Begini Nasib Istri eks Dandim Kendari Setelah Suaminya Dicopot

News | Senin, 14 Oktober 2019 15:00
Begini Nasib Istri eks Dandim Kendari Setelah Suaminya Dicopot

Reporter : Ahmad Baiquni

Kolonel Inf HS harus menjalani masa penahanan selama 14 hari. Bagaimana nasib istrinya, yang mengomentari penusukan Wiranto?

Dream - IPDN, istri eks Dandim Kendari, Kolonel Inf HS, terpaksa berurusan dengan hukum. Dia terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena membuat unggahan 'nyinyir' melalui akun media sosialnya.

Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Maskun Nafik, mengatakan, TNI telah melaporkan IPDN kepada Polda Sulawesi Tenggara. IPDN juga diserahkan ke kepolisian.

" Untuk istri beliau, istri kolonel HS, tadi siang diserahkan ke Polda. Karena itu kan tunduk pada peradilan umum, sehingga tadi oleh Dandenpom Kendari, lalu Kasi Intel sama Pakum Korem itu dibawa ke Polda Sultra," ujar Maskun, dikutip dari Channel YouTube Apa Kabar Indonesia Petang, Senin 14 Oktober 2019.

Menurut Maskun, seorang istri pejabat militer terikat aturan yang berlaku pada tentara. Sehingga, seorang istri wajib mematuhi aturan tersebut.

" Kami di TNI ini kan bukan hanya prajuritnya saja (terikat aturan) tapi dengan keluarga, sudah ada informasi imbauan tidak menggunakan media sosial secara sembarangan karena itu ada akibat hukumnya," kata Maskun.

Kolonel HS terpaksa menerima konsekuensi berupa pencopotan jabatan sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) Kendari. Dia dinilai melanggar Undang-undang Kedisiplinan Militer karena membiarkan sang istri, IPDN, membuat unggahan 'nyinyir' dikaitkan dengan peristiwa dialami Menkopolhukam Wiranto.

Tidak hanya itu, Kolonel HS juga harus menjalani masa penahanan selama 14 hari. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyatakan penahanan tersebut merupakan sanksi ringan.

Kolonel HS meletakkan jabatan dalam upacara serah terima pada Sabtu pagi, 12 Oktober 2019. Usai upacara, IPDN tampak menangis saat berjabat tangan dengan sejumlah staf Kodim Kendari.

2 dari 7 halaman

Istri Hina Penusukan Wiranto, Dandim Kendari Dicopot

Dream - Dua istri dua anggota TNI Angkatan Darat dianggap menghina Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto terkait dengan kasus penyerangan yang menimpanya pada Kamis, 10 Oktober 2019 di Menes, Pandeglang, Banten.

Dua istri TNI AD itu membandingkan peristiwa yang dialami Wiranto dengan kasus adanya korban aksi mahasiswa di DPR beberapa waktu lalu, kebakaran hutan dan lahan.

 Istri anggota TNI

Istri anggota TNI

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andhika Perkasa mengatakan, keduanya akan menjalani proses hukum.

" Pada dua individu ini yang melakukan postingan yang kami duga melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang UTE, maka kami dorong prosesnya ke peradilan umum," ujar Andhika di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Oktober 2019.

3 dari 7 halaman

Lepas Jabatan Militer

Dia menjelaskan, dua orang itu yakni PDL yang merupakan istri dari Dandim Kendari, Kolonel HS, dan LZ, istri TNI AD Sersan Dua Z.

Andhika mengatakan, dengan pelanggaran yang dilakukan istrinya, kedua TNI AD itu juga mendapat hukuman harus melepaskan jabatan.

" Kemudian kepada suami dua individu ini juga telah memenuhi pelanggaran terhadap UU Nomor 25 Tahun 2014, yaitu hukum disiplin militer," kata dia.

Tak hanya harus melepaskan jabatan, kedua TNI AD ini juga menjalani masa tahanan selama 14 hari akibat ulah istrinya itu.

" Saya tanda tangan surat perintah melepas dari jabatan dan akan ditambah hukuman disiplin militer berupa penahanan, penahanan ringan 14 hari," ucap dia.

4 dari 7 halaman

Firasat Anak Buah Wiranto, Ingatkan Tak Datang ke Pandeglang

Dream - Tenaga Ahli Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Agus Zaini mengaku sudah mewanti-wanti atasannya, Wiranto, untuk tak menghadiri undangan pengurus Universitas Mathla'ul Anwar di Pandeglang, Banten.

