Kapasitas Umroh Ditetapkan 2 Juta Jemaah per Bulan, Bagaimana Nasib Indonesia?

News | Senin, 9 Agustus 2021 15:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Saudi sempat menetapkan kewajiban karantina 14 hari di negara lain bagi jemaah dari sembilan negara, termasuk Indonesia.

Dream - Kementerian Haji dan Umroh Saudi mengumumkan mulai menerima jemaah umroh 1443 H dari warga domestik maupun ekspatriat. Selain itu, secara bertahap Kementerian menerima kembali jemaah umroh luar negeri.

Mulai 9 Agustus 2021, jemaah luar negeri dibolehkan melaksanakan umroh, ziarah serta sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kapasitas yang sebelumnya sebanyak 60 ribu jemaah umroh yang dibagi dalam 8 periode operasional ditingkatkan menjadi 2 juta jemaah per bulan.

Wakil Menteri Haji dan Umroh Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas terkait lainnya mempersiapkan musim Umroh 2021/2022.

" Kami telah berkoordinasi untuk mengembangkan mekanisme eksekutif dan menciptakan keamanan serta lingkungan yang dapat diakses oleh para jemaah umroh sepanjang perjalanan mereka untuk mencapai keamanan, keselamatan dan kesehatan," ujar Mashat, dikutip dari Saudi Press Agency.

Perizinan melaksanakan umroh disediakan lewat aplikasi Etamarna dan Tawakalna. Selain itu, Saudi menyiapkan langkah pencegahan yang terintegrasi untuk menjamin jemaah dapat melaksanakan umroh dengan aman dan nyaman.

Kapasitas Umroh Ditetapkan 2 Juta Jemaah per Bulan, Bagaimana Nasib Indonesia?
Facebook/@haramain.info
2 dari 3 halaman

Negara Asal Jemaah Ditentukan Saudi

Untuk transportasi, kata Mashat, diterapkan standar pelayanan yang aman dengan penumpang dibatasi tidak lebih dari 50 persen kapasitas bus dengan tetap menjaga jarak aman di dalam bus. Selain itu, pihaknya juga menyediakan alat sterilisasi, dan memastikan jemaah sudah mendapatkan izin dari aplikasi Etamarna dan Tawakalna sebelum naik bus untuk menjalankan umroh.

Selain itu, Mashat juga mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan otoritas berwenang menentukan negara asal dan jumlah jemaah umrohnya secara berkala sesuai klasifikasi tindakan pencegahan, dan persyaratan untuk negara asal.

Jemaah umroh yang datang ke Saudi diharuskan setuju dengan layanan yang disediakan mulai dari perusahaan pemandu, hotel, dan perusahaan transportasi. Seluruh layanan tersebut sudah terdaftar pada platform pemasaran elektronik yang disetujui oleh Sistem Reservasi Pusat Saudi, dan ratifikasi elektronik oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umroh.

Mengenai protokol kesehatan bagi jemaah domestik, lanjut Mashat, vaksinasi menjadi prasyarat untuk melaksanakan umroh, sholat di Masjidil Haram, dan mengunjungi Masjid Nabawi. Bukti vaksinasi harus diunggah pada aplikasi Tawakalna, memuat tiga kategori vaksinais (sistem imun bagi penerima dua dosis vaksin Coronavirus, atau sudah menghabiskan 14 hari setelah menerima dosis pertama vaksin, atau orang divaksinasi setelah pulih dari infeksi).

 

3 dari 3 halaman

Syarat Jemaah Luar Negeri

Sedangkan bagi calon jemaah umroh yang berasal dari luar negeri, diharuskan melampirkan surat keterangan vaksinasi yang disahkan oleh pejabat berwenang di negara asal. Surat tersebut dicantumkan dalam dokumen permohonan pelaksanaan umroh, dengan syarat vaksin disetujui di Kerajaan.

Untuk jemaah dari negara yang masuk daftar penangguhan, diharuskan memenuhi komitmen terhadap prosedur karantina institusional sesuai dengan mekanisme yang disetujui oleh otoritas yang berwenang.

Sebelumnya, otoritas Saudi mengumumkan menerima kembali jemaah umroh dari berbagai negara. Tetapi, Saudi menetapkan pengecualian bagi jemaah umroh dari sembilan negara yaitu India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Para calon jemaah dari sembilan negara ini diharuskan menjalani karantina selama 14 hari di negara lain. Selain itu, penerima vaksin Covid-19 China (Sinovac dan Sinopharm) diharuskan mendapatkan booster menggunakan vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca atau Johnson & Johnson.

Join Dream.co.id