WHO Akan Uji Coba Tiga Obat untuk Pengobatan Covid-19

News | Kamis, 12 Agustus 2021 18:00

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Uji coba tersebut akan melibatkan ribuat penelitik di lebih dari 600 rumah sakit di 52 negara.

Dream - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu, 11 Agustus 2021 mengumumkan tentang rencana uji coba tiga obat baru untuk pengibatan pada pasien Covid-19. Uji coba dalam program yang diberi nama Solidarity Plus itu akan melibatkan ribuan peneliti di lebih dari 600 rumah sakit di 52 negara.

Dilansir dari Xinhua.com Kamis 12 Agustus 2021, tiga obat yang sedang diuji coba penggunaan untuk mengobati pasien Covid-19 tersebut adalah Artesunate yang selama ini banyak digunakan untuk pengobatan malaria parah.

Dua obat lainnya adalah Imatini untuk pengobatan kanker tertentu dan Infliximab untuk pengobatan gangguan sistem imun seperti Crohn atau penyakit peradagngan usus.

Ketiga obat tersebut dipilih lantaran berpotensi mengurangi riisko kematian pada pasien Covid-19 kondisis parah.

" Kami berusaha mencari pengobatan yang lebih efektif dan terjangkau untuk pasien Covid-19 dalam kondisi parah. WHO bangga bisa memimpin upaya gobal untuk hal ini," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Menurut Ghebreyesus, ketiga obat tersebut akan diuji itu dipilih oleh ahli independen yang mengevaluasi semua bukti dan potensinya untuk menjadi obat.

WHO Akan Uji Coba Tiga Obat untuk Pengobatan Covid-19
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghbreyesus (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

 Ilustrasi© Shutterstock

Sebelumnya, WHO telah melakukan uji coba pada empat obat yakni remdesivir, hydroxychloroquine, lopinavir dan interferon. 

Hasil awal menunjukkan bahwa keempat obat tertsebut memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki efek pada pasien Covid-19 rumah saki

Hingga artikel ini dibuat, belum diketahui secara pasti rentan waktu uji coba obat Covid-19 ini akan berlangsung

(Sah, Sumber: Xinhuanet.com)

3 dari 6 halaman

Jokowi Titip Program Obat Covid-19 Gratis Diawasi Ketat

Dream – Demi meringankan beban masyarakat yang terdampak penyakit akibat Covid-19, pemerintah memberikan 600 ribu pakek obat secara gratis untuk masyarakat yang isolasi mandiri.

Presiden Joko Widodo mengatakan 300 ribu paket obat tahap pertama akan segera dibagikan secara gratis bagi warga yang isolasi mandiri di wilayah-wilayah yang berisiko tinggi.

“ Pemerintah mulai hari ini akan segera membagikan paket vitamin dan obat untuk warga yang isolasi mandiri gratis bagi wilayah-wilayah yang berisiko,” ujar Presiden saat upacara penyerahan paket obat Covid-19 secara simbolis kepada perwakilan warga di depan Istana Merdeka, Kamis (15/7/2021).

Dengan resminya program tersebut, Jokowi berpesan agar dilakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan pemberian paket obat gratis tersebut. Menurutnya hal ini penting agar program berlangsung maksimal untuk meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

“ Saya minta agar dilakukan pengawasan yang ketat di lapangan agar program ini betul-betul bisa maksimal mengurangi risiko karena covid dan membantu pengobatan warga yang menderita covid-19,” katanya.

Selain bantuan paket obat Covid-19, pemerintah juga memberikan bantuan berupa sembako melalui PKH dan melalui bantuan sosial tunai.

“ Pemerintah terus bekerja keras untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak, oleh karena itu pemerintah memberi bantuan berupa bahan pokok sembako lewat PKH dan lewat bantuan sosial tunai dan bantuan vitamin dan obat-obatan,” ujarnya melalui siaran pers yang disiarkan langsung YouTube Sekretariat Presiden.

4 dari 6 halaman

600 Ribu Paket Obat Gratis

Jokowi menjelaskan, sebanyak 600 ribu paket obat covid-19 tersebut akan dibagikan secara gratis kepada warga yang menjalni isolasi mandiri baik yang berada di wilayah Pulau Jawa-Bali hingga luar Jawa.

“ Untuk hari ini yang dibagikan ada 300 ribu paket untuk yang melakukan isolasi mandiri di Pulau Jawa dan Bali. Kemudian akan dilanjutkan 300 ribu paket lagi untuk yang di luar Jawa,” kata Jokowi.

Ia juga mengatakan terdapat tiga jenis paket obat untuk warga yang isolasi mandiri. Paket obat itu rencananya masing-masing akan dibagikan untuk tujuh hari.

“ Ada 3 jenis paket obat isolasi mandiri yang kita bagikan masing masing untuk 7 hari,” uacpnya.

Lanjutnya, paket obat yang pertama berisi vitamin-vitamin yang diperuntukkan bagi warga dengan hasil PCR positif yang tanpa gejala atau OTG.

“ Paket satu berisi vitamin-vitamin untuk warga PCR positif atau tanpa gejala,” lanjutnya.

Kemudian paket kedua berisi vitamin dan obat untuk warga yang memiliki hasil PCR positif dengan keluhan panas dan kehilangan penciuman. Menurut keterangan Jokowi, untuk paket ini membutuhkan konsultasi dan resep dokter, terutama dari puskesmas.

elanjutnya, paket ketiga berisi vitamin dan obat untuk warga yang PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering. Resep ini juga memerlukan konsultasi dari dokter.

   

5 dari 6 halaman

Tidak Diperjualbelikan

Lebih lanjut, Jokowi menegaskan bahwa paket obat ini tidak diperjualbelikan. Pasokan obat disediakan oleh Menteri BUMN yang diproduksi oleh BUMN Farmasi. Sementara pendistribusiannya dikoordinasikan oleh Panglima TNI.

Nantinya Panglim TNI akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah hingga pemerintah desa yang melibatkan puskesmas, babinsa, hingga pengurus RT/RW.

 “ Obat isolasi mandiri ini tidak diperjualbelikan,” tegasnya.

Jokowi juga berharap pemberian paket obat covid-19 gratis ini agar diawasi secara ketat pelaksanaannya di lapangan. Hal ini supaya program yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terkenda Covid-19 bisa maksimal.

 

6 dari 6 halaman

Pengawasan di Lapangan

Sementara itu Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan pengawasan di lapangan akan dilakukan oleh kesehatan Kodam, para babinsa, petugas puskesmas hingga koramil.

“ Dalam pendistribusian 300 ribu paket tahap pertama ini para babinsa akan didampingi oleh petugas dari puskesmas maupun bidan desa di wilayah tersebut, jajaran kesehatankodam termasuk kodim, koramil, dan babinsa, akan melaksanakan koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan dan jajaran kepolisian, dan harapan kita dengan kolaborasi antar institusi ini akan meringankan beban saudara kita yang sedang melaksanakan isolasi mandiri,” ungkap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

“ Tentunya akan diawasi oleh kesehatan kodam, kodim dan koramil. Para babinsa ini akan didampingi oleh petugas dari puskesmas yang memiliki daftar siapa yang sedang melakukan isolasi mandiri tersebut,” terangnya.

Join Dream.co.id