Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Kabupaten Bandung

News | Senin, 11 Februari 2019 14:30
Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Kabupaten Bandung

Reporter : Ahmad Baiquni

Gempa dirasakan di Bojongsoang dan Banjaran.

Dream - Gempa bumi kembali melanda kawasan Indonesia. Kali ini mengguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa berkekuatan 4,1 Skala Richter terjadi di titik 17 Kilometer arah tenggara Kabupaten Bandung. Gempa berlangsung pada pukul 13.08 WIB.

"Kedalaman 10 Km, dirasakan di Bojongsoan dan Banjaran Kabupaten Bandung II MMI," demikian informasi yang diunggah BKMG di akun Instagram @infobmkg.

Kepala BMKG Kelas I Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan gempa bumi yang terjadi termasuk jenis dangkal. "Akibat aktivitas Sesar Garsela," kata dia, dikutip dari Ayobandung.com.

Belum diketahui adanya kerusakan akibat bencana ini. Tony menambahkan gempa tidak berpotensi tsunami.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami," kata dia.

2 dari 4 halaman

Fakta Mengejutkan Gempa Palu 2018, Ilmuwan Dunia Sampai Merinding

Dream - Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 dan tsunami yang menerjang Palu, Sulawesi Tenggara membuat ilmuwan dari UCLA tercengang. Hasil studi menemukan getaran gempa menjalar dengan kecepatan yang mengerikan.

NASA's Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California, Amerika Serikat, tempat ilmuwan UCLA melakukan penelitiannya menyatakan gempa Palu menunjukan peristiwa supershear yang sangat langka.

Dalam studinya, para peneliti di UCLA dan institusi lain menganalisa pengamatan resolusi tinggi spasial dari gelombang seismik yang disebabkan gempa dahsyat menggunakan radar satelit dan gambar optik.

Para ilmuwan menganalisis data radar bukaan sintetis dari satelit ALOS-2 dari Japan Aerospace Exploration Agency, data gambar optik dari satelit Copernicus Sentinel-2A dan -2B, yang dioperasikan European Space Agency, dan gambar optik dari konstelasi satelit Planet Labs Planet, dikelola oleh Planet Labs di San Francisco.

Serangkaian data tersebut dipakai untuk mengukur kecepatan, waktu, dan tingkat magnitudo gempa 7,5 yang mengguncang Palu pada 2018 lalu.

Hasilnya mengejutkan. Patahan gempa dalam bumi bergerak dengan kecepatan stabil 9.171 mile per jam atau 14.760 kilometer per jam (Km/jam) dengan gempa utama berlangsung selama hampir satu menit.

3 dari 4 halaman

Kecepatannya di Atas Rata-rata Gempa Bumi

Dibandingkan gempa bumi lainnya, kecepatan patahan ini cukup mengerikan. Rata-rata patahan akibat gempa bergerak dengan kecepatan berkisar 9000-10.800 Km/jam.

Saat menganalisasi gambar satelit, tim juga menemukan kedua sisi sesar sepanjang 150 kilometer tergelincir sampai 5 meter. Ilmuwan menilai luas areal yang bergeser itu sangat besar.

" Memahami bagaimana patahan dalam gempa bumi besar akan membantu meningkatkan model bahaya seismik dan membantu insinyur gempa merancang bangunan dan infrastruktur lainnya untuk lebih tahan terhadap kemungkinan goncangan gempa di masa depan," kata Eric Fielding dari JPL, salah satu penulis dari studi terbaru yang diterbitkan Nature Geoscience dikutip Dream dari jpl.nasa.gov.

Sesar yang patah menimbulkan berbagai jenis gelombang di permukaan salah satunya gelombang geser yang menyebar dengan kecepatan 12.700 km/jam.

 

 

4 dari 4 halaman

Setara Kecepatan Jet Supersonic

Dalam gempa supershear, patahan yang bergerak sangat cepat menyalip gelombang geser yang lebih lambat yang merambat di depannya sehingga menciptakan gelombang yang lebih besar dan lebih kuat.

" Guncangan hebat (yang dihasilkan) mirip dengan ledakan sonik yang terkait dengan jet supersonik," kata Lingsen Meng, seorang profesor di UCLA, salah satu penulis laporan tersebut.

Para ilmuwa sepakat jika kecepatan dari patahan akibat gempa Palu sangat mengejutkan. Pada studi gempa supershear sebelumnya, fenomena ini biasanya terjadi pada sesar yang sangat lurus, yang memicu beberapa hambatan untuk gerakan gempa tersebut.

Namun, citra satelit dari patahan Palu menunjkan setidaknya ada dua lengkungan besar. Patahan ini bergerak dengan kecepatan stabil di sekitar lengkungan tersebut.

(Sah, Sumber: jpl.nasa.gov)

Summer Style 2019
Join Dream.co.id