Kabar Duka, Dua Dokter Direktur RS Meninggal Dunia

News | Rabu, 1 April 2020 12:01
Kabar Duka, Dua Dokter Direktur RS Meninggal Dunia

Reporter : Mutia Nugraheni

"Semoga hal-hal baik menjadi perjuangan beliau, diterima oleh Allah SWT".

Dream - Dunia kedokteran Indonesia lagi-lagi kehilangan putra-putri terbaiknya. Dua dokter meninggal dunia dan terkonfirmasi positif virus Corona COVID-19.

Mereka adalah Dokter H Efrizal Syamsudin selaku Direktur RSUD Kota Prabumulih, Sumatera Selatan dan Ratih Purwarini yang merupakan Direktur RS Duta Indah Jakarta Utara.

Berita meninggalnya kedua dokter tersebut diunggah dalam laman akun media sosial Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) pada Selasa, 31 Maret 2020.
IDI menyampaikan duka yang sangat mendalam.

"Semoga hal-hal baik menjadi perjuangan beliau, diterima oleh Allah SWT dengan limpahan yang mulia. Amin YRA. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kekuatan dan keikhlasan dalam cobaan ini. Amin YRA," tulis Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih dalam kabar duka tersebut.

 
 
 
View this post on Instagram

IDI Berduka...

A post shared by PB Ikatan Dokter Indonesia (@ikatandokterindonesia) on

Sampai saat berita ini ditayangkan, Liputan6.com masih menunggu konfirmasi lebih lanjut, kapan dan berapa lama kedua mendiang dokter tersebut dirawat karena Covid hingga akhirnya meninggal dunia.

Laporan Fitri Haryanti Harsono/ Sumber: Liputan6.com

2 dari 5 halaman

Positif Covid-19, Dokter Gigi Meninggal di RS Persahabatan

Dream - Dunia kedokteran Indonesia kembali berduka. Amutavia Pancarsari Artsianti Putri, seorang dokter gigi, meninggal dunia pada 29 Maret 2020 lalu tepatnya pukul 05.40 WIB.

Mendiang diketahui positif corona COVID-19. Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Hananto Seno menyampaikan, Amutavia meninggal di RS Persahabatan, Jakarta Timur.

Positif Covid-19, Dokter Gigi Meninggal di RS Persahabatan© Dream

" Benar dokter gigi Amutavia meninggal dunia. Mendiang positif Corona. Sebelumnya, dirawat beberapa minggu di RS Prikasih, Pondok Labu," tutur Hananto saat dikonfirmasi Health Liputan6.com melalui sambungan telepon.

" Makin lama, kondisinya memburuk sehingga dipindahkan ke RS Persahabatan. Di RS Persahabatan pada waktu itu sempat penuh, tapi kami berjuang agar mendiang mendapat perawatan di sana."

Laporan Fitri Haryanti/ Sumber: Liputan6.com

3 dari 5 halaman

Sedihnya Perawat RS Persahabatan Diusir dari Kos

Dream - Seluruh tenaga kesehatan, bukan hanya dokter, tapi juga perawat, analis laboratorium, penjaga keamanan RS dan lainnya jadi garda terdepan dalam penanganan pasien Covid-19. Sayangnya kondisi mereka tak diperhatikan dengan baik oleh pihak-pihak terkait.

Seperti yang dialami dokter dan perawat di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur. Paramedis tersebut justru mendapat perlakuan tak menyenangkan, tiba-tiba diusir dari kosan yang disewa.

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhilah membenarkan adanya aduan dan keluh kesah dari paramedis tersebut.

" Iya ada. Ya mereka kan sejak Rumah Sakit Persahabatan ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan itu, bukan hanya perawat, ada juga dokter, mahasiswa juga yang di situ, diminta untuk tidak kos di situ lagi," ujar Harif saat dihubungi Liputan6.com, Rabu 25 Maret 2020.

 

4 dari 5 halaman

Sangat Menyayangkan

Harif menduga, peristiwa itu ada kaitannya dengan rasa cemas dan ketakutan masyarakat terkait penyebaran virus corona Covid-19. Meski disebut hanya beberapa dari perawat yang mengadu, dia menyayangkan adanya tindakan tersebut.

Sadis, Perawat Bunuh 30 Pasien karena Bosan© MEN

" Menurut saya tidak harus seperti itu. Justru dalam masa-masa begini ini, ada perawat ada dokter di lingkungan kita malah harusnya bersyukur. Bisa menjadi tempat bertanya, tempat konsultasi, ya kan. Karena mereka tahu banyak soal seperti ini, supaya tidak salah informasi. Bisa menjadi sumber informasi yang utama harusnya untuk di bidang kesehatan," katanya.

Meski begitu, Harif tidak dapat menyalahkan kekhawatiran masyarakat terkait kondisi ini. Pasalnya, Covid-19 sudah menjadi pandemi global dan memberikan tekanan luar biasa besar terhadap psikologis setiap orang.

" Dari pihak kita ya sayang saja, harusnya senang ada tenaga kesehatan di sana," kata Harif.

 

5 dari 5 halaman

RS Sedang Cari Solusi

Sejauh ini, lanjutnya, belum ada laporan dari rumah sakit lain yang mengalami hal serupa. Dia berharap masyarakat dapat memahami kondisi para petugas medis dan bekerja sama dalam memberikan pertolongan.

dokter© Shutterstock

" Rumah Sakit Persahabatan sedang berusaha mencarikan alternatif sementara ya. Infonya rumah sakit juga sedang mencarikan," Harif menandaskan.

Laporan Nanda Perdana Putra/ Sumber: Liputan6.com

Join Dream.co.id