Gaya Kekinian Baznas Edukasi Milenials Sifat Saling Berbagi

News | Rabu, 6 Februari 2019 18:52

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Awas, ada bocoran cerita filmnya.

Dream - Survei lembaga amal Inggris, Charities Aid Foundation (CAF) menempatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia. Status tersebut tak lantas membuat kebiasaan saling berbagi berhenti di tempat.

Masyarakat harus terus diberi edukasi untuk menderma satu sama lain. Kebiasaan itu harus mulai diturunkan salah satunya kepada generasi milenials.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bambang Sudibyo mengatakan, upaya mengedukasi kaum milenials untuk saling berbagi harus dilakukan dengan menyesuaikan gaya hidup mereka. Salah satu yang dilakukan Baznas adalah melalui film.

Bekerjasama dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) DPC Wonosobo, Baznas menggarap film berjudul " Iman Dipangkuan Sang Fakir" .

" Karena itu BAZNAS terus mengkampanyekan ajakan kebaikan, terus mengajak peran aktif masyarakat dalam permasalahan nyata yang terjadi di sekitar lingkungan mereka," kata Bambang di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu 6 Februari 2019.

Produser film Iman di Pangkuan Sang Fakir, Maizidah Salas menceritakan film ini sarat dengan makna berupa anjuran untuk saling berbagi. Kebiasaan menderma dapat dilakukan siapapun tanpa menunggu hidupnya menjadi seorang yang kaya raya.

" Kita perlu terus menanam rasa kepedulian di dalam hati dan menularkannya kepada lingkungan. Sebab banyak hal yang dapat membuat rasa kepedulian itu menjadi terkikis," ucap Maizidah.

Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta mengatakan, film ini nantinya akan diputar secara independen di Baznas daerah.

" Kalau film ini diresapi, diambil hikmahnya makin banyak orang yang bisa tertolong karena semangat berbagi," ujar Arifin.

Selain itu, film ini juga diputar di luar negeri. " Sudah ada permintaan dari Komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri untuk memutar film ini di Hongkong, Taiwan dan Korea," kata dia.

Gaya Kekinian Baznas Edukasi Milenials Sifat Saling Berbagi
Ketua Baznas, Bambang Sudibyo (Foto: Muhammad Ilman Nafi'an)
2 dari 2 halaman

Bocoran Cerita Film

Film Iman di Pangkuan Sang Fakir berdurasi 1 jam 38 menit. Kisahnya berfokus pada anak balita bernama Iman, yatim piatu yang diasuh oleh neneknya. Dalam cerita itu, Iman dan neneknya memiliki tetangga seorang ibu dua anak bernama Warti yang ditinggal pergi suaminya karena terlilit utang.

Tak mampu membayar utang, Warti harus rela melepaskan rumahnya diambil paksa rentenir. Bersama kedua anaknya, Warti memutuskan untuk mengungsi ke rumah Iman. Selang beberapa waktu, nenek Iman yang sehari-hari berjualan tempe goreng tertabrak mobil. Nenek Iman pun lumpuh dan hanya berbaring di atas kasur.

Entah sebab apa, Warti lupa diri. Dia mengusir Iman ketika sudah masuk sekolah dasar. Alasannya Iman menjadi benalu karena menumpang di rumahnya, padahal itu merupakan rumah Iman dan sang nenek.

Singkat cerita, Iman pun tumbuh dewasa, ia bekerja di pasar menjadi kuli angkut dan tukang sapu. Meski kondisi ekonominya kurang baik, Iman rela mengeluarkan uangnya untuk memberi makan anak-anak yang dibuang oleh orangtuanya di pasar.

Iman yang sudah tumbuh dewasa itu kemudian bertemu dengan kerabatnya, dia diberi kabar kalau Warti tengah sakit keras. Di hatinya sempat ada sakit hati, karena masa kecilnya sering diperlakukan tak enak oleh Warti, terlebih ia harus terusir dari rumahnya sendiri.(Sah)

Terkait
Join Dream.co.id