Kapolri Beber Kerusuhan Wamena yang Libatkan Siswa SMA

News | Selasa, 24 September 2019 18:02
Kapolri Beber Kerusuhan Wamena yang Libatkan Siswa SMA

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Berawal dari kesalahpaham?

Dream - Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian yakin menyebut kondisi di Wamena, Papua sudah bisa dikendalikan. Meski demikian, jumlah personel terus ditambah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Tito mengatakan, kerusuhan di Wamena yang melibatkan siswa SMA bermula dari dugaan rasisme yang dilakukan guru, pada Senin, 23 September 2019.

" Di hari yang sama (dengan kerusuhan di Expo Waema). Pagi harinya di SMA PGRI ada isu bahwa ada seorang guru yang sedang mengajar menyampaikan pada muridnya bahwa kalau bicara keras," ujar Tito di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa, 24 September 2019.

Dari isu yang beredar, siswa itu mendengar gurunya telah mengucap kata-kata yang diduga menghina. Sang murid pun memberitahukan hal itu ke temannya.

" Terdengar oleh murid ini (kata) kera. Sehingga, dikatakan ke temannya bahwa dikatakan monyet. Padahal yang dikatakan 'jangan bicara keras'. Hanya saja mungkin tone-nya, dan s-nya terdengar lemah," ucap dia.

 

2 dari 8 halaman

Tidak Ada Ucapan Rasis

Isu rasisme itu kemudian menyebar dengan cepat dan dimanfaatkan jaringan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) untuk provokasi dan mengajak siswa aksi.

" Kami yakin yang mengembangkannya adalah kelompok tadi, KNPB yang menggunakan segaram SMA. Kita sedang cari orangnya," kata dia.

Sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 WIT, sekitar 2 ribu siswa sudah bergabung untuk melakukan aksi. Petugas gabungan pun kesulitan untuk menghalau masa yang sudah tidak terkendali itu.

Massa yang sudah terprovokasi itu kemudian melempari petugas dengan batu, membakar kantor Bupati Wamena, membakar rumah dan ruko milik masyarakat Papua pendatang, membaakr motor dan mobil.

Tito mengatakan, isu guru menyebut siswanya `kera` saat ini masih dalam investigasi dan belum diketahui kebenarannya.

" Jadi isu hoaks itu mulai pukul 07.30 WIT sampai 15.00 WIT," kata dia.

3 dari 8 halaman

26 Meninggal dalam Kerusuhan Wamena Papua

Dream - Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, mengatakan, 26 orang meninggal akibat kerusuhan di Wamena, Papua. Data itu tercatat hingga pukul 12.00 WIB, Selasa 24 September 2019.

" Dari 26, 22 itu masyarakat Papua pendatang, 4 orangnya itu asli Papua," ujar Tito di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta.

Menurut Tito, ada tiga orang Papua pendatang yang jenazahnya masih belum teridentifikasi.

Tito mengatakan, kebanyakan korban masyarakat Papua pendatang meninggal dunia karena mengalami luka panah, bacok, dan terbakar di dalam rumahnya atau rukonya yang dibakar.

Untuk penyebab meinggalnya masyarakat asli Papua, polisi masih menyelidikinya. " Kami belum tahu, ini sedang investigasi. (Penyebab) karena tindakan tegas petugas kah? Kena panah temannya atau perlawanan yang diserang?" kata dia.

Selain merenggut 26 nyawa, kerusuhan 23 September itu menyebabkan 66 orang terluka. Mereka saat sedang dirawat di Rumah Sakit Wamena.

" Ada juga yang dirujuk ke rumah sakit di Jayapura. Bapak Panglima TNI siapkan pesawat," ucap dia.

Menurut Tito, saat ini situasi di Wamena sudah bisa dikendalikan. Meski demikian, aparat terus berjaga dan waspada. " Jumlah personel kita tambah dan tidak perlu saya sebutkan berapa jumlahnya," ujar dia.

4 dari 8 halaman

Wamena Rusuh, Pertamina Tutup 5 SPBU

Dream – PT Pertamina (Persero) memutuskan menutup sementara lima SPBU Kompak di Wamena, Jayapura, Papua, akibat aksi massa yang berlangsung ricuh hari ini, Senin 23 September 2019.

