyarakat dan juga satgas di daerah untuk meningkatkan sinergi dalam menangani pandemi covid-19.

Menurutnya hal ini bisa diwujudkan dengan adanya posko-posko penanganan covid-19 di tingkat desa atau kelurahan.

“ Saya meminta kepada satgas di daerah dan masayarakat untuk terus meningkatkan sinergi dalam menangani pandemi covid-19. Hal ini dapat diwujudkan melalui posko-posko penanganan Covid di tingkat desa atau kelurahan.

Sinergi yang baik ini, kata Wiku, merupakan kunci utama dalam rangka penanganan Covid-19 di daerah sehingga bisa segera terkendali.

“ Sinergi yang baik ini adalah kunci utama penanganan covid di daerah, sehingga kasus bisa terkendali. Mereka yang postifi bisa memeroleh penanganan kesehatan lebih dini untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Harap jadikan koordinasi ini sebagai prioritas daerah masing-masing,” lanjutnya.

Diketahui, berdasarkan data per 15 Mei 2021, pelaksanaan rapid tes antigen random dilakukan di 109 titik penyekatan sepanjang pulau Sumatera, Jawa dan Bali.

Dari tes tersebut ditemukan 226 hasi positif dari 77.068 tes yang dilakukan. Kasus positif yang ditemukan di lapangan akan dirujuk ke pusat isolasi mandiri terdekat yang telah disiapkan satgas daerah.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id