Agus beralasan, kegiatan Wiranto sehari sebelumnya di Wamena dinilai cukup menguras tenaga.

" Sebagai orang yang menjunjung tinggi komitmen ia tetap meluangkan waktu menghadiri undangan pengurus Universitas Mathla'ul Anwar," kata Agus kepada Liputan6.com, Jumat 11 Oktober 2019.

Agus bahkan menyebut, Sekretaris Pribadi Wiranto sempat mengusulkan agar undangan diwakilkan saja. Tetapi, kunjungan itu justru membawa musibah. Wiranto mengalami penusukan.

Walau begitu, Agus yakin Wiranto tetap tegar dan terus memberi yang terbaik untuk negara.

" Totalitas Wiranto tetap stabil, fokus bekerja memberikan yang terbaik sebagai wujud pengabdiannya bagi negeri ini," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro

5 dari 7 halaman

Kata Wiranto Saat Dijenguk Jokowi: Saya Ingin Pulang

Dream - Jokowi kembali menjenguk Wiranto di RSPAD. Presiden bernama langkap Joko Widodo ini sempat berkomunikasi dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, yang dirawat setelah mengalami penusukan tersebut.

" Semakin baik, tadi bisa berkomunikasi sudah berbicara dengan saya tadi, 'Pak saya ingin segera pulang ikut ratas (rapat terbatas) lagi'. Artinya kondisinya sudah semakin baik," ujar Jokowi usai menjenguk Wiranto, Jumat 11 Oktober 2019.

Jokowi berharap, Wiranto segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala. " Kita berdoa bersama agar beliau segera diberikan pemulihan, kesembuhan secepat-cepatnya," kata dia.

Setelah insiden penusukan di Menes, Pandeglang, Banten, Jokowi memerintahkan Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, untuk meningkatkan pengamanan kepada para pejabat. Jokowi tak ingin peristiwa yang dialami Wiranto menimpa pejabat lainnya.

" Kemarin langsung saya sudah perintahkan juga kepada Kapolri, untuk pejabat-pejabat agar diberikan penambahan pengamanan," ucap mantan Walikota Solo itu.

6 dari 7 halaman

Wiranto Sudah Bisa Diajak Bicara

Dream - Dewan Pertimbangan Presiden, Agum Gumelar, mengatakan bahwa kondisi Wiranto berangsur membaik. Agum membesuk Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan itu di RSPAD Gatot Soebroto, Jumat 11 Oktober 2019.

" Membaik, saya komunikasi dengan beliau pelan, bicaranya jelas kok, ya minta doa restu lah, pasti itu begitu ya, dan saya lihat kondisi akan membaik," ujar Agum.

Dia merasa prihatin dengan peristiwa yang menimpa mantan Panglima ABRI tersebut. Agum juga menyerahkan sepenuhnya kasus penusukan ini kepada polisi untuk mengungkap jaringan pelaku. " Ini bagian dari teror, tidak mungkin ini berdiri sendiri," kata dia.

Dengan peristiwa ini, kata dia, Badan Intelijen Negera (BIN) harus bekerja lebih ekstra lagi dalam mengantisipasi ancaman teror. " Ini kuncinya intelijen, intelijen bisa menjadi dasar bagi kita untuk mencegah teror itu terjadi," ucap Agum.

7 dari 7 halaman

Doa Semua Pihak

Sebelumnya, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengabarkan kondisi Wiranto yang sudah membaik pascaoperasi.

" Saya baru menjenguk Pak Wiranto di RSPAD. Alhamdulillah proses operasi berjalan lancar, dan kini beliau berada dalam penanganan tim dokter yang terus menanganinya secara intensif," kata Lukman, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 10 Oktober 2019.

" Kita doakan agar beliau tetap sabar, tegar, dan kuat menghadapi cobaan ini, dan bisa segera pulih kembali kesehatannya," kata dia.

Lukman mengajak pimpinan dan tokoh agama, serta umat beragama untuk ikut mendoakan agar para penyelenggara negara. Termasuk para ASN dan setiap orang yang berjuang dan berbakti mengabdi kepada negara dan tanah airnya terus dilindungi dan dijaga keselamatan dan kesehatannya oleh Tuhan Yang Maha Esa.

" Mudah-mudahan bangsa ini mampu lolos dari berbagai cobaan dan ujian yg saat ini sedang dihadapi. Saya telah minta para jajaran Kemenag untuk menyebarluaskan ajakan permohonan doa ini," ucap dia.

Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik
Join Dream.co.id