Penutupan ini mempertimbangkan kondisi keamanan dan kerusuhan yang terjadi di Wamena.

“ Pertimbangan penutupan adalah terkait aspek keselamatan dan keamanan petugas SPBU dan aset SPBU,” kata Unit Manager Communication, Relations, and CSR Marketing Operation Region VIII Maluku-Papua, Brasto Galih Nugroho, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Senin 23 September 2019.

SPBU di Wamena akan dibuka kembali kalau asituasi keamanan sudah memungkinkan sesuai dengan koordinasi dengan aparat keamanan.

Pengiriman BBM ke Wamena tidak bisa dilakukan, karena bandara Wamena ditutup sementara. “ Karena menggunakan pesawat terbang dari Jayapura," kata dia.

5 dari 8 halaman

Truk Tangki Tak Bisa Lewat

Truk tangki BBM yang mengantar BBM untuk Wamena via Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua juga tidak melewati Wamena, Kota Jayapura, Provinsi Papua, sehubungan dengan adanya aksi massa disana.

" Untuk Kota Jayapura, SPBU di Waena tutup karena ada aksi massa," kata Brasto.

Dia pun berharap agar situasi bisa kondusif kembali sehingga penyaluran BBM dapat berjalan normal dan SPBU yang tutup dapat segera buka kembali.

Sebelumnya, aksi demo yang terjadi di Wamena, Papua berlangsung ricuh. Massa yang kadung emosi lantas membakar kantor bupati setempat serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Peristiwa tersebut dibenarkan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. " Ya betul," tutur Dedi melalui pesan singkat kepada Liputan6.com.  (ism)

6 dari 8 halaman

Polri dan TNI Redam Kerusuhan di Wamena, Papua

Dream - Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berusaha meredam tindakan anarkis massa di Wamena, Papua, Senin, 23 September 2019.

" Masih dikendalikan aparat Polri dan TNI setempat untuk diredam agar tidak meluas," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, kepada Liputan6.com.

 Polri dan TNI Redam Kerusuhan di Wamena, Papua© Dream

Dedi mengatakan, hingga pukul 10.22 WIB usaha peredaman massa yang bergejolak terus dilakukan.

Sejumlah fasilitas umum, salah satunya kantor dinas dan beberapa ruko terdampak pembakaran tersebut.

Dedi menceritakan awal mula bentrokan terjadi dipicu unjuk rasa. Tetapi, aksi bereka berubah anarkis dengan pengerusakan dan membakar fasilitas umum. Petugas masih berupaya mendinginkan aksi anarkis tersebut.

7 dari 8 halaman

Demo di Wamena Berakhir Anarkis, Ruko dan Perkantoran Dibakar

Dream - Massa demonstrasi di Wamena, Papua membakar sejumlah fasilitas umum dan kantor dinas. Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan peristiwa tersebut.

Meski demikian Dedi belum merinci jumlah bangunan yang rusak akibar aksi massa tersebut. " Kantor dinas dan beberapa ruko dibakar," kata Dedi, dilaporkan Liputan6.com, Senin, 23 September 2019.

Kapolres Jaya Wijaya, AKBP Toni Ananda mengatakan, kondisi di wilayah hukumnya saat ini belum terkendali.

Sementara itu, Operasional Bandara Wamena berhenti sementara. Penghentian operasional itu karena demo anarkis yang terjadi di ibu kota Kabupaten Jawa Wijaya, Papua, tersebut.

 

8 dari 8 halaman

Bandara Ditutup

Dilaporkan Antara, Kepala Bandara Wamena, Joko Harjani menyebut, operasional bandara ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

" Saat ini sudah tidak ada pesawat di bandara," kata Joko kepada Antara.

Penghentian operasional bandara dilakukan sejak pukul 10.30 WIT. Tiga pesawat kargo yang berada di bandara, menjadi pesawat terakhir yang diterbangkan.

Joko mengatakan, bandara akan dibuka seandainya ada permintaan dari kepolisian dan militer.

Bandara Wamena yang terletak di Lembah Baliem melayani 120 penerbangan dari dan ke Wamena. Tingginya aktivitas penerbangan itu disebabkan karena Wamena menjadi pintu masuk beberapa kota dan kampung di kawasan pegunungan tengah.

Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam
Join Dream.co.id