Kasus Covid-19 Global Alami Lonjakan 9 Persen

News | Jumat, 16 April 2021 19:00
Kasus Covid-19 Global Alami Lonjakan 9 Persen

Reporter : Ahmad Baiquni

Satgas meminta masyarakat untuk menjaga kondisi Covid-19 di Indonesia yang mengalami penurunan.

Dream - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat terjadinya kenaikan kasus Covid-19 di level global. Terdapat kenaikan kasus yang konstan dalam jumlah besar.

" WHO mencatat kenaikan kasus global mencapai 9 persen dan menjadi peningkatan ke tujuh kali berturut-turut dan angka kematian juga melonjak 5 persen," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito.

Wiku mengatakan, lonjakan ini terjadi salah satunya dipicu kenaikan kasus di India. Penyebabnya, Pemerintah India tidak melakukan pelarangan orang untuk berkerumun.

Meski begitu, Wiku mengklaim situasi tersebut berbeda dengan yang terjadi di Indonesia. Dalam beberapa bulan ke belakang, kasus Covid-19 di Indonesia cenderung membaik.

Dia menjelaskan kasus positif mengalami penurunan sebesar 14,2 persen pekan lalu. Tren penurunan juga terjadi pada data kematian sebesar 17,6 persen.

2 dari 6 halaman

Masyarakat Tidak Boleh Acuh

Namun demikian, Wiku tetap mengingatkan kondisi yang membaik tidak bisa menjadi alasan bagi masyarakat untuk lengah. Masyarakat tidak boleh acuh dan lalai dengan membaiknya situasi.

" Sebaliknya, kita harus semakin konsisten menjaga kedisiplinan dalam melawan pandemi ini," kata dia.

Selanjutnya, Wiku menerangkan Pemerintah bersama masyarakat harus saling mendukung agar penanganan Covid-19 dapat membaik. Masyarakat diminta mendukung keputusan Pemerintah meski terkesan berat.

Dia menyatakan setiap keputusan Pemerintah diambil demi mencegah lonjakan kasus Covid-19. Penurunan kasus di Indonesia akan berkontribusi pada menurunnya peningkatan kasus global.

" Meskipun tren dalam negeri bergerak ke arah positif, kita baru dapat menang apabila pandemi dapat berakhir, bukan saja di negara sendiri, melainkan di negara-negara lain, dan kita dapat melakukan mobilisasi global tanpa hambatan," kata Wiku, dikutip dari Covid19.go.id.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 6 halaman

Jokowi: Banyak Negara Alami Lonjakan Covid-19 Akibat Tak Waspada

Dream - Presiden Joko Widodo mengingatkan semua pihak untuk menjaga situasi pandemi Covid-19 agar tak terjadi lonjakan kasus. Saat ini, kasus Covid-19 di Indonesia terbilang cukup rendah.

Jokowi juga menyinggung terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di banyak negara. Padahal, sebelumnya tercatat kasus Covid-19 di negara-negara tersebut mengalami penurunan cukup tajam.

" Ini hati-hati. Banyak negara lain sudah turun, anjlok Covidnya, tetapi karena nggak bisa menjaga kewaspadaannya, nggak hati-hati kemudian meloncat, naik lagi," ujar Jokowi, disiarkan kanal Sekretariat Presiden.

Jokowi mengatakan pada Januari 2021, data kasus Covid-19 di Indonesia berada di level 13 ribu hingga 15 ribu. Saat ini, kasus Covid-19 mengalami penurunan di level 3.000 hingga 6.000.

 

 

4 dari 6 halaman

Kasus Sembuh Sudah 90,5 Persen

" Dalam 3 minggu ini kita sudah berada di angka yang baik menurut saya, 6.000, 5.000, 4.000, naik-turun berada di angka itu. Ini yang harus kita jaga dan terus kita tekan agar terus berkurang," kata Jokowi.

Selain itu, tingkat kesembuhan di Indonesia sudah mencapai angka 90,5 persen. Jokowi mengatakan angka ini lebih baik dari rata-rata dunia.

" Angka kesembuhan kita juga sudah mencapai di atas 90 persen, 90,5 persendi atas rata-rata jauh di atas rata-rata dunia, jauh juga di atas rata-rata Asia. Ini juga yang harus dijaga," ucap Jokowi.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

5 dari 6 halaman

Dampak Embargo, Indonesia Pacu Produksi Vaksin Covid-19 dari BioFarma

Dream - Embargo vaksin yang dilakukan sejumlah negara memberikan dampak nyata bagi Indonesia. Laju vaksinasi jadi melambat akibat berkurangnya ketersediaan vaksin dari luar negeri.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menyatakan Pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap vaksin dari luar. Sejumlah cara dilakukan, salah satunya melalui peningkatan kapasitas produksi vaksin Sinovac oleh Bio Farma hingga 25 juta dosis.

" Dengan ditingkatkannya kapasitas produksi vaksin ini, kebutuhan vaksin dalam negeri akan tercapai," ujar Wiku.

Selain itu, Pemerintah juga mengakselerasi pengembangan vaksin dalam negeri. Saat ini, sejumlah peneliti tengah mempersiapkan bibit vaksin Merah Putih yang nantinya digunakan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Secara bersamaan, Pemerintah juga terus mendiseminasikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin untuk perlindungan dari paparan Covid-19. Sejauh ini, sebanyak 13,6 juta dosis vaksin sudah disuntikkan kepada masyarakat.

 

6 dari 6 halaman

Vaksinasi Terus Berjalan

Tak hanya itu, Pemerintah juga memastikan program vaksinasi terus berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat terlindungi. Untuk memastikan kebutuhan vaksin terpenuhi, Pemerintah terus berupaya menjalin kerja sama dengan sejumlah negara.

Di samping itu juga membuka peluang bagi swasta untuk berpartisipasi dalam program Vaksin Gotong Royong. Saat ini, pendaftaran vaksinasi gotong royong sudah tahap 2 dan telah ditutup oleh Kamar Dagang Indonesia (KADIN).

" Antuasias cukup tinggi dari perusahaan-perusahaan yang akan berpartisipasi, dan Kamar Dagang Indonesia, KADIN yang berencana untuk membuka lagi pendaftaran untuk tahap ketiga," lanjut Wiku.

Pemerintah kini tengah mematangkan persiapan untuk pelaksanaan vaksin Gotong Royong. Sementara sejumlah perusahaan swasta sudah siap melaksanakannya, dan tengah menunggu kepastian impor vaksin yang dilakukan oleh PT Bio Farma, dikutip dari Covid19.go.id

